
Kami-sama merinding ketakutan melihat dahsyatnya kekuatan yang dimiliki oleh Son Of Sun yaitu Roh Api.
"Apa kau masih ingin melanjutkannya?" tanya Roh Api.
"T-Tentu saja!" sahut Kami-sama
Di keheningan pagi tepat jam 10:00 AM. tiada angin dan hujan tiba-tiba saja, helikopter muncul.
"Apa-apaan itu?!" tanya Roh Api.
Selagi mengangkat lengannya yang menunjuk mesin terbang tersebut.
"Mana kutahu" sahut Kami-sama.
Ia segera berpose dengan memegang tombak dari belakang dan menghadap lurus kearah Roh Api.
Di kejauhan salah satu penumpang yang berada disana segera merekam video melalui kaca helikopternya.
"Aku tidak mengerti, apa yang sedang mereka lakukan didalam sana" gumam Kami-sama.
"Ini pertama kalinya bagiku melihat benda asing itu" kata Roh Api.
"Buat lah duel yang sengit!" bentak dari salah satu penyiar televisi yang berada didalamnya.
"Apa?! aku tidak bisa mendengar ucapannya" tanya Kami-sama.
"Kubilang buatlah duel yang sengit!" teriak penyiar televisi yang berada didalamnya.
"Apa yang dia katakan?!" tanya Roh Api.
"Aku tidak tahu, tapi kurasa dia seperti sedang meminta bantuan" sahut Kami-sama.
Di sisi lain.
Setelah merapalkan mantra regenerasi, sel-sel kulit Nue mulai tumbuh dari kaki hingga kepala melapisi bagian tulang dengan daging
Begitu pula sebaliknya Abacaden perlahan mendapatkan tubuh nya kembali.
Ini benar-benar menghidupkan kembali tubuhnya. Ia mengerutkan senyum bangga akan mantra regenerasi miliknya.
"Apa kau baik-baik saja" cemas Abacaden yang melirik Nue.
"Y-Ya terimakasih... Anu... Itu... >////<" sahut Nue.
Ia tersipu malu akan kebaikan yang dilakukannya tuannya terhadap dirinya.
"Oii, Oii, Oii... (´-﹏-`;)" gumam Abacaden.
Ia justru semakin cemas akibat emosi yang tidak stabilnya Nue.
Setelah berhasil meregenerasi tubuh mereka kembali seperti semula. Dua anak ras tipe Goblin secara kebetulan mendatangi mereka.
"Tuan... Roh Api dan Kami-sama bertengkar hebat di atas langit" lapor Artemis.
"Maaf atas ketidaksopananku, tuan!" Artemis bergegas tunduk menghadap Abacaden.
"Tidak apa-apa tolong bisakah nak Artemis menunjukkan letak mereka?" tanya Abacaden.
"Di sana tuan, tepat didepan helikopter itu!" sahut Artemis dengan jari yang menunjuk ke atas.
"Sudah kuduga, dia akan melakukannya" gumam Abacaden.
"Apa benar kau sedang meminta bantuan?" teriak Roh Api.
Penyiar televisi tersebut menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Sepertinya kita terlalu dekat" ucap Kami-sama.
"B-Benar, daku yang terlalu dekat" sahut si Roh Api.
Penyiar itu sedikit merinding melihat monster-monster untuk yang pertama kalinya berterbangan bebas di depan mata nya.
"Eh woii kita jadi duel gak nih?!"💢 ucap Roh Api.
"T-Tentu saja bodoh, aku akan segera mengakhiri hidupmu dalam sekejap..." sahut Kami-sama.
Dengan kuda-kuda nya Kami-sama menantang Roh Api tsb. Untuk maju melawannya.
"Wuahahaha..." teriak Kami-sama.
"Alarm Clock Tower!" Roh Api merapalkan suatu mantra pelet ampuh untuk menyerangnya.
Seketika dunia Kami-sama berubah menjadi putih. Di sekelilingnya ia hanya melihat partikel-partikel kecil yang berterbangan dimana-mana.
"Apakah ini ilusi?!" tanya Kami-sama.
"Tidak juga, Ini terjadi hanya karena kekuatanmu terlalu lemah" sahut Roh Api.
"A-Apa?!" sahut Kami-sama dengan raut wajah yang panik.
Bagaimana tidak, didalam ilusi tsb. Kami-sama langsung di jamui dengan berbagai macam delusi. Dengan beserta suara penderitaan yang berasal di masa lampau.
Kami-sama terus terjebak, mencoba berbagai cara untuk membuatnya keluar dari ilusi tsb. Tapi hasilnya nihil, Itu karena dia diharuskan membayar kesalahannya di masa lalu.
Dengan memberanikan diri. Ia mencoba berbagai macam jenis mantra penglepas akan ilusi tsb.
Tapi selalu saja, semakin kuat mantra yang di rapal kan nya. Semakin besar suara Clock Tower beserta deringan yang melintas di pendengaran nya.
"TIDAAAAAAK" teriak histeris Kami-sama.
"Yo!" ucap Abacaden.
"B-Bagaimana kau bisa masuk ke dalam ruang ilusi ini?!" tanya heran Kami-sama.
"Ya minta izin masuk lah(~‾▿‾)~" sahut Abacaden.
"BJIR DAHLAH!💢🗿" bentak Kami-sama.
Ia menghentikan gerakannya sejenak guna mencari cara untuk segera bebas dari tempat ini.
"AMPUN BANG JAGOOOOOOO!🗿" teriak Roh Api tsb dengan nada yang bergema tinggi.
Selagi menutupi telinga nya dari dentuman suara yang bervolume besar. Abacaden berkata."Bisa kah kau undang masuk Nue ke dalam sini?"
