Glory Of God: Dewa Yang Bosan Dengan Hidup Nya

Glory Of God: Dewa Yang Bosan Dengan Hidup Nya
⟨Chapter 9⟩ Arc: Timeline yang berbeda (1/4)


__ADS_3

"Ampun bang jago 🗿" sahut Abacaden.


"Kau ingin membangun kastil di era yang myodern ini? Jangan bercanda!" bentak Kami-sama.


"Sialan, seharusnya aku yang marah akan kecerobohan mu sebagai dewa" bentak Abacaden dengan raut emosi di wajahnya.


DEATH CATHER!


Tanga dewa miliknya segera terbang dari depannya Kami-sama.


GRIN HOULS!


Kami-sama merapal mantra guna menangkal serangan yang dilakukan oleh Abacaden.


"Hey Hey Not Bad 🗿" ucap Abacaden.


"Apa kau mengerti sekarang? Seperti inilah rasanya saat aku tidak bisa menonton anime, H A M P A 〜(꒪꒳꒪)〜" jelas Kami-sama akan perasaannya.


"O-Otaku sialan, jangan melebih-lebihkan ucapanmu!" sahut Abacaden.


Kami-sama tertawa terbahak-bahak karena melihat Abacaden yang jengkel akan perilakunya.


"Baiklah kurasa sudahi aktingnya, mari kita mulai sisi gelap dari kesedihan kita, Kami-sama!" sahut Abacaden.


"Kenapa kok tiba-tiba saja begitu?" tanya Kami-sama.


Karena melihat Abacaden yang terdiam menunggu jawaban dari nya Kami-sama melanjutkan perkataannya."B-Baiklah silahkan saja" lanjut Kami-sama.


"Sisi gelap... kah?" Kami-sama menghela nafas panjang.


"Dulu waktu jaman 69 tahun di masa lalu tepatnya saat aku berada di planet Namex..." jelas Kami-sama.


"Menarik! Ceritakan saja semuanya" Abacaden mengangguk senang akan pembukaan cerita dari Kami-sama.


"B-Baiklah jika kau memaksa, ahem... Aku dilahirkan dari rahim ibuku bernama Sponge, saat aku berada didalam kandungan, aku terus menggerogoti ususnya, kurasa itu cukup menyenangkan" jelas Kami-sama.


Mendengar cerita panjang lebar dari Kami-sama, Abacaden mengangguk untuknya terus melanjutkan cerita.


Di sisi lain kota-kota besar terbakar hebat.


"Menarik, sungguh menakjubkan!" teriak seseorang.


Itu adalah Kentlord, ketua dari pasukan elit khusus dari pemerintah. Dan saat ini dia ditugaskan untuk mencari akar dari sumber masalah yang terjadi di dalam kota.


Meski ia sedang melakukan misi, namun hati nya berkata lain "Aku sangat gembira, hatiku menari-nari ditengah kekacauan yang terjadi, oh Kami-sama!🗿" gumam pria 48 tahun bernama Kentlord.


"T-Tidak, lebih tepatnya pria 48 tahun yang haus akan peran yaitu bernama Kentlord." sahut Pena akan penjelasannya si Author.


"B-Benar, dia adalah Kentlord. Karakter sampingan yang ku ciptakan guna membumbui alur cerita dari Diary nya si Abacaden 🗿" sahut Author.


Author sendiri adalah dewa dari segala dewa, bahkan melebihi otoritas dari Abacaden sendiri, dengan kekuatannya Author mampu melenyapkan Abacaden dalam sekejap.

__ADS_1


"L-Lihatlah Pena, aku bisa saja membunuh MC kita dan menghidupkannya kembali" seru Author.


"W-Wow benarkah??" tanya Pena dengan mata mengkilat.


"A-Apa?! Arghhh Erghhh...!!!" kaget Abacaden.


Tiba-tiba saja darah dalam tubuhnya berhenti mengalir dan jantungnya juga berhenti berdetak.


Kami-sama yang sedang menceritakan hal-hal konyolnya di masa lalu, seketika kaget akan Abacaden yang tiba-tiba menderita kesakitan dan menyemburkan cairan darah dari mulutnya.


"W-Woii Abacaden bangunlah...!!!" cemas Kami-sama.


Dia menggerak-gerakkan tubuhnya Abacaden yang tergeletak lemas tak berdaya di atas gravitasi langit.


"Celaka, jiwa nya telah pergi..." sedih Kami-sama akan kepergiannya.


Di sisi lain.


Author dan Pena melanjutkan percakapannya akan hal yang terjadi dengan Abacaden.


"Bagaimana? keren bukan!" tanya Author.


"Iya keren sekali! Sekarang bisakah kau membuat Nue & Aku terlahir di dunia yang baru dan hidup bahagia selamanya?" sahut Pena.


