Glory Of God: Dewa Yang Bosan Dengan Hidup Nya

Glory Of God: Dewa Yang Bosan Dengan Hidup Nya
Chapter 17: Underground Civilization Ooal Undead


__ADS_3

Jauh diluar sana terdapat sebuah Guild bernama Rrrnim, yang lagi heboh membicarakan tentang kekuatan' Abakaiden.


Di dalam tavern guild, para petualang bersorak ramai dengan segelas bir di tangan mereka.


"Ahhh!" terdengar suara keras dari bentakan gelas yang berasal dari meja bir.


"Wah... Wah..., mereka benar-benar mabuk." ucap 'Co-Leader mereka.


"Fuhhh..., sepertinya memang begitu." sahut Leadernya yang sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya.


"Tapi yah, kesampingkan soal itu. Si Abakaiden ini, benar-benar musuh yang sangat kuat." sahut Co-Leader mereka.


"Ya..., Itu membuatku sedikit takut." ucap Leadernya.


Tidak hanya Co-Leader & Leader, mereka yang membahas tentang Abakaiden. Namun nampaknya para petualang juga sibuk membahas tentang dahsyatnya pancaran kekuatan aura yang dimiliki Abakaiden.


Lalu, di sudut ruangan guild tavern, ada seseorang yang sedang menguping percakapan antara Co-Leader & Leadernya, beserta percakapan para petualang di sana.


Orang itu duduk dengan santai di depan meja bir. Seakan-akan seperti dia tidak memikirkan keadaan sekitar guild tavern.


Lalu disaat kehebohan mulai mereda, ia bergumam. "Siapa sebenarnya Abakaiden itu?!"


"Mendengarnya saja sudah membuat buluk kudukku merinding." ia berbicara dengan sangat amat pelan.


"Yah..., entah apapun itu, yang jelas untuk sekarang. Aku harus kembali melapor, tentang hal ini, pada tuanku." ucap orang itu, lalu pergi meninggalkan tavern.


Hari berikutnya, semenjak setelah kejadian penyerangan dadakan itu. Abakaiden kini berdiam diri di dalam kamarnya, bersamaan dengan peliharaannya yaitu Worm Eater.


( Flashback )


Disisi lain. Tepatnya di Underground: Civilization of Undead. Ia duduk menunduk sambil mengawasi peliharaan buasnya yaitu Worm Eater.


"Tu-tuan, tolong berhati-hatilah." ucap penjaga itu, dengan menunjukkan raut wajah yang cemas.

__ADS_1


Abakaiden saat ini berada di bawah tanah dari penjara Civilization of Undead miliknya.


Dan juga, mengenai soal Worm Eater. Sebenarnya peliharaannya itu, tidak memiliki kesalahan apapun yang mengharuskannya untuk terjerumus masuk ke dalam penjara.


Hanya saja, karena ukurannya yang besar, itu membuat Abakaiden kerepotan mengurus tingkah lakunya yang super aktif.


Itulah sebabnya mengapa ia dikurung di dalam sel penjara. Selama hampir empat tahun lamanya.


( Flashback off )


Didalam kamarnya, Abakaiden tertawa terbahak-bahak. saat mengingat kembali kejadian pertama kali saat ia menangkap peliharaanya yaitu Worm Eater.


Ia bergumam. "Fufufu~..., kalau diingat-ingat kembali itu benar-benar kejam!"


( Flashback saat kejadian 4 tahun yang lalu )


Saat itu Abakaiden berada di dalam Underground: Civilization of Undead. Tepatnya di tempat tambang bersama dengan para penambang ras Undead.


"Bo-bodoh, ini hanya redstone biasa, yang aku perlukan adalah batu jenis rubi!" Abakaiden bergumam kesal dengan sendirinya.


Sebelum penambang itu menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba. Terlihat muncul, cacing besar dari sudut pintu masuk di tempat tambang.


Abakaiden yang melihatnya, sentak kaget. Dan langsung waspada dengan membuka lebar kuda-kuda nya.


Cacing itu mengerang keras dengan mengucapkan kalimat. "Rapal uka!"


"Kenapa harus, pakai bahasa rumit segala, oii." Abakaiden berkata dalam hati selagi mencoba untuk menterjemahkan kata-kata tersebut.


Proses selesai, arti terjemahannya adalah. "Aku lapar!"


-"Begitu rupanya..."


"Rrraaarrrhhh!!" cacing itu menggila akibat dehidrasi dan juga kelaparan.

__ADS_1


"Sudah-sudah tidak perlu takut, sini mendekatlah, aku akan memberimu beberapa potongan daging." ucap Abakaiden.


"Rrraaarrrhhh!!" cacing itu seketika menggila mengejar makananan yang diletakkan oleh Abakaiden.


"Wuahahahahaaa..., dasar mahluk bodoh, sebenarnya itu adalah jebakan yang ku manipulasi bentuknya menyerupai bentuk makanan!" Ia bergumam dengan raut wajah yang tersenyum lebar.


"RRRAAAGGGHHH!!!" Gerungan keras Worm Eater.


Dan seketika, cacing itu pun terjepit oleh jebakan jenis 'Spike Trap, dengan tubuh yang menggeliat kesakitan.


Setelah itu Abakaiden bergumam. "Luar biasa, dia masih mampu bertahan, hmmm..., coba kulihat stat nya."


Status:


MP: ( 35/75 )


HP: ( 70/200 )


Ras: Cacing Raksasa


Title: Worm Eater


Level: 3


EXP: ( 33/400 )


Untuk saat ini, tidak memiliki skill apapun.


Untuk saat ini, tidak memiliki pemilik.


Untuk saat ini, tidak memiliki teman.


"Luar biasa..." Abakaiden berdecak kagum akan stat dari cacing tersebut.

__ADS_1


-"Tunggu, 'Untuk saat ini, tidak memiliki pemilik', katamu?!."


( Flashback off )


__ADS_2