
Darel sedang dalam perjalanan menuju apartemen Pretty, dia sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Pretty. Dan kini sudah saatnya Pretty tahu siapa dia di dalam hidupnya, egois memang tapi hati tidak bisa di paksakan, sekalinya menginginkan pasti harus di dapat. Tanpa Darel sadari orang yang ingin dia temui sedang tidak berada ditempat.
Setelah tiga puluh menit, Darel sampai di parkiran apartemen Pretty. Darel turun dari mobilnya langsung menuju ke dalam gedung apartemen tersebut. Dengan menggunakan lift Darel naik ke lantai 4 dimana kamar apartemen Pretty berada.
Darel menekan bel pintu apartemen Pretty, tapi tak kunjung pintu itu terbuka, sudah lebih sepuluh kali banyaknya Darel menekan bel tapi pintu itu tidak juga terbuka. Akhirnya Darel memutuskan kembali ke parkiran, untuk menunggu Pretty disana mungkin saja orangnya lagi keluar pikir Darel.
Sedangkan Dimas dan Pretty sudah selesai dengan acara makan mereka, kini mereka berdua sedang membicarakan tentang keberangkatan Dimas ke London dua hari lagi. Pretty yang sudah di beri tahu oleh Dimas merasa sedikit sedih, karena selama ini dia terbiasa ada Dimas di samping nya, hadirnya Dimas dalam hidupnya membuat hari harinya bewarna. Namun kini Dimas ingin pergi ke London dan itu tidaklah dalam waktu singkat.
Dimas yang melihat Pretty murung jadi tidak tega untuk meninggalkan nya, tapi dia tidak bisa dia harus pergi ke London. Papanya sedang membutuhkan dirinya, bagaimana bisa dia membiarkan Papanya dalam keadaan seperti ini.
" Pretty kamu tidak perlu murung begini, aku hanya pergi dalam waktu sebulan paling lama,,,," jelas Dimas lagi,
" Tapi bagi aku itu lama Dimas, aku sudah terbiasa denganmu, aku disini tidak ada siapa-siapa selain kamu Dim,,,, wajar aku sedih dengan kepergian mu,,,," tukas Pretty,
" Iya aku tau, kan masih ada Lisa, aku akan balik ke Indonesia secepat, aku juga tidak tahan lama lama jauh dari mu,,,," ujar Dimas membujuk Pretty yang sedang sedih itu,
" Kamu janji ya harus balik secepatnya,,,, kalau kamu balik ke Indonesia jangan lupa belikan aku oleh oleh dari Inggris yaaa,,,,," akhirnya Pretty pun mengerti, walau dia masih tidak rela,
" Kalau gitu mari kita pulang,,,," ajak Dimas
Mereka berdua pun pulang setelah selesai membayar makanan mereka.
************
Sudah setengah jam berlalu, Darel masih setia menunggu Pretty di parkiran apartemen itu, sesekali dia melihat kesana kemari untuk mencari keberadaan Pretty.
Dimas mengantarkan Pretty terlebih dahulu ke apartemennya, setelahnya baru dia pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan pulang Pretty tertidur di dalam mobil mungkin karena lelah seharian bermain dan berlarian kesana kemari di pantai. Dimas yang melihat Pretty tertidur tersenyum, karena wajahnya yang cantik natural tanpa polesan make up di tambah lagi dia tertidur dengan damainya.
Sedangkan Darel masih menunggu Pretty sambil memainkan ponselnya, sebenarnya dia sudah bosan tapi demi seorang wanita yang dia cintai dia rela menunggu bahkan sampai kapanpun itu. Bagi Darel saat ini hanya Pretty yang penting, setelah masalahnya dan Pretty selesai dia akan mulai kehidupan barunya dengan Pretty. Tanpa dia sadari bahwa orang yang dia harapkan sudah tidak lagi menginginkan dirinya, Pretty sangat kecewa dengan Darel.
Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya mobil yang dikendarai Dimas sampai di parkiran apartemen Pretty. Dia membangun Pretty yang masih terlelap dalam tidurnya itu, dia tidak tega tapi dia juga tidak mau lancang dengan menggendong Pretty.
Pretty pun yang tidurnya merasa terganggu segera bangun, dan melihat sekelilingnya tak lama kemudian dia sadar ternyata sudah sampai di depan apartemen nya.
