HADIRMU

HADIRMU
PART 11


__ADS_3

Setelah mengatakan itu Pretty pergi meninggalkan Darel yang berdiri mematung disana, Dimas yang melihat Pretty pergi langsung mengejarnya belum sempat Dimas mengejar Pretty, Darel segera menghalangi langkah nya. Dan berkata,


" Mau kemana lo? mau kejar dia ha!! lo gak berhak yang berhak itu gue dan lo bukan siapa-siapa nya dia,,," tukas Darel pada Dimas


" Heh, apa lo bilang? lo yang berhak? selama ini lo kemana aja ha, berhak ga berhak nya itu bukan urusan lo,,," ujar Dimas sarkasme


Dimas melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda oleh kata kata Darel barusan, tapi dia membalas nya dengan sangat tenang tapi menusuk. Tapi sebelum melangkah dia mengatakan suatu peringatan kepada Darel,


" Dan satu lagi yang harus lo ketahui, Pretty itu sangat lah berharga bagi gue, jika lo tidak bisa menjaganya maka gue yang akan menjaganya. Asalkan lo tau gue sama Pretty di besarkan bersama sangat mungkin untuk kami hidup bersama nantinya. Lo ingat itu,,!!" Pesan Dimas lagi, kemudian dengan santainya dia melangkah meninggalkan Darel yang tidak bisa berkata apapun lagi.


Setelah kepergian Dimas, Darel yang masih berdiri disana tidak melakukan gerakan apapun yang ada di pikiran saat ini bagaimana dia mengajak Pretty kembali kepadanya. Sedangkan Dimas sudah berada tepat di depan pintu apartemen Pretty, tanpa mengetuk pintu Dimas langsung memasukkan password nya karena sudah di beri tahu oleh Pretty.


Di dalam kamarnya Pretty sudah selesai membersihkan dirinya dan berniat pergi ke dapur untuk minum, karena tenggorokan sangat kering di karena bicara dengan intonasi yang keras sehingga menguras tenaganya.


Saat menuju dapur Pretty melihat Dimas yang sedang duduk di ruang tamu, sambil memainkan ponselnya. Pretty tidak menghilangkan nya karena dia sudah tau kenapa Dimas berada disana pasti ingin menenangkan diri nya.


Pretty kembali ke ruang tamu setelah melepas dahaganya di dapur, disana Dimas sudah tidak lagi memainkan ponselnya tapi sedang bersandar sambil memandang ke arahnya. Pretty yang mengerti akan pandangan Dimas segera duduk di depan Dimas tanpa melihat ke arahnya.


Dimas tau saat ini Pretty sedang menghindari nya, karena dia tau saat Pretty menangis maka dia akan membuang mukanya tidak ingin di lihat oleh orang lain betapa lemahnya dia. Selama ini Pretty selalu seperti itu, dia tidak ingin orang mengasihi nya.


"Pretty, kamu boleh cerita sama aku jangan kek gini,,," ujar Dimas memancing Pretty agar mau menatap ke arahnya, sebenarnya Dimas sudah tau apa yang di rasakan Pretty,


"Aku tidak apa-apa Dimas, aku baik baik saja hanya saja aku rindu orang tuaku, kenapa mereka selalu sibuk dengan kerjaannya, kapan mereka akan memperhatikan diriku....," keluh Pretty,


"Iya aku tau perasaan mu, tapi jangan sedih gini dong, kan jadi jelek gimana kalau setelah kamu selesai ujian aku bawa kamu jalan jalan ke LN,,,," ajak Dimas karena dia sudah mengurus segala keperluan Pretty untuk liburan dan itu satu minggu lagi dia juga tidak jadi ke London besok lusa, karena Pretty juga memerlukan dirinya saat ini, sedangkan perusahaan Papanya bisa dia kendalikan dari sini.

__ADS_1


Pretty pun akhirnya menoleh menghadap Dimas, dengan ekspresi yang ceria karena dia akan pergi liburan ke luar negeri bersama Dimas sudah lama dia tidak liburan apalagi bersama Dimas, pikirnya.


"Kamu beneran,,,?? janji atau jangan jangan ini hanya bujur rayu kamu saja,,," tanya Pretty memastikan,


"Iyaaa, aku janji tapi ada syaratnya, kata Dimas,


kamu harus mendapatkan nilai yang bagus dari tahun kemaren,,,," ujar Dimas dengan tersenyum,


"Yeaayy,, baiklah aku terima syarat dari kamu, kan aku pintar, ujar Pretty dengan pedenya. Eh tapi kamu kan mau ke London satu bulan kedepannya kamu kan ga di Indonesia, murung Pretty karena dia tiba-tiba teringat Dimas harus ke London dua hari lagi dan dalam jangka waktu satu bulan harus disana.


