
...****************...
🔥🔥🔥
"Bersiaplah Kami-sama!"
Abacaden perlahan mulai mengeluarkan seluruh tenaga dewa nya.
"Majulah Abacaden!"
Kami-sama menjawabnya dengan raut wajah yang sangat semangat!
Perlahan ia juga mengeluarkan seluruh tenaga dewa nya, dan langsung menerjang Abacaden yang sedang berada dibawah.
Gumpalan awan yang ada di langit langsung berlobang itu karena libasan kecepatan tinggi dari Kami-sama.
"Lahir lah mahluk purba jenis Megalodon!" Abacaden merapal kan mantera nya.
Dengan tangan dewa nya yang sangat besar, Ia mampu mengangkat Megalodon tersebut dengan satu tangan.
Dan langsung melemparkannya kearah Kami-sama.
"Apa-apaan, dengan taktik letoy seperti ini" Kami-sama mengoceh akan kekecewaannya.
Di ketinggian lima ribu kaki dari permukaan bumi, tanpa basa-basi ia langsung menerjang masuk ke dalam tubuh Megalodon tersebut.
"Hahaha ini seperti tumpukan jelly" Gumamnya Kami-sama.
Itu karena baginya mudah saja untuk menembus isi perut dari Megalodon tersebut.
Sesaat setelah keluar dari isi perut Megalodon, Ia menjumpai Abacaden yang sedang menghadangnya.
"Kau terkoceh!"
Abacaden yang berada dibalik Megalodon sudah bersiaga dengan pukulan tinjunya.
"Oh sial!"
Kami-sama yang sedang panik, segera memperlambat waktunya. ⏳
"Kali ini dia benar-benar serius melawanku!"
Kami-sama mulai kembali bersemangat dengan serangan kejutan yang dilancarkan oleh Abacaden.
"Mungkin ini sudah cukup, tidak masih belum!"
Ia terus bergumam selagi menyerap seluruh daging dan tulang yang berasal dari Megalodon tersebut.
Dengan kekuatan mistis yang dimiliki oleh Kami-sama, ia mampu menyerap seluruh daging dan tulang belulang yang berasal dari Megalodon.
Lalu dengan sekejap mata, Ia mampu mengubahnya menjadi perisai utuh.
"Kekuatan mu itu menarik sekali!" Gumamnya Abacaden.
Abacaden segera meretakkan perisai yang dibuatnya.
"Sudah kuduga!--"
Tanpa pikir panjang, Kami-sama segera berpindah posisi tepat dibelakangnya, dan menendangnya ke langit.
"A-apa?! Lagi-lagi dia berpindah tempat!"
Abacaden terpental jauh ke angkasa dikarenakan serangan dahsyat dari Kami-sama.
"Tapi, aku berterimakasih dengan ini posisi ku jauh lebih menguntungkan--" Gumam Abacaden yang mengambang di luar angkasa.
Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Kami-sama muncul dari belakangnya.
"Ba-bagaimana bisa kau berpindah posisi dalam jarak yang sejauh ini--" Tanya Abacaden dengan raut wajah yang panik.
"Apa kau lupa, kita ini adalah dewa!🗿"
"Oh begitu ya, kurasa kau memang benar!🗿" Abacaden menjawabnya nya dengan raut wajah yang kembali datar.
Namun sebelum Kami-sama menendangnya untuk yang kedua kalinya.
Abacaden sudah bersiaga untuk menangkal serangan yang dilancarkannya, segera Abacaden langsung mencengkeram erat kaki dari Kami-sama.
Dan memutar-mutar kan tubuhnya, namun sialnya tubuhnya Abacaden juga ikut terputar.
"Lepaskan kaki ku dari tangan kotormu itu, tidaaak~"
Kami-sama seketika berteriak histeris dengan nada feminim nya.
Mereka berdua terus berputar dengan kecepatan cahaya, dari angkasa hingga sampai ke permukaan bumi hanya dalam kurun waktu lima detik.
__ADS_1
"Kurasa sudah waktunya untuk serius, Kami-sama!"
"Ya kau benar Abacaden!"
Abacaden dan Kami-sama segera berdiri dan menyapu bersih pakaiannya mereka masing-masing.
"Aku akan mengakhiri hidupmu dalam satu serangan"
Abacaden menatap wajahnya dengan raut wajah yang sangat serius.
"Aku yang akan terlebih dulu mengakhiri hidupmu"
Kami-sama menatap nya dengan raut wajah yang sangat amat bosan.
"Baiklah mari kita lihat siapa yang mampu bertahan"
Abacaden segera merapalkan mantra andalannya.
"Fufufufufu!"
Kami-sama segera berpindah posisi dalam sekejap, Ia langsung berada di ketinggian melebihi batas awan.
"Itu cheat woi"
Meskipun dia menganggap Kami-sama adalah dewa curang, namun dia masih merasa jika dia lebih unggul dibandingkan Kami-sama.
"Dengan meteorit ini kau akan lenyap bersamaan dengan partikel-partikel"
Meteorit besar kini berada tepat digenggamnya, dengan mengekstrak nya menjadi bola kecil, ini akan membuat daya ledaknya lebih baik daripada sebelumnya.
"Percuma saja, aku dapat menghindarinya dengan mudah"
Kami-sama tertawa dengan raut wajahnya yang meledek.
"Di dalam nya sudah ku tanam chip, sama seperti bagaimana aku menanamkan chip di kaki mu"
Abacaden mengejeknya dengan fakta yang tidak terbantahkan.
"Dengan ini tamatlah riwayat mu!"