__ADS_1
" Maaf aku membangunkan mu,,," ujar Dimas merasa bersalah,
" Iyaa, tidak apa lagian kan ini juga sudah sampai, kalau kamu mau gendong aku berat lho kan makan aku banyak,,,," canda Pretty agar Dimas tidak merasa bersalah lagi,
" Ya udah sekarang ayo kita turun, aku anterin kamu sampai dalam,,," ajak Dimas,
" Oke baiklah,,,," kata Pretty.
Kemudian mereka berdua turun dari mobil, berjalan beriringan sampai gedung yang terdiri dari 6 lantai itu, tanpa mereka sadari Darel melihat mereka berdua dan itu membuat hati Darel sakit dan seketika amarah menguasainya, tapi dengan cepat dia mengendalikan dirinya.
Dimas dengan usil menjahili Pretty yang ada di sampingnya itu, dengan mencolek bahunya dan itu membuat Pretty menoleh kepadanya tapi dengan cepat Dimas membuang mukanya agar dapat menghindari tatapan gadis di sebelahnya itu. Dia tau kalau Pretty masih mengantuk dan paling tidak suka jika bahunya di colek begitu, tapi itu menjadi kesenangan sendiri untuk Dimas.
Yang seharusnya sudah sampai di depan gedung apartemen itu malah tidak kunjung sampai, karena mereka berdua sibuk bersenda gurau jadi itu menunda langkahnya. Darel yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya melihat apa yang mereka lakukan segera menghampirinya.
" Pretty, panggil Darel,,, " saat dia sudah sampai di depan Pretty dan juga Dimas yang berada tidak jauh dari Pretty karena langkah nya sempat tertunda karena melihat Darel melangkah ke arah mereka berdua.
" Iya, kenapa kamu disini," tanya Pretty,
" Aku ingin ngomong sama kamu, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu, tapi hanya kita berdua aja,,," ujar Darel dan menyelipkan kata sindiran kepada Dimas,
" Ngomong aja disini, akan aku dengar emang apa yang mau kamu bicarakan, kalau kamu keberatan mending aku masuk ke dalam dan aku mau tidur,,," ujar Pretty tegas,
" Baik, kalau itu mau kamu, aku adalah Darel kekasih kamu dulu, apakah kamu ingat masa masa kita berdua?. Kalau kamu masih lupa aku akan membuat mu ingat sekarang juga, aku sangat mencintaimu dan menyayangi kamu Pretty Karina Putri. Aku Darel Germana adalah kekasih mu, tapi kecelakaan tiga tahun yang lalu merenggut semua ingatanmu. Dan siapa laki laki yang bersama mu saat ini?. Apa dia pacar barumu, apa istimewanya dia bagimu sehingga kamu begitu lepas terhadap nya dan tidak begitu padaku, aku mohon ingatlah aku kembali. " Darel menjelaskan semuanya,
Pretty hanya mendengarkan semua apa yang keluar dari mulut pria di depannya itu. Sedangkan Dimas hanya memperhatikan mereka tanpa berkata-kata.
" Sudah selesai kamu bicara, apakah masih ada lagi,,," kata Pretty pada Darel,
" Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, aku ingin memperbaiki semuanya. Kamu mau kan hidup bersama ku?,,," kata Darel lagi,
" Maaf Darel, aku tidak bisa menerima ajakanmu, aku,,, ucapan Pretty terpotong karena Darel kembali bersuara,
" Aku tau ini sangat mendadak bagi mu, karena kamu belum mengingat ku, tapi kita mulai secara perlahan yaa, aku tidak ingin jauh darimu lagi,,,," amarah Darel mereda yang tadinya sempat emosi dan ingin memaksa Pretty untuk mengingat dirinya kini sudah berubah.
__ADS_1
" Bukan itu Darel, aku juga ingin berbicara denganmu dan tolong kamu dengar baik-baik." Ujar Pretty,
" Oke akan aku dengar, sekarang bicaralah,,,," ujar Darel mengalah,
" Aku sudah mengingat mu, dari dua bulan yang lalu setelah kejadian di klub waktu itu dan aku berakhir di rumah sakit. Aku juga sudah tau kalau kamu kekasih ku, tapi saat ini hatiku dan perasaan ku terhadap mu hanya hampa, aku kecewa denganmu dan semua kejadian yang telah terjadi. Lebih baik kamu cari wanita lain yang pantas bersanding denganmu." Jelas Pretty,
" Tapi aku hanya ingin bersamamu, maafkan aku bukan maksud ku ingin membuat mu kecewa, tapi yang kamu lihat saat itu bukanlah seperti yang kamu pikirkan. Dia mantanku yang baru pulang dari Amerika setelah meninggal kan ku saat kami ingin memasuki SMA dia memilih pergi ke Amerika dari pada sekolah bersamaku di Indonesia, kami sudah lost kontak semenjak dia pergi meninggalkan aku. Aku sudah tidak mencintai nya lagi, dan malam itu dia yang bergelayut padaku dan aku tidak merespon nya, aku ingin mendorong nya dan berbalik ke tempat kamu menungguku, tapi semuanya terlambat kamu sudah melihatnya. Jelas Darel,
" Jadi jika aku tidak melihatnya kamu akan diam saja? ha!! iyaa, apa aku benar kamu anggap sebagai pacarmu, atau hanya sebagai pelampiasan mu saja saat kamu sepi??" Bentak Pretty karena dia emosi, tapi dia kembali kendalikan dirinya.
