Glory Of God: Dewa Yang Bosan Dengan Hidup Nya

Glory Of God: Dewa Yang Bosan Dengan Hidup Nya
Chapter 18: Dunia Akhirat?!


__ADS_3

Chapter I: Apa itu VRMMORPG ?


Didalam kastilnya yang megah. Abakaiden duduk dengan tatapannya, yang sudah sangatlah bosan, lalu salah satu bawahannya berkata. "Bagaimanakah, jikalau Anda bermain Game?"


"Game...?" sahut Abakaiden.


"Itu benar, dengan bermain game, anda dapat menghilangkan rasa jenuh" sahutnya.


Mendengar hal tersebut, Abakaiden langsung menjawabnya. "Menarik, baiklah akan kucoba!"


Abakaiden saat ini duduk di atas singgasananya. Didepannya ada ribuan mahluk ciptaannya, lalu disisi kirinya ada Nue, dan disisi kanannya ada Roh Api.


"Ini tuan" sahutnya, dengan memberikan Helm Virtual Reality.


"Benda apa ini?" tanya Abakaiden, saat sedang memasangnya, lalu melanjutkan perkataannya, dengan berkata. "Bau sekali"


"M-maaf tuan, saya belum mencucinya--" paniknya, saat melihat tatapan kematian, yang berasal dari ribuan mahluk ciptaannya, Abakaiden.


"Tidak apa-apa, lalu setelahnya, harus apa?" tanya Abakaiden, saat memasukkan kepalanya kedalam helmnya.


"B-baik, yang Anda perlu lakukan hanyalah mengucapkan kata, START" sahutnya, dengan raut wajahnya, yang masih panik.


"SUTARTO!"


****************


Lalu, Abakaiden terjatuh kedalam dalam dunia Game. Dan di dalamnya ia bergumam. "Apa-apaan ini"


Silahkan pilihlah ras Anda. "HUMAN< ATAUKAH >DEMON?!"


"DEMON!" ketuk Abakaiden, didepan layarnya.


Selanjutnya silahkan tulis nama Game Anda.


"Abakaiden" ketiknya.


Game akan segera dimulai!


Abakaiden terpental jauh kedalam dalam dunia Game, perlahan-lahan ia membukakan kelopak matanya.


"Mantap!" serunya. Saat melihat-lihat keadaan kota disekitarnya.


***************************


Disisi lain, Nue memarahi bawahannya, yang memberikannya Helm Virtual Reality tersebut. Dan berkata. "Kenapa tuan pingsan?!"


"I-itu normal terjadi" sahutnya, dengan raut wajahnya, yang panik.


"Apanya yang normal?!" marahnya Nue, saat melihat lengan tuannya bergerak, dengan sangat liar.


Lalu saat Nue ingin mencabut helmnya, dengan sigapnya ia membentaknya. "J-jangan dicabut!"


"K-kenapa, kau mengagetkanku saja!" ucap Nue.


"Pokoknya, JANGAN!" sahutnya.


***************************


Abakaiden POV


"Umu, jadi begitu rupanya" ucap Abakaiden, saat membaca beberapa guide dari Game Online tersebut.

__ADS_1


"Berburu slime kah?" batin Abakaiden. "Kurasa itu tidaklah buruk" lanjutnya.


-4 Damage


-3 Damage


-5 Damage


-3 Damage


Kamu telah berhasil menyelesaikan quest (10/10) dari membunuh slime ketuk (Open) untuk membuka hadiahnya.


"Sungguh menarik" ucap Abakaiden, lalu iapun membuka hadiahnya, dari quest tersebut.


"16. kayu, 1. jeli slime, 1. unit pedang kayu, ..." bacanya.


Lalu, Abakaiden segera berdiri tegak dari duduknya, saat setelah membaca informasi tersebut.


Dan dengan kuda-kudanya, Abakaiden segera memegangi erat-erat, pedang kayu miliknya.


Dan berkata. "Majulah sini, kalian para slime!"


****************


Setelah seharian penuh bermain Game, Abakaiden beristirahat sejenak, guna membuat pikirannya lebih rileks. Lalu perlahan-lahan iapun, melepaskan helmnya, dari kepalanya.


Kini, Didepannya ada Nue yang sedang mencemaskan keadaan dirinya. Lalu Nue bertanya. "T-tuan, apa yang terjadi di dalam sana, apakah Anda terluka?!"


Dengan tatapan yang sudah ngantuk berat. Abakaiden menghela nafasnya, dan berkata. "Biarkan aku istirahat sejenak"


Mendengar ucapannya yang sangat-sangat lemas tersebut, Nue seketika memarahi salah satu bawahannya, yang memberikan helm virtual reality tersebut, dan berkata. "Karena perbuatannya!"


"T-tuan, mohon maafkan kecerobohan saya" ucap bawahannya, dengan raut wajahnya, yang memelas.


Lalu dengan perasaannya yang sudah lebih baik, Abakaiden berkata. "Tak apa-apa, justru aku sangatlah menikmatinya"


"Eh?" ucap Nue dengan raut wajahnya, yang bingung.


