
Sudah satu bulan berlalu semenjak kecelakaan mobil malam itu,pretty juga belum sadar dari tidur panjangnya, setiap hari juga Darel datang untuk melihatnya,begitu juga dengan teman teman nya pretty,jika kalian menanyakan dimana orang tua pretty,mereka tinggal di belanda, *orang tua pretty sibuk selalu sibuk dengan pekerjaan nya hingga mereka tidak pernah memperhatikan putrinya itu,bagi mereka uang adalah segalanya.
Pintu ruangan tempat pretty dirawat terbuka dan masuklah Darel,teman teman pretty yang berada disana berdiri untuk menghampiri Darel,mereka semua ingin bertanya bagaimana kondisi pretty saat ini.
"Darel,,,panggil lisa, dia adalah sahabat pretty yang paling dekat dengan pretty."
"Darel yang di panggil pun menoleh ke arah lisa,,,"apa??,jawab Darel.
"Bagaimana dengan keadaan pretty,,???"pertanyaan dari Lisa,,
"Dia baik baik saja,,,"jawab Darel,,
"Truss sampai kapan dia akan seperti ini Darel",,,??tanya karin teman pretty yang lainnya
"Aku juga tidak tau,,"balas Darel
(karena memang dia tidak tau)
Mereka semuanya hanya terdiam tidak tau harus berkata apa lagi,karena mereka sendiri juga tidak tahu kapan sahabat nya itu akan sadar dari tidur panjangnya (koma).
_______________
Di ruang rawat Pretty
*Hari ini Darel datang lagi untuk melihat kekasihnya,Darel sangat murung karena sudah 6 bulan berlalu,namun pretty masih saja koma dan itu membuat Darel sangat merindukan pretty.
"Sayangg,,,"panggil Darel pada Pretty.
__ADS_1
"........."
"Sayanggg,,, sampai kapan kamu akan tidur terus,aku sangat merindukanmu, kembalilah kepadaku sayang,jangan seperti ini,aku yakin kau pasti mendengarkan aku bicara,aku Darel pretty aku sangat rindu pada mu,,,". Darel berusaha mengajak pacar nya bicara tapi hanya alat alat medis disana yang menyahut.
"Sudah enam bulan berlalu Pretty,dan kau masih belum juga bangun dari tidur panjang mu itu sayanggg,aku tau aku salah,tapi kamu tidak mau mendengarkan penjelasan ku,dan hari ini akan aku jelaskan kepadamu sayang. Hari itu yang memeluk lenganku bukanlah selingkuhan ku,tapi dia mantanku dulu sayang,aku sudah tidak punya perasaan apapun kepadanya,cintaku hanya untukmu,disaat aku ingin menghindari nya kau sudah berdiri di depan kami,kau salah paham,aku mohon bangunlah,marahi aku dan tampar aku jika itu bisa membuat mu kembali lagi padaku,aku mohon sayang bangunlah,,,," Darel berkata dengan sangat lirih kepada pretty,tanpa Darel sadari di luar ruang rawat pretty ada yang memperhatikan mereka. Mereka adalah teman teman pretty dan orang tua Darel. Mereka merasa iba dengan kondisi Darel yang terpuruk begitu,tapi mereka semua tidak bisa berbuat apa-apa.
***************
Pukul 17:30 Darel terbangun dari tidurnya,karena merasa ada pergerakan ditangan nya,ya Darel ketiduran di samping ranjang pretty karena kelelahan menangis. Merasa ada pergerakan dari tangan pretty Darel langsung saja memencet tombol yang ada di samping dia duduk untuk memanggil dokter,tidak beberapa lama kemudian dokter johan pun datang,dan bertanya kepada Darel.
"Ada apa Darel??,," tanya sang dokter,
"Tadi tangan pacar saya bergerak dok,apakah dia baik baik saja,,??" jawab Darel,
"Dokter pun segera memeriksa keadaan pretty,tak lama kemudian dokter johan tersenyum. Darel yang melihat Dokter Johan tersenyum merasa heran,dengan sikap Dokter Johan,dan Darel pun bertanya kepada Dokter Johan yang telah memeriksa pacarnya itu.
"Ada apa sebenarnya Dok,,??"tanya Darel,kenapa Anda tersenyum,,imbuh Darel lagi.
dan besok dia pasti sudah sadar,kamu tidak perlu khawatir," sambung Dokter Johan.
______________
Ke esok kan harinya
*Pukul 12:00 di ruang rawat inap pretty sudah ada Darel dan sahabat pretty yang lainnya,dikarenakan hari ini weekend jadi mereka semua lebih awal ke rumah sakit untuk menjenguk pretty. Lisa dan Karin menunggu pretty di sofa yang telah di sediakan oleh pihak rumah sakit yang berada di ruang rawat inap pretty, sedangkan Darel dia pergi ke kantin untuk membeli minuman dan makanan untuk teman-teman pretty,karena emang sudah saatnya makan siang. Lisa berdiri lalu melangkah kakinya menuju ranjang pretty, kemudian dia duduk di samping ranjang pretty karena terdapat satu kursi disana yang biasa di gunakan oleh Darel ketika sedang menunggu pretty sadar,tapi sampai saat ini pretty tak kunjung juga sadar dari tidur panjangnya. Lisa sangat sedih melihat kondisi sahabatnya itu,selain Darel yang mengetahui bagaimana masalah pretty,Lisa dan Karin juga tahu apa permasalahan pretty dengan orang tuanya,jadi mereka merasa sangat sedih dengan nasib pretty. Lisa menggenggam tangan sahabatnya itu lalu dia berkata kepada sahabatnya itu.