" Bukan seperti itu Pretty, aku pasti akan menjelaskan nya kepadamu, tapi malam itu berakhir dengan kecelakaan yang menimpa dirimu. Aku tau aku salah aku minta maaf dan kembali lah padaku, kita ulang lagi dari awal pasti semuanya baik baik saja." Ujar Darel,
" Aku tidak mau, karena hatiku bukan untuk mu lagi, aku tidak ingin lagi memulainya denganmu , aku sudah memaafkan dirimu tapi bukan berarti aku akan kembali denganmu." Jelas Pretty,
Pretty sudah memutuskan untuk tidak lagi tenggelam dengan masa lalunya, sudah saatnya dia fokus dengan tujuannya. Dia sudah memaafkan Darel tapi rasa kecewanya masih ada dan itu tidak bisa membuat nya kembali lagi pada laki laki itu.
" Kenapa!!! kamu tidak ingin kembali kepadaku?? Apakah karena pria di belakang mu itu haa!!! apa istimewanya dia dari pada aku, apa hartanya lebih kaya dari pada aku, apakah dia punya kelebihan yang aku tidak punya?? apa karena dia kamu menolak ku!!" bentak Darel pada akhirnya karena dia emosi dengan penolakan Pretty yang kedua kalinya.
"Cukup Darel, ini bukan karena siapapun, kamu jangan menyalahkan dia atas semua yang telah kamu lakukan padaku. Aku tidak ingin kembali padamu karena aku kecewa denganmu, bukan hanya sekali tapi berkali kali Darel!! ujar Pretty yang juga emosi,
" Kalau bukan karena dia terus karena siapa?? ha!!! sudah lama aku perhatikan kamu dengannya dan selalu bersamanya, apakah rasa cintaku padamu selama ini tidak cukup, bahkan aku rela melakukan apa saja demi kamu, aku hampir stress karena kondisi kamu saat itu, aku yang selalu menemani mu saat kamu koma di rumah sakit dan itu bukan dia. Lagi lagi Darel emosi dan berkata dengan membentak,
" Aku bilang sudah cukup, jangan membuat aku hilang kendali Darel, jika kamu ingin tau apa yang membuat aku tidak ingin bersama mu lagi itu adalah kecewa yang kau berikan. Memang kamu ada saat aku koma, kamu selalu menemani ku tapi kenapa kamu menghilang setelah aku sadar dan tidak ingat apa-apa, kenapa kamu tidak berusaha untuk membuat aku ingat dirimu saat itu, dan baru kembali setelah bertahun-tahun lamanya. Dimas emang sangat istimewa di bandingkan dirimu tapi bukan berarti aku melihat hartanya, dia itu baik perhatian dan ada di saat masa sulit ku, sedangkan kamu kemana saat itu?? haa!! Kemana kamu Darel!!! Bahkan kejadian dua bulan lalu kamu juga menghilangkan diri, kenapa!!!???, akhirnya keluar lah semua kekesalan yang dia tahan selam ini.
"Satu lagi, kalau pun aku memilih Dimas itu bukan urusanmu hari ini aku katakan padamu kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi. Tidak ada yang spesial antara kita, aku sudah memutuskan untuk fokus dengan tujuanku, aku tidak ingin memikirkan masa lalu ku lagi. Aku sudah memaafkan mu, jika kamu ingin kita bisa berteman baik tidak lebih dari itu." ujar Pretty matanya sudah mulai berkaca-kaca, dia sangat sedih dengan nasibnya dan kata kata Darel yang menuduhnya perempuan matre.
_____________
HELLO TEMAN SEMUANYA SELAMAT MEMBACA
SEMOGA SENANG YA SAMA CERITA AKU
SELAMAT MALAM SEMUANYAA
__ADS_1
🥰🥰🙏🙏👋