HADIRMU

HADIRMU
PART 20


__ADS_3

"Masuk,,,,," Ujar Dimas dari dalam


"Kak Dimas ini aku bawakan air putih sama buah potong, dimakan dulu yaa ini baik lho buat kakak." Ujar Pretty setelah di persilahkan masuk


"Taruh di atas meja saja nanti aku makan,,," ujar Dimas sekenanya karena matanya sedang sibuk membaca dokumen depan nya.


Pretty menurut apa yang di bilang Dimas dan menaruh buah potong beserta airnya di atas meja. Setelah itu Pretty menghampiri Dimas yang sedang sibuk bekerja itu.


"Kakak marah ya sama aku, aku gak maksud buat kakak marah dengan semua pembicaraan kami tadi." Pretty menjelaskan nya.


"Gak kok, aku gak marah." jawab Dimas datar dia sengaja agar Pretty makin merasa bersalah menurut nya wajah murung Pretty lucu,


"Gak marah tapi kok mukanya datar gitu." jawab Pretty kesal


"Kan aku emang gini, kamu tau sendiri kan." kata Dimas masih tetap dingin


"Kakak ayolah jangan marah lagi, aku minta maaf udah ketawain kakak," rengek Pretty sambil menggoyangkan lengan Dimas.


Dimas hanya diam saja tanpa membalas perkataan Pretty, dia ingin melihat sejauh mana Pretty bisa membujuk nya. Sebenarnya dia tidak marah atau apapun itu, dia hanya menguji pacarnya itu.


"Sayangnya akuu please jangan marah sama aku lagi, yaaa aku gak maksud sayang buat kamu kesel atau marah." bujuk Pretty dengan puppy eyes nya,


Dimas yang mendengarkan panggilan sayang dari Pretty dengan wajah seperti itu membuat nya luluh seketika. Dimas akhirnya tertawa lepas, bagaimana tidak aktingnya berhasil.


"Ih kok kak Dimas ketawa sih, kakak ngerjain aku yaa,,,," Ujar Pretty karena mendengar gelak tawa Dimas yang menggelegar itu.


"Hehe iyaa kenapa kamu mau marah juga sama aku,,,??" tanya Dimas


"Aku udah khawatir bagaimana lagi cara bujuk kamu, tapi kamu malah ngerjain aku." Omel Pretty,


"Sudah sudah aku ga marah sama kamu sayang, aku hanya lagi fokus sama kerjaan tapi karena melihat kamu seperti tadi tiba-tiba terlintas ide ingin mengerjai kamu." Dimas memberi penjelasan,


"Hmm iyaa sekarang makan dulu buah potong nya,,,," Balas Pretty


"Maaf ya aku hanya bercanda, tapi bujukannya kamu buat aku senang. Kapan lagi coba kamu panggil aku sayang kek tadi jarang banget kamu manggil aku dengan panggilan sