
...****************...
Hari berikutnya, di pagi hari yang cerah semua nya beraktivitas sebagaimana normalnya.
"Ohayou good morning sekai world"
Mahluk jenis ras goblin yang masih kecil menari-nari ditengah kerumunan hutan.
"Sedang apa kau" Tanya kawannya yang sesama ras.
"Tidak, aku hanya sedang mencari kumbang" Ia menjawabnya dengan raut wajah yang sedikit panik.
"Dasar aneh, mending ikut pergi dengan ku ke sungai" Ajak Temannya Zeus.
"Aku akan ikut dengan mu!" Artemis langsung menerima ajakan tersebut.
"Hey Artemis apa kau tahu, papan-papan pinggir sungai ini, dibuat oleh ayahku loh!"
Dia mengatakan nya selagi menunjukkannya.
"Wuih keren, aku baru tahu nya sekarang"
Artemis menatap wajahnya dengan mata yang berkilau. (☆▽☆)
Disisi lain.
Dua ekor naga ciptaannya Abacaden terus menyemburkan lahar panas dibelakang tempat pengrajin pedang.
Mereka yang ras jenis naga memang diperintahkan untuk meringankan beban para pekerja tambang dan para pengrajin pedang.
Lahar panas nya sang naga nanti akan diproses secara primitif menjadi tumpukan besi.
"Ini, jauh lebih menyenangkan daripada saat aku berterbangan tidak jelas di atas ketinggian langit"
"Ya kau benar, rasanya ini membuat tubuhku jauh lebih sehat🗿"
Selagi berbicara disaat-saat sela, mereka para naga terus menyemburkan laharnya ke dalam ember besar.
"Mantab! kalian sangat membantu kami, aku dan yang lainnya sangat berterimakasih kepada kalian!"
Ucap seorang paruh baya yang bekerja sebagai pengrajin pedang.
"Tak apa nak Lein, kami dengan senang hati membantu"
Salah satu dari naga ciptaannya menyahut rasa terimakasihnya Lein.
"Semenjak tuan kita memberikan arahan perintahnya, hutan ini jauh lebih terorganisir dari sebelumnya" Ucap teman sebayanya.
"Ya kau benar!" Lein menyahut ucapan teman sebayanya.
Di tengah kerumunan hutan, tiada angin dan hujan, tiba-tiba orang yang dibicarakannya mendadak muncul.
Kepulan angin berhembus kencang akan kemunculannya.
Dedaunan lebat seketika terkikis habis hingga hanya menyisakan tunggal pohon.
"T-tuan?!"
"Maaf atas kecerobohan kami yang tidak menyadari akan kedatangan anda!"
Belum sempat menunduk, Abacaden langsung menghentikannya.
"Maaf jika kemunculanku mengagetkan kalian"
"Anda tidak perlu meminta maaf, seharusnya kami lah yang harusnya--"
__ADS_1
Dua ekor naga beserta Lein dan kawan sebayanya menunduk hormat takjub kepada tuannya.
Melihat tunduk hormat kesetiaan para bawahannya, Ia hanya bisa terdiam kaku.
Dengan raut wajahnya yang tersenyum masam, Abacaden berkata.
"Baiklah, kalian bisa berdiri sekarang!" Meski begitu.
Tubuhnya tak mampu menahan rasa geli karena formalitas yang dilakukan bawahannya.
"Bagaimana, apakah proses nya berhasil?"
"Tentu saja tuan!"
"Silahkan masuk tuan!"
Abacaden dipersilahkan masuk menuju gerumunan pengrajin pedang.
Semua orang yang ada didalamnya langsung terfokuskan menatap akan kedatangan tuannya.
Tanpa basa-basi, mereka segera berlutut dihadapan para atasan beserta tuannya yang absolut.
"Selamat datang tuan!"
Ucap seluruh mahluk yang berada disekitarnya.
"Selamat pagi, semua nya!"
Abacaden menjawab sambutannya dengan raut wajah semangat.
Dia adalah tipe penguasa yang ramah, jadi tak heran jika dia senangi oleh seluruh mahluk ciptaannya.
"Berapa banyak jumlah pedang yang telah kalian bikin?" Ia bertanya kepada bawahannya.
Tidak hanya pedang.
"Saat ini mungkin jumlahnya sudah lebih dari 100 set" Jawab salah satu pengrajin.
"Oh begitu ya, baguslah" Abacaden menunjukkan jempol kagum akan ketekunan bawahannya.
Saat ini, Ia sedang merenung memikirkan bahan-bahan material yang berpotensi berkualitas tinggi.