"Ehhhhhh?!" heboh seluruh bawahannya.


Melihat bawahannya yang heboh, Abakaiden segera melanjutkan perkataannya. "Baiklah, ayo kita bermain bersama sama!"


Chapter II: Kerusuhan, JANGAN Bercanda!


"Tolonglah jangan bercanda tuanku, jikalau semuanya ikut bermain Game, lalu siapakah yang akan menjaga kastil ini?" tanya Roh Api.


"T-Tolong ampunilah dosaku!" Izoudda menunduk dengan, posisi menungging dan memohon-mohon agar di ampuni.


"Jangan bergerak-gerak, karenakan kebodohanmu yang sudah tidak tertolong lagi itulah, tuan kita ikut-ikutan menjadi bodoh" ucap Penjaga Istana, dengan menodongkan senjata tajamnya.


Abakaiden, menghela nafas panjangnya dan berkata. "Sudah hentikanlah, ini bukan salahnya, bukankah sudah kukatakan padamu, jika ini menyenangkan"


Melihat bawahannya yang sedang heboh sendiri, Abakaiden merapalkan mantra miliknya. "Duplikat Benda: Helm Virtual Reality"


"Ini untukmu, Izoudda" ucap Abakaiden, dengan memberikannya helmnya, yang telah terduplikasi menjadi dua unit.


"Eh?" sahut salah satu bawahannya, yang sebelumnya telah memberikannya, Helm Virtual Reality tersebut.


lagi-lagi, Abakaiden merapalkan mantra miliknya, untuk yang kedua kalinya. "Duplikat Benda: Helm Virtual Reality"


"Dan ini, untukmu Nue, sambutlah" lanjutnya, dengan mengulurkan tangannya, lalu memberikannya.

__ADS_1


"T-terima kasih, tuan" sahutnya Nue, dengan perasaan, yang sedikit canggung.


Abakaiden perlahan menarik nafas panjangnya, lalu mengeluarkannya, dan dilanjutkan dengan berkata. "Release Aura!"


Iapun melepaskan kekuatan dahsyatnya, yang mana itu membuat kastilnya, bergetar dengan sangat hebat akan amukan Aura miliknya.


Dengan kekuatan, yang lebih-lebih dahsyat dari sebelumnya, iapun mampu merapalkan mantra miliknya, dengan kapasitas yang lebih besar. "Duplikat Benda 10,000 unit: Helm Virtual Reality"


Seketika, Helm VR tersebut, menghujani seluruh tubuh dari para bawahannya.


"Pakailah, itupun jikalau kalian punya nyali" ucap Abakaiden, dengan santainya.


Merasa diremehkan oleh ucapan tuannya, seluruh mahluk hidup, yang berada di dalam kastil, dengan sigap memasukkan kepalanya masing-masing, ke dalam helm tersebut.


"START!" Itulah, kata yang pertamakali dikatakan, oleh para mahluk ciptaannya.


"S-start!" sahut Nue.


"START!" ucap Izoudda.


"SUTARTO!" seru Abakaiden.


Dan setelah beberapa menit, semenjak berlangsungnya, proses login ke dalam, Game tersebut. Kini di dalam kastilnya, hanya menyisakan salah satu bawahannya, yaitu Roh Api.


"Oiii..." kagetnya Roh Api.


****************


Developer Game POV


"Apa-apaan ini?" kagetnya, saat melihat 10,000 player, secara mendadak, online masuk ke dalam Game buatannya.


"Ini, sangat aneh..." lanjutnya, dengan raut wajahnya yang masih terkejut.


****************


Abakaiden POV


Melihat bawahannya, yang terus bermunculan dari titik awal para player log on, membuatnya bergumam. "Ini, tidak ada habis-habisnya"


"Kurasa, ini sudah saatnya, untuk melanjutkan quest tersebut" ucap Abakaiden, dengan menatap serius layar miliknya.


Lalu, iapun melanjutkan perjalanannya, menuju tempat dimana monster dari quest tersebut, berada.


Dibelakangnya, ada ribuan player yang mengikutinya, yang mana itu adalah bawahannya. Karena hal tersebutlah Abakaiden, menarik perhatian dari para player lokal.


"A-apaan itu, mungkinkah semua ini hanyalah bot?"


"Report ah, cheater nih!"


"Banned, aja nih akun!"


"Cheater!"


Abakaiden, tertawa puas akan isi chat log tersebut, lalu iapun mengalihkan pandangannya, dan melanjutkan perjalanannya.


Namun, sebelum mencapai tujuannya, Abakaiden dicegat oleh para atasan dari game tersebut, dan salah satu dari mereka berkata. "Karena perbuatan konyolnya, server-server milik kita mulai mengalami perubahan drastis, seperti lag berat, dan server-server yang tiba-tiba penuh"


"Hah...?" herannya Abakaiden, dengan memiringkan kepalanya.


---------------------------<(´-﹏-`;)>---------------------------

__ADS_1


Terimakasih telah meluangkan waktu anda untuk membaca novel ini. Kritik dan sarannya, dipersilahkan.


__ADS_2