"Pretty kapan kamu akan sadar, kembali lah Pretty,aku sangat rindu padamu,gelak tawa kita saat bersama dan gurauan mu Pretty,,," kata Lisa lirih sambil meneteskan air matanya,ia sudah tidak kuat lagi menahan sakitnya karena dia yang paling dekat dengan Pretty.
__ADS_1
Tidak beberapa lama kemudian Lisa merasakan pergerakan di tangannya,ya dia masih menggenggam tangan sahabatnya itu,lalu dia langsung memandang ke wajah pretty betapa kagetnya Lisa melihat wajah sahabat nya itu,karena mata pretty perlahan terbuka dan mengedipkan matanya karena menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya. Lisa yang sudah sadar dari rasa terkejut nya memanggil karin untuk segera memanggil dokter Johan. Karin langsung berdiri dan bergegas keluar ruangan untuk memanggil dokter yang di perintahkan oleh sahabat nya Lisa itu, setelah itu tidak menunggu lama dokter pun datang bersama beberapa perawat dan Karin mengekor di belakangnya. Dokter Johan pun memeriksa keadaan pretty,mulai dari denyut nadinya,detak jantung,dan terakhir mata pretty, semuanya telah di periksa oleh Dokter Johan tanpa terkecuali. Setelah selesai memeriksa keadaan pretty, dokter Johan langsung menjelaskan kepada Lisa karena dia tau siapa Lisa jadi Dokter Johan menjelaskan nya saja ke pada Lisa,karena Darel tidak berada disana. Setelah penjelasan Dokter tadi Lisa merasa lega,dan tersenyum bahagia karena sahabatnya baik baik saja. Dokter Johan pun sudah keluar dari tadi,tidak lama kemudian datanglah Darel dengan membawa beberapa kresek di tangan, sesampainya di dalam ruang rawat inap pretty,betapa terkejutnya Darel dengan apa yang ia lihat, pacarnya sudah sadar dari tidur panjangnya dengan langkah besarnya dia langsung menghampiri pretty yang sedang bersandar di ranjang nya, Darel memberikan kresek yang Dia bawa ke sahabat nya pretty, setelah itu Dia langsung duduk di samping ranjangnya pretty, menatap wajah pacarnya yang tampak kurus dan pucat.
"Sayangg,,,,," panggil Darel pada Pretty.
".…...."
*Pretty hanya diam,dia tidak menyahuti panggilan dari Darel, sedangkan Darel dia hanya menarik nafasnya dan berpikir mungkin pretty marah padanya,tapi itu tidak membuatnya menyerah untuk membujuk pretty.
"Sayanggku Pretty,,, kamu kenapa diam saja aku panggil,dan kenapa ekspresi wajahmu seperti orang bingung,,,??" Tanya Darel lagi pada pretty.
Pretty pun hanya diam membisu sambil memandangi wajah pria di depannya ini dengan penuh tanda tanya,karena dia tidak kenal siapa pria di depannya ini. Ya Pretty mengalami hilang ingatannya dan dia tidak mengenal Darel. Lisa yang melihat sahabatnya diam saja saat Darel berusaha mengajaknya bicara hanya murung dan tak bisa berkata apa-apa,karena dia juga tidak tau apa yang terjadi.
Darel merasa ke janggalan dengan sikap Pretty langsung saja menghubungi Dokter Johan, setelah menghubungi Dokter Johan, Darel berbalik dan langsung menatap sahabatnya Pretty yang berdiri tidak jauh darinya itu. Karin yang melihat Darel menatap mereka seakan sadar apa arti tatapan dari Darel tersebut,dan pada akhirnya karin membuka suara karena dari tadi Lisa hanya diam.
"Darel lo yang sabar yaa,gue juga ga tega liat keadaan sahabat gue yang kek gini,tapi tadi gue denger penjelasan Dokter bahwa dia baik baik saja,,," jelas karin kepada Darel.
"Tapi kenapa dia diam saja,saat gue ngajak dia bicara,apa dari tadi kalian tidak mengajak dia bicara,,," tanya Darel beruntun.
"Saat Pretty sadar,lo langsung muncul dari balik pintu dan melihat semuanya,dan kami belum sempat bicara setelah dia diperiksa dokter,," jelas Lisa yang buka suara.
Tidak lama kemudian dokter dan beberapa orang perawat pun datang, dan bertanya kepada Darel apa yang sebenarnya terjadi,Darel pun menjelaskan kepada Dokter Johan saat dia mengajak bicara pacarnya itu. Dokter Johan pun sudah paham maksud Darel dan ini lah yang di takuti Dokter Johan selama ini.
"Huuffsss,,,, helaan nafas Dokter Johan, begini Darel setelah saya periksa memang ini adalah hal wajar setelah sadar dari pasca koma yang panjang,ini yang saya takutkan selama ini karena operasi bagian kepala bukanlah sesuatu hal yang main main, tapi dari banyaknya orang yang saya tangani pasca operasi kepala sangat minim kemungkinan untuk bertahan, jikapun ada yang bertahan efek sampingnya ada yang lumpuh bagian kaki,ada juga yang bisu dan tuli,tapi kali ini tidak terjadi itu pada nona Pretty, dengan berat hati saya sampaikan bahwa Pretty mengalami hilang ingatannya untuk sementara waktu,,,," jelas Dokter Johan*.
*FLASH BACK OFF*
***********
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK NYA YAAA TEMAN TEMAN
SEMOGA SUKA SAMA NOVEL KU YAA🥰🥰🥰