"Aku gak jadi pergi, aku kerjakan dari sini saja karena kamu lebih membutuhkan aku saat ini,,,," ujar Dimas penuh perhatian,


Bukan berarti Dimas tidak mementingkan ayahnya disana, dia juga sudah memberi tahu pada ibunya kalau dia berangkat minggu depan karena ada urusan mendadak, begitulah alasannya Dimas.


***********


Bertepatan juga hari ini Darel datang ke kampus Pretty untuk menemui Pretty, karena dia ingin memperbaiki masalah yang terjadi antara mereka. Darel tidak berputus asa untuk mengejar seorang wanita yang dia sayangi itu, saat ini dia menunggu di parkiran kampus itu.


Sedangkan Dimas sudah menunggu Pretty di luar ruang kelasnya, karena dia ingin mengajak Pretty makan siang bersamanya setelah itu dia akan mengurus segala keperluan Pretty nanti untuk ke LN. Dimas tidak tau kalau Darel juga ke kampus untuk menemui Pretty.


Sedangkan Pretty sedang membereskan semua buku dan alat tulisnya yang lain ke dalam tasnya. Setelah semuanya selesai dia segera keluar dan menghampiri Dimas yang sudah berdiri di sebelah pintu kelasnya itu.


Mereka berdua jalan beriringan seperti sepasang kekasih, membuat para mahasiswa di kampus iri melihat mereka berdua. Dimas dan Pretty hanya menanggapi dengan cuek, sudah biasa bagi mereka seperti itu.


Saat sampai di parkiran Dimas melihat keberadaan Darel yang juga sedang melihat mereka berdua, dengan tatapan tajamnya tepatnya kepada Dimas.

__ADS_1


Dimas hanya memasang wajah cueknya, tanpa membalas tatapan matanya Darel menurutnya hanya buang buang waktu saja mengahadapi laki laki seperti Darel. Pretty masib belum menyadari keberadaan Darel karena dia sibuk dengan ponsel di tangannya, dia sedang chatan dengan Lisa sahabatnya.


Hari ini Lisa tidak menunggu nya selesai ujian dulu karena ada urusan mendadak sehingga Dimas lah yang menunggu dan menjemputnya. Pretty paham akan sahabatnya itu maka dari itu dia tidak marah kepada Lisa. Padahal hari ini mereka bertiga akan menghabiskan waktu bersama sebelum Pretty pergi ke London untuk liburan.


***********


"Pretty!! panggil Darel karena Pretty tak kunjung juga menyadari kalau sedari tadi dia memandang ke arah Pretty dan itu membuat nya sudah tidak sabar ingin segera bicara pada Pretty. Inilah sikap buruk dari Darel selalu emosi dan tergesa-gesa.


Pretty pun menoleh kearah sumber suara yang memanggil nya. Saat dia tahu siapa yang memanggil nya Pretty hanya menatap datar ke arah Darel.


" Iya ada apa,,," sahut Pretty cuek,


" Aku mau ngomong sama kamu Pretty, tolong dengarkan penjelasan aku sekali lagi, aku mohon padamu,,,,, " ujar Darel panjang dengan tatapan memohon,


" Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi Darel, aku sudah memaafkan dirimu dan sekarang kita juga bisa berteman baik apakah masih kurang untukmu?? aku sudah punya Dimas dan aku menyayanginya semenjak hadirnya Dimas dalam hidupku membuat hari hariku terasa hangat dan bahagia,,,, sekarang kamu cari lah wanita lain selain diriku, pasti ada yang lebih baik dariku Darel. Kamu hanya masa lalu untukku, yang berlalu biarlah berlalu." Jelas Pretty dengan tenang dan dia juga sudah mengungkapkan bahwa perasaannya kepada Dimas bukan sebagai sahabat biasa tapi dia punya perasaan lebih,


Darel yang mendengarkan penjelasan Pretty bak di sambar petir di siang bolong. Sedangkan Dimas hanya terdiam kaku tanpa berekspresi apapun hanya diam dan datar. Dia juga terkejut dengan apa yang di katakan oleh Pretty, tidak hanya kaget tapi dia juga bahagia bahwa selama ini Pretty juga punya perasaan lebih kepada nya.


______________


**maaf ya teman-teman aku lama gak update, soalnya aku lagi sibuk kerja kemaren itu, sibuk banget


Ditambah juga aku lagi mempersiapkan novel untuk lomba jadi jarang up tapi aku usahakan tiap hari up yaa teman teman


oi yaa gimana nih kabarnya?? sehat semua kan??

__ADS_1


jangan lupa komen dan support nya teman²


terimakasih sudah dukung dan baca novel ku ini🙏🙏🙏🥰🥰**


__ADS_2