"Tentu saja!" jawab Author dengan semangat.


Setelah kerusuhan yang terjadi, Abacaden yang tiba-tiba meninggal, beserta isi kota-kota yang hancur lebur, Nue beserta bawahannya membubarkan diri dan meninggalkan hutan tsb.


"Tuan kejam! Kenapa anda meninggalkan saya sendiri disini, hatiku begitu hampa tanpa kehadiranmu, Tuan..." tangis histeris Nue didepan kuburannya Abacaden.


"Sungguh wanita yang malang, izin kan aku menjadi lobang penutup dari kekosongan hatimu itu" sapa Pena.


"S-Siapa kamu?!" tanya Nue.


"Aku bukanlah siapa-siapa, maka dari itu menikah lah dengan ku, aku berjanji akan dan membuatmu bahagiakan semasa hayat hidupku" rayu Pena.


Nue segera memeluknya erat dengan tangan terbuka. Dan setelahnya mereka berdua segera menikah, Setelah sepuluh tahun lamanya. Nue saat ini mempunyai 4 anak, 3 pria dan 1 wanita.


"Nue, aku berangkat ya!" sapa suaminya Pena.


"Iya sayang berhati-hatilah!" sahut Nue.


"Ibu, tambah sarapannya >v


Nue hidup bahagia bersama anggota keluarganya yang baru, hingga akhir hayatnya.


Tamat - Abacaden Aka Abaren Clorin XD!


Di sisi dunia lain, pria bernama asli Abaren Clorin. Seorang pria paruh baya yang sangat sedih akan kepalsuan dari diary tulisannya.


"Sudah cukup, pergi keluar sana cari udara segar dasar penyendiri!" bentak Ibunya yang berusia 58 tahun.

__ADS_1


"Maaf Ibu." Abaren bergegas memasang jubah hitamnya dan segera meletakkan pedangnya dibelakang dada.


Abaren bergegas pergi keluar dari rumah setelah mendengar rekaman suara ibunya yang telah lama mati.


***********


Di sisi lain. Author dan Pena melanjutkan percakapannya.


"Kenapa kau menambah karakter lain dalam novel fiksi miliknya Nizo Rintake?" tanya Pena.


"Tidak, aku hanya memberikan spoiler kepada para pembaca akan pembukaan cerita dari Novel fiksi miliknya Nizo Rintake" jawab Author.


"Kenapa harus begitu? Ini terdengar seperti omong kosong belaka!" sahut Pena.


"Ya... Ya... Kesampingkan soal itu, bagaimana yang barusan, keren bukan?" tanya Author.


"Ya memang keren, pada akhirnya aku bisa menghayal untuk menikahi seorang gadis ras demon bernama Nue, dan lalu berkesempatan hidup bahagia bersamanya" sahut Pena.


"Hehehe" tawa Author selagi menghela nafas panjangnya.


"Baiklah kurasa saatnya mengembalikan waktu, dan menghidupkannya kembali" gumam Author.


"Menarik, sungguh menakjubkan!" teriak seseorang..


Itu adalah Kentlord, ketua dari pasukan elit khusus dari pemerintah. Dan saat ini dia ditugaskan untuk mencari akar dari sumber masalah yang terjadi di dalam kota..


Meski ia sedang melakukan misi, namun hati nya berkata lain "Aku sangat gembira, hatiku menari-nari ditengah kekacauan yang terjadi, oh Kami-sama!🗿" gumam pria 48 tahun bernama Kentlord..


***************


Disisi lain.


"Sponge? Itu nama yang aneh!" tanya Abacaden.


"A-Apa katamu?! Beraninya kau mengejek nama dari ibuku!" bentak kesal Kami-sama.


"Bjir baperan🗿" sahut Abacaden.


****************


"Baiklah kurasa sudah saatnya untuk melanjutkan duel kita yang ke tujuh belas ribu lima ratus tujuh puluh lima" ucap Kami-sama.


"B-Baiklah, jika kau memaksa maka akan ku ladeni!" sahut Abacaden.


"Inferno Metalizer!" Abacaden merapalkan mantra nya selagi mengangkat lengannya ke atas.


Gumpalan partikel berkumpul di genggaman tangannya. Segera ia melepaskan bola laser tsb menuju Kami-sama.


"Teleportasi!" Kami-sama merapalkan mantra nya guna menghindari dari kekuatan dahsyat laser tsb.


*Tzzzh* Suara dari menghilangnya keberadaan Kami-sama. Sementara itu Abacaden sedikit menunjukkan kesal di wajahnya. Sebab targetnya menghindari serangan laser absolut miliknya.

__ADS_1


---------------------------<>---------------------------


Terimakasih telah meluangkan waktu anda untuk membaca novel ini. Jangan lupa untuk berikan Like dan Kritik & Saran, sekian dan terimakasih.


__ADS_2