Glory Of God: Dewa Yang Bosan Dengan Hidup Nya

Glory Of God: Dewa Yang Bosan Dengan Hidup Nya
⟨Chapter 5⟩


__ADS_3

****************


Sesampainya masuk kedalam, Abacaden langsung disambut ramai oleh para bawahannya.


Didepannya Ia menjumpai mahluk paruh baya yang telah hidup hampir sekitar 200 tahun.


Ia adalah mahluk jenis ras raja goblin, mereka memang dikategorikan sebagai ras yang langka.


Dengan jubah hitam beserta jenggot berwarna ungu yang tertanam di dagunya. Pria paruh baya itu segera menunduk hormat akan kedatangan tuannya.


Melihat bawahannya yang terus menunduk hormat tanpa henti, Ia berkata. "Sudah-sudah berdirilah"


"Bagaimana, apakah proses pembuatan mata uang berjalan mulus?" Tanya Abacaden.


Mendengar ucapannya Abacaden, raja goblin tersebut langsung berkata. "Tentu saja tuan!"


Di tengah kerumunan para pekerja. Abacaden mulai berbincang-bincang berbagai hal mengenai keuntungan.


Tiada angin dan hujan, tiba-tiba saja pria paruh baya tersebut langsung kepikiran dan berkata. "Perdagangan!"


Mendengar teriakkan antusias pria tersebut Abacaden langsung merespon nya dan berkata. "A-apa?! ehem... Perdagangan kah?"


"Ya itu benar tuan, pasar tentu sangat dibutuhkan oleh karena itu, bagaimana jika kita membangunkannya ditengah-tengah hutan"


"Pasar ya, kurasa itu tidak buruk" Jawab Abacaden.


"Ngomong-ngomong, apa kalian pernah terpikirkan untuk membuat mata uang dari serat kapas?" Tanya Abacaden.


Menurutnya serat kapas lebih lentur dan tidak mudah sobek.


Namun dikarenakan tidak ada tanaman kapas yang tumbuh disekitar hutan.


"Apa itu serat kapas?" Tanya raja goblin dengan raut wajah yang heran.


"Tidak, lupakan saja, kurasa lebih baik jika kita menggunakan material timah, perak dan emas"


Seperti pada umumnya, logam timah memang dikategorikan sebagai mata uang termurah setelah logam perak, dan logam emas.


"1 Keping emas sama dengan 100 keping perak dan 100 keping perak sama dengan 1000 keping timah"


Abacaden mencoba menjelaskan detail nya kepada pria paruh baya tersebut.


"Keren! anda memang hebat dalam segala hal, tuanku Abacaden yang super duper absolut!"


"Tidak usah berlebihan, aku tau itu juga karena menonton anime🗿" Jawab Abacaden.


Abacaden menjelaskan semuanya dengan detail, Itu karena material emas lebih bernilai ketimbang material logam yang lainnya.


"Baiklah kurasa sudah cukup, sisanya kupercayakan padamu!"


Abacaden pergi meninggalkannya beserta yang lainnya.


"Sampai nanti, terimakasih telah berkunjung!"


Teriaknya pria paruh baya tersebut dengan melambai-lambaikan tangannya.


****************

__ADS_1


Abacaden segera melanjutkan perjalanannya dan pergi jauh dari kesibukan hutan, Ia terus berjalan lurus di jalur yang sepi.


Tiba-tiba saja samar-samar Ia melihat Cahaya Biru beserta gadis yang berenang tanpa busana di sungai.


Itu adalah Nue dan Roh Api, seketika Abacaden langsung pergi menjumpai mereka.


"Apa yang kalian lakukan disini" Tanya Abacaden yang keluar dari semak-semak.


Nue yang tanpa busana langsung tersipu malu dan langsung menutupi bagian dadanya.


Dan Roh Api hanya terdiam ketika melihat tuannya yang tiba-tiba saja muncul dari semak-semak.


Melihat tuannya yang sedang menghadap lurus kearah nya, tanpa basa-basi, Ia langsung berkata. "T-tuan kamu mesum!"


Nue langsung melemparkan gayung nya kearah Abacaden.


"T-tidak kau salah faham! Ini tidak seperti yang kamu bayangkan!" Abacaden menjawabnya dengan feminim.


Tapi seperti biasa, raut wajahnya yang datar sangat tidak membantu.


Nue sedikit menunjukkan raut wajah yang heran akan kedatangannya yang tiba-tiba dan tidak berwibawa.


Dengan perasaan yang sedikit lebih baik, Ia berkata.


"Ya ampun~ Tuanku ada perlu apa kamu datang kemari?"


"Tidak, Aku hanya kebetulan lewat saja" Jawab Abacaden.