Abacaden segera melemparkan meteorit kecilnya yang berkecepatan tinggi.
"Celaka!--"
Mau menghindari kemanapun meteorit akan tetap mengikutinya.
Kami-sama segera berpindah posisi dibalik tubuhnya Abacaden.
"Dengan ini, meteorit tersebut akan menghantam tuannya sendiri!"
Kami-sama tertawa puas akan kegagalannya Abacaden.
"Oh gitu, pantas aja dari tadi kau tidak menyerang"
Abacaden menyadari jika Kami-sama hanya menahan serangannya guna melindunginya dari ledakan dahsyat.
"Ya pada dasarnya memang ini rencananya"
Abacaden menjawabnya dengan raut wajah yang datar tanpa basa-basi ia langsung mengikatkan tubuhnya menyatu dengan tubuhnya Kami-sama.
"Oh ya ampun~ kau ingin mati bersamaku bukan"
Abacaden berbicara dengan nada feminim nya namun raut wajahnya yang datar tidak sangat membantu.
"Dewa psikopat lepaskanlah aku, KYAHHH 🗿"
Kami-sama yang tidak harus apa, mencoba mengikuti peran yang dibawakan oleh Abacaden.
Pada dasarnya mereka adalah mahluk yang kekal dan abadi.
"Hahaha, lebih baik kita sudahi pertunjukkan hari ini!"
Abacaden melepaskan ikatan rantainya dan melenyapkan meteorit tersebut dengan sekejap mata.
"Baiklah, seperti yang anda inginkan!"
Gadis bernama Kami-sama tersebut meninggalkannya sendirian di tanah kosong.
"Aku akan kembali ke dimensi surga, sayonara 🗿"
"Ya sayonara 🗿"
"Apanya yang musuh bebuyutan, rival ku sudah lama mati"
Gumamnya Abacaden dengan raut wajah yang sangat-sangat sedih.
__ADS_1
Ia yang berjalan pulang sambil menatap ke atas langit.
...****************...
Sesampainya di hutan, berbagai macam jenis ras menyambut kepulangannya.
"Ara Ara~ tuanku selamat datang kembali!"
Ucap penjaga ras jenis demon lord dengan senyuman manis nya, itu adalah Nue.
Ratusan mahluk ciptaannya menunduk setia padanya,
jalan terbuka lebar ia bisa saja langsung lewat begitu saja.
"Yo, makhluk-makhluk kesayangan ku" Abacaden seketika menyapa seluruh mahluk ciptaannya.
Tet📈🎉
Tet📈🎉
Tet📈🎉
Lagi-lagi konfeti berhamburan keluar dimana-mana.
"Selamat datang kembali tuanku yang absolute Abacaden!"
Teriak seorang penjaga ras jenis peri.
"Barusan pertempuran yang luar biasa! tuan"
Ucap penjaga ras jenis goblin.
"Selamat atas kemenangannya tuan!"
"Sudah cukup atas pujiannya 😆"
Ia tentu tersipu malu akan pujian berlebihan yang diberikan oleh para penjaga disekitarnya.
"Ampun bang jago 🗿"
"Baiklah, dikarenakan Kami-sama telah lenyap, aku akan memutuskan untuk membuat koloni disini!"
Teriaknya Abacaden dengan semangat dan antusias!
"Berita yang mengejutkan!"
"Luar biasa, tuanku!"
"Berita baik!"
Tidak sampai satu menit seluruh mahluk ciptaannya terkumpul di satu tempat, itu karena cepatnya berita yang melebar luas.
"Baiklah yang pertama, untuk para atasan ras jenis peri, kalian akan mendapatkan otoritas tinggi dariku!"
"Aku mengizinkan kalian mengelola sembur daya alam dengan bebas, tanah-tanah hutan akan menjadi milik kalian, semua atas izin dari ku!"
Para penjaga beserta penduduknya yang berjenis ras peri saling bersorak-sorai gembira bahagia setelah mendengar ucapannya Abacaden.
"Terimakasih atas kemurahan hati anda tuanku Abacaden!"
Seorang pria paruh baya ber jenis ras peri menangis haru akan kebaikan yang dilakukannya.
"Tak masalah, kakek!" Abacaden menepuk pundaknya dengan raut wajah yang gembira.
"Baiklah yang kedua, untuk para atasan ras jenis goblin, kalian akan mendapatkan otoritas tinggi dariku!"
"Aku akan mengizinkan kalian mengelola sumberdaya keuangan, bidang keuangan akan menjadi hak kalian, semua atas izin dari ku!"
Para goblin yang mendengar ucapannya itu, langsung menerjang semak-semak dan bergelantungan dimana-mana.
Mereka tidak bisa menahan kegembiraan yang berasal dari ucapannya Abacaden.
"Semangat ku berapi-api, Luar biasa tuanku yang super duper absolut!"
"YESSS! Luar biasa tuanku Abacaden yang super duper absolut!"
"Serahkan pada kami, tuanku Abacaden yang super absolut!"
Para goblin ciptaannya, berteriak histeris dengan semangat yang berkobar-kobar.
Abacaden terus melanjutkan hingga hari makin gelap.
Meskipun begitu seluruh mahluk ciptaannya tak henti-hentinya bersemangat dan antusias mengikuti bimbingan yang diberikan oleh Abacaden kepada mereka.
Saat ini keramaian hutan sedang gila-gilaan, berbagai macam jenis ras berkomunikasi satu sama lain.
__ADS_1
Mereka sangat antusias akan perubahan dan dampak dari koloni ini di masa depan.