"Baiklah kurasa mungkin sudah saatnya, aku kembali"
Ia segera pergi meninggalkan para bawahannya yang sedang melambai-lambai kan tangan kepadanya.
Tanpa sengaja di perjalanannya, Ia menjumpai sebuah gudang yang melengkung lebar.
"Begitu ya, hanya dalam satu hari mereka para goblin sudah mampu untuk membangun gudang uang"
Kagum Abacaden terhadap kecerdasan yang dimiliki bawahannya.
Ia terus bergumam dengan tangan yang menyatu dengan dagu, hingga salah satu seorang penjaga ras jenis goblin menyapanya.
"Tuan ku, selamat datang!"
Goblin tersebut menyapa dengan raut wajah yang sangat antusias.
"Silahkan masuk tuan!"
Sesaat setelah masuk ke dalam gudang Ia dikagetkan dengan mekanisme kerja automatis yang dirancang oleh salah satu bawahannya yang berjenis ras goblin.
Abacaden perlahan memasuki pintu gerbang dari gudang tersebut.
"Luar biasa!" Ucap nya dengan semangat.
__ADS_1
Dan lagi-lagi Ia kembali terkagum kagum akan kejeniusan yang dimiliki oleh bawahannya.
Itu karena mereka mampu menciptakan mekanisme kerja automatis tersebut.
"Luar biasa! Aku bangga kepada kalian!"
Teriaknya dengan raut wajah yang sangat semangat!
"Ngomong-ngomong siapa yang menciptakan mekanisme ini?" Tanya Abacaden.
Di sisi lain.
Dua mahluk jenis goblin berukuran kecil yang bernama Artemis & Zeus.
Mereka terus membanding-bandingkan tentang apa saja yang ayah mereka buat.
"Tapi apa kau tahu, Ayahku berhasil membuat mekanisme kerja automatis hanya dalam kurun waktu dua hari"
Jawab Artemis setelah mendengar bahwa.
Ayahnya si Zeus lah yang telah membuat batang-batang di pinggir sungai.
"Heh... menarik!" Jawab Zeus dengan santai.
"Itu benar penciptanya nya adalah ayahku!"
Artemis kembali melanjutkan perkataannya dengan raut wajah yang bangga.
"Wuih... seriusan nih?" Tanya Zeus.
"Untuk apa aku berbohong ikutlah denganku ke sana"
Artemis dan temannya Zeus segera meninggalkan sungai.
Sesampainya di tujuan, Artemis dan temannya Zeus dikagetkan dengan kedatangannya Abacaden.
"Wah! (☆▽☆) Senang bisa berjumpa dengan mu Tuanku Abacaden yang absolut"
Artemis dan Zeus menyambut kedatangannya dengan sangat gembira seperti anak-anak pada umumnya.
Belum sempat Abacaden menjawab perkataan nya, anak kecil Artemis berusia 7 tahun langsung berkata.
"Apa kau tahu, ayahku loh yang membuat mekanisme kerja automatis tersebut! ( ╹▽╹ )"
"Woah itu pencapaian yang sangat keren!"
Abacaden menjawabnya dengan raut wajah yang tersenyum hangat.
Baginya meladeni anak-anak lebih mudah ketimbang meladeni ayah mereka.
Sesaat setelah mendengar apa yang diceritakan oleh Zeus dan Artemis seketika anak-anak goblin yang lainnya, beramai-ramai mendatanginya.
"Anak-anak ini tumbuh dengan baik" Gumamnya Abacaden selagi Ia dikelilingi oleh anak-anak goblin tersebut.
"Baiklah, anak-anak sebagai tanda perpisahan, aku akan memberikan kalian gula-gula manis!"
Abacaden menghamburkan berbagai macam jenis permen kepada anak-anak goblin yang masih dalam pertumbuhan tersebut.
Penjaga yang berada didepannya, merasa tidak nyaman dengan kondisi tuannya yang sedang dikerumuni oleh anak-anak, Ia langsung berkata
"Ayo, anak-anak jangan merepotkan tuan Abacaden!"
Penjaga jenis ras goblin tersebut membukakan pintu gerbang untuk tuannya.
"Terimakasih atas permennya! 🍬" Ucap salah satu dari anak-anak goblin tersebut.
__ADS_1
Abacaden tersenyum haru melihat keceriaan dari anak-anak goblin tersebut.
Segera setelah membagikan permen. Ia bergegas masuk melalui pintu gerbang menuju bagian dalam dari gudang uang.