Glory Of God: Dewa Yang Bosan Dengan Hidup Nya

Glory Of God: Dewa Yang Bosan Dengan Hidup Nya
Chapter 16: Kejutan Aneh!


__ADS_3

Suatu ketika tiba-tiba saja seluruh umat manusia berubah menjadi Player tanpa alasan yang masih belum diketahui.


Dan banyak dari mereka yang berasumsi bahwa. "Semua ini adalah ulahnya para Alien."


Disisi lain, seorang pria paruh baya yang awalnya hanyalah gelandangan biasa. Kini ia telah berkesempatan untuk menjadi 'Penguasa Terkuat' dengan nama samarannya yaitu Abakaiden.


Setelah kejadian itu, kehidupannya seketika berubah drastis, dari yang awalnya gelandangan, kini menjadi glamor.


Meski begitu, konyolnya tidak ada satupun player yang mengetahui status nya sebagai 'Penguasa Terkuat' selain dirinya sendiri.


Yang mana itu membuatnya sangat kecewa dan menutup diri dari dunia luar. Juga keadaan dunia saat ini sudah sangat berubah semenjak kejadian yang tidak lazim itu.


Setiap manusia kini bertahan hidup dengan mengandalkan sistem RPG yang mengartikan (Role Playing Game) persis sama seperti game pada umumnya.


Sistem dunia yang sebelumnya sudah tidak berlaku lagi di dunia yang baru ini, dan itu terjadi tepat semenjak adanya sistem RPG.


Dan juga ada banyak player di luar sana, yang menjadi menderita akibat tidak berdaya karena usia yang sudah di atas 80 tahun.


Namun disaat yang bersamaan, ada banyak sekali gamer yang menjadi sangat bahagia akan hidup impiannya yang menjadi kenyataan.


Setiap player saling berlomba-lomba untuk menjadi yang terkuat dari yang lainnya. Karena keserakahan itulah populasi dunia seketika menurun drastis.


Disisi lain, jauh dibawah tanah sana, terdapat kastil yang dibangun oleh Abakaiden. Kastil itu sudah ia bangun sesaat semenjak kedudukannya berganti sebagai Penguasa Terkuat.


Di dalam sana, tepatnya di atas singgasana, ia melamun dengan tatapan yang sudah sangat bosan.


Lalu ia bergumam. "Aku bahkan lupa dengan rasa udara di luar sana."


Ini sudah tahun yang ke lima, semenjak ia mengurung diri dari dunia luar, tapi disisi lain ia juga menikmati kesendiriannya.


Setelah menghembuskan nafas panjangnya, ia berkata. "Mungkin sudah saatnya untukku keluar, kali ya?"


"Aku juga sudah bosan dengan rutinitas sehari-hari yang terus memaksaku untuk, memandangi perkembangan koloni." ia melanjutkan perkataannya dalam hati.


Koloni yang dia maksud ialah perkembangan para Undead ciptaannya, yang memiliki keunikan tersendiri, ada yang menjadi pemburu, pengawas, petani, kuli, dan macam-macam.


Selama lima tahun terakhir, ia terus mengembangkan koloni yang dibangunnya dibawah sini, itu untuk mengisi kekosongan hatinya.


"Apa anda benar-benar ingin pergi, tuanku?" tanya para bawahannya.


Mendengar bawahannya yang bertanya-tanya, Abakaiden dengan lekas mennyahut. "Tidak, aku hanya ingin berkelana saja, sebentar."


Didepannya ada puluhan mahluk ras Undead, yang sedang menunduk hormat kepada tuannya yaitu Abakaiden.


"Selamat jalan, semoga anda menikmatinya." ucap formalitas dari seluruh mahluk ras Undead, yang ada di sekitar singgasana.

__ADS_1


"Ya." sahut Abakaiden, lalu ia perlahan turun dari atas singgasana, dan berjalan lurus di atas karpet merah.


4 tahun yang lalu memang ada seseorang yang berketurunan ras manusia, yang masuk ke dalam underground miliknya.


Namun setelah ia memasuki Underground di kedalaman 40 meter dari permukaan, tanpa disadarinya ada puluhan Undead jenis Hunter ciptaannya Abakaiden. yang perlahan-lahan mengerumuninya.


Dengan kekuatan senjata Skythorn milik bawahannya Abakaiden, dengan sekejap mata kekuatan senjata itu mampu meretakkan tulang punggung dari player malang itu.