"Tentu saja tuan!" sahut Roh Api tsb.
Belum sempat memasukkan Nue ke dalam ruang ilusi nya. Roh Api tsb. terapung di udara dengan cipratan mana dimana-mana.
"A-Apakah a-aku a-akan m-m-m-mati?" kata Roh Api tsb dengan suara yang terbata-bata.
Abacaden, Kami-sama & Nue yang melihatnya tergeletak sekarat akan kehabisan mana itu karena efeknya dari muatan berlebihan Alarm Clock Tower.
"Bjir Sekarat🗿" sahut Kami-sama yang menatap wajahnya dengan tatapan tersenyum jahat.
"Siapa sih yang bikin mantra itu, gak beradab banget( ⚈̥̥̥̥̥́⌢⚈̥̥̥̥̥̀)" kesal Abacaden.
"Kan anda sendiri yang menciptakannya seluruh hal-hal abrsurd yang ada di dunia ini" ucap Roh Api tsb.
"Lah Iya(≧▽≦)" sahut Abacaden.
Di langit terdengar suara dentuman bervolume besar. Suara tsb sangat mirip dengan suara Tik Tuk dari Jam.
__ADS_1
Tik Tuk.
Tik Tuk...
Tik Tuk......
Suara tersebut datang dari Alarm Clock Tower. dan seseorang berkata padanya."Yang barusan terjadi karena kamu ingin menciptakan keramaian di tengah-tengah penderitaan mu, tapi mereka hanyalah delusi mu yang sesaat" Suara tsb datang dari luar ruang ilusi.
Perkataan tsb. Bertujuan untuk mengetahui betapa pengecut nya si Kami-sama yang menciptakannya teman sebayanya di tengah-tengah banyaknya suara penderitaan yang masuk melalui pendengarannya.
"Kau tak akan pernah bisa lari dari Alarm Clock Tower" ucap Roh Api tsb.
"Mustahil ya?" sahut Kami-sama dengan menghela nafas panjang.
"Y-Ya, itu benar ahem... singkatnya kau melarikan diri dari kenyataan pahit dan hanya menciptakan teman ilusi sebagai tameng untuk menutupi betapa pengecutnya dirimu" jelas Roh Api tsb.
"Kok tiba-tiba dramatis gini amnjinc jadi war gak?!🗿" ucap Kami-sama.
"A-Apa?! kenapa kamu menghiraukan perkataan ku yang penuh dengan norma-norma kehidupan?!" sahut Roh Api tsb.
"Ya karena aku bosan sebab tempat ini sendiri tercipta atas kuasa hukum dari ku Kami-sama" jelas Kami-sama.
"B-Benar juga, tempat putih ini merupakan salah satu percobaan mu di masa lampau, sebab daku bisa menerawang tembus melalui fikiranmu!" sahut Roh Api tsb.
"Sudah cukup untuk jangan membuat pembaca lebih menderita akibat ocehanmu yang tidak jelas arahnya kemana🗿" bentak Kami-sama.
"Mari kita sudahi akting ini" ucap Kami-sama dengan raut wajah yang datar.
Seketika ilusi tsb. Pecah menjadi abu.
Perlahan Kami-sama membuka matanya perlahan dan menatap Roh Api yang berada didepannya.
"Sepertinya kita terlalu dekat" ucap Kami-sama ..
"B-Benar, daku yang terlalu dekat" sahut si Roh Api ..
"Percakapan ini... begitu ya, ini berasal dari percakapan ku dengannya yang sebelumnya" gumam Kami-sama.
Tiba-tiba didepannya muncul seseorang berjubah hitam pekat dengan pedangnya yang bernama Antimatter Blade.
"Yo, Kami-sama, kau masih hidup ya?!" ucap Abacaden.
"Yo... anu... itu... Eh iya woii ganti rugi lah! akibat perbuatanmu yang berlalu lalang di ketinggian melebihi batas gravitasi, Satelit negara kita rusak, dan karena itu aku tidak bisa lagi streaming anime!" sumpah serapah ringan dari Kami-sama.
"Heh... baiklah kurasa aku akan bertanggung jawab, untuk saat ini kau bisa mengungsi internet gratis di dalam rumahku" sahut Abacaden.
Mereka berdua terbang dengan kecepatan cahaya miliknya menuju halaman muka dari rumahnya Abacaden.
"Silahkan masuk, kau bisa melakukan apa saja disini, Selamat tinggal🗿" ucap Abacaden yang meninggalkan pergi sendirian.
"Yosha! Terimakasih atas kemurahan hati anda tuanku Abacaden." sahut Kami-sama.
Di perjalanannya menuju hutan yang di kerumuni oleh mahluk ciptaannya. Abacaden bergumam."Kurasa sudah cukup, mungkin saatnya aku memulai tujuan ku untuk membangun kastil di sini"
"B-Bodoh apa yang kamu lihat dasar mesum!" bentak Nue yang risih akan Abacaden yang terus memandangi nya tanpa henti.
"T-Tidak, maafkan tuanmu yang bodoh ini, hanya saja kadang-kadang sel-sel otaku tidak berkerja dengan baik..." sahut Abacaden.
"Ehhh? tuan... anda tidak perlu merendahkan diri, mungkin sebaiknya jika anda beristirahat" cemas Nue.
"Ya kau benar, akan jauh lebih baik jika kita berdua tidur bersama 🗿" sahut Abacaden dengan tatapan mesum yang datar.
"K-KYAAAARGHHHHHHHH ARGGHHHHH..." teriak Nue yang tak bisa menahan keseimbangan akan emosinya.
"Hahaha dasar... itulah kenapa aku bersiaga untuk mengunci pintu gerbang dari mode beast mu itu" gumam Abacaden.
__ADS_1