Tanpa basa-basi Ia langsung ikut bercebur ke dalam sungai, dan menghasilkan cipratan air yang dahsyat. 🌊


Air yang awalnya bening langsung berubah menjadi keruh akibat dahsyatnya hempasan yang berasal dari terjunan bebasnya Abacaden.


Nue yang melihatnya berenang renang tidak jelas kemana-mana, Itu membuatnya sedikit risih. Ia melanjutkan perkataannya. "D-Dasar mesum!"


Nue dengan raut wajahnya yang merah merona langsung bergegas pergi meninggalkannya.


Roh Api, yang sedang melayang-layang didepannya langsung berkata. "Selamat pagi, tuan!"


Mendengar ucapannya itu, Ia langsung membalasnya dengan kata. "Selamat pagi, Roh Api!"


"God Cather" Ia merapalkan mantera nya kearah Nue.


Tangan dewa yang tak terlihat, langsung menariknya mundur ke sungai, dengan raut wajah yang panik Nue berteriak. "KYAHHHH! >////<"


"K-Kenapa anda begitu mesum!" Tanya Nue dengan raut wajah yang semakin merona.


Hold Up!🗿


"Jangan salah faham, aku sama sekali tidak tertarik dengan tubuhmu itu" Ucap Abacaden dengan raut wajah yang datar.


"Mesum! Mesum! Mesum! Tuan harus bertanggung jawab!" Teriak histeris Nue dengan sedikit air mata di wajahnya.


Roh Api, hanya terdiam melihat kekonyolan mereka.


Di sisi lain.


Anak-anak berusia 7 tahun ras goblin, yaitu Zeus dan Artemis, kembali berenang di tepian sungai, tepat setelah kepergian tuannya Abacaden.

__ADS_1


"Permen ini, enak banget!" Ucap Artemis.


"Menurut ku, rasa lemon lebih enak!"


"Tidak, rasa anggur lebih enak!" Jawab Artemis.


Mereka, menatap satu sama lain dengan raut wajah yang cemberut.


"Cobain dulu, lemon lebih enak!"


Zeus mengumpalkan permen rasa lemon ke lobang hidung nya Artemis.


"Woii!" 💢Artemis yang sedang marah, tiba-tiba dikagetkan, dengan tumpukan balok kayu, yang larut mengapung di atas perairan.


"Kayu?!" Gumam Zeus.


Disaat yang tepat, Artemis langsung mengumpalkan permen rasa anggur ke gigi nya Zeus.


"Enak kan!" Tanya Artemis.


"Wuih enak banget!" Jawab Zeus dengan raut wajahnya yang sangat gembira.


Artemis yang merasa tidak puas akan reaksinya, langsung menaiki balok kayu-kayu, yang mengapung di atas air, dan pergi menghiraukannya.


"W-Woi tunggu!"


Zeus segera ikut menaiki balok kayu-kayu, yang mengapung di atas air, dan mengikutinya dari belakang Artemis.


Karena mereka berdua terlalu menikmati kenikmatan dari enaknya permen pemberian tuannya.


Hingga membuat mereka tak sadar akan keadaan sekitar, dan terus berlarut di tepian sungai.


Arus semakin kencang dikarenakan angin dari alam, mereka terombang-ambing larut, hingga menjumpai tiga mahluk yaitu Nue, Roh Api, Abacaden.


"Awas!" Teriaknya Artemis & Zeus.


Dari ketinggian air terjun yang berkisar lima puluh kaki dari permukaan, mereka terbang kebawah, tepat dan mengenai pundak Abacaden.


Karena dorongan yang terlalu kuat, itu membuat Abacaden terpental maju, dan mengenai Nue.


Nue yang berada didepannya, hanya terdiam kaku sembari melihat wajah tuannya yang tertempel di belahan dadanya.


"K--KYAAARRRGGGHHHHHH!!!" Nue seketika berteriak histeris.


Nue seketika bertransformasi mengubah tubuhnya menjadi macan, ber kepalanya monyet, dan tumbuh ekor ular yang panjang tepat di belakangnya.


"Bjir, gak sengaja!" Gumamnya Abacaden.


Langit-langit perlahan menjadi murung, awan-awan juga perlahan berwarna hitam pekat.


"Dasar bodoh, Ini tidak sengaja!"


Abacaden seketika merinding ketakutan saat melihatnya bertransformasi.


"Roh Api, bawalah lah anak-anak goblin ini, ke tempat yang lebih aman" Perintah Abacaden.


Artemis & Zeus segera dibawa pergi oleh Roh Api, ke tempat yang lebih aman.

__ADS_1


"Astaga naga, padahal aku hanya ingin mendiskusikan soal pembangunan kastil" Abacaden menghela nafasnya.


__ADS_2