Seketika HP player itu langsung menurun drastis dan setelahnya mati akibat dikeroyok oleh para Undead.


Semenjak kejadian itulah, semua penduduk yang tinggal disekitarnya enggan untuk memasuki ke dalam Underground tersebut.


Kembali ke Istana milik Abakaiden, disana ia berkata dalam hati. "Mungkin sudah saatnya untuk membebaskan peliharaan kesayanganku yang ada di dalam penjara."


Dan disaat ia ingin pergi menuju penjara bawah tanah. Tiba-tiba banyak laporan yang muncul dari para Undead nya.


"Gawat tuan, diluar sana ada banyak sekali mahluk ras manusia yang sepertinya datang untuk menyerbu masuk." lapor salah satu bawahannya ras Undead tipe Penjaga.


"Na-nani?!" sahut Abakaiden yang sentak kaget.


"Itu benar tuan, dan bahkan ada beberapa dari mereka yang mampu mengalahkan para Undead." ujar si Penjaga Underground.


Mendengar hal tersebut Abakaiden setelahnya berkata dalam hati. "Ini benar-benar gawat."


Saat ini bentuk tubuh Abakaiden persis sama seperti pada umumnya. Dan itu memungkinkannya untuk berkomunikasi dengan mereka, para petualang.


Para petualang ini memang sengaja dibayar tinggi, untuk mereka melakukan ekspedisi ke dalam Underground ini.


Mereka adalah para petualang yang berasal dari Guild Rrrnim. Jumlah mereka tergolong kecil, karena hanya berisikan 15 anggota, dari keseluruhan.


"Tempat ini benar-benar mengerikan..." ucap para petualang.


"Ya, benar, bahkan kakiku saat ini bergetar hebat...." ucap para letualang lainnya.


"Hentikan itu, kalian para pengecut lebih baik jika diam saja, daripada terus menakut-nakuti petualang yang lain." sahut Co Leader, dari Guild mereka.


"Maafkan kami!" ucap para petualang.


"Maafkan kami!" ucap para petualang lainnya.


Kembali ke PoV dari Underground: Civilization of Undead


Perlahan dari gelapnya lorong tangga Underground, Abakaiden muncul dari balik kegelapan, dan mencoba untuk menyapa mereka.


"Ya ampun, membuat Undead itu bukanlah hal yang gampang..." ucapnya Abakaiden sambil menghembuskan nafasnya.

__ADS_1


Para petualang yang melihatnya, seketika takut, dan berkata. "SE-SERANG!!!"


"Oi... Oi... Oi..., kalian ini agresif sekali." ucap Abakaiden selagi menghindari berbagai serangan yang tertuju padanya.


"Aku ini Undead loh, kalian manusia bisa kapan saja kubunuh." ucap Abakaiden yang bergerak mundur, menghindari berbagai serangan.


Lalu salah satu dari mereka melemparkan bom, tepat di mata kakinya Abakaiden.


Suara ledakan bom terdengar keras dari berbagai sisi lorong. Seketika atap dari lorong itu hancur, dan itu membuat jalan masuk, menjadi terblokir akibat tumpukan tanah dan batu.


Setelah ledakan itu, para petualang ini menyempatkan kabur dari lorong Underground tersebut.


"KABUR!!!" ucap para petualang, yang berlarian dengan raut wajah yang trauma ketakutan.


Para petualang itu seketika kabur, karena tidak tahan dengan pancaran aura kematian yang berasal dari raga Abakaiden.


"Ya ampun, padahal aku ingin lekas-lekas keluar dari sini." ucap Abakaiden sambil menghela nafas.


"Yasudah lah, untuk masalah ini, aku serahkan saja kepada para kuli Undead." Ia melanjutkan perkataannya


sambil berdiam diri selagi memandangi jalan masuk yang sudah terblokir oleh bebatuan dan tanah liat.


Lalu, setelah kejadian barusan, Abakaiden pun bergegas turun kembali ke dalam kastilnya.


Di tengah-tengah perjalanan menuju masuk, ia bergumam. "Sungguh, hari yang benar-benar sial."


Status:


MP: ( 50/50 )


HP: ( 50/50 )


Ras: Undead


Title: Penguasa Terkuat


Peliharaan: Worm Eater


Level: 0


EXP: ( 05/100 )


Untuk saat ini, tidak bergabung dengan guild manapun.


Untuk saat ini, tidak memiliki skill apapun.

__ADS_1


Untuk saat ini, tidak memiliki teman.


Baca selengkapnya....


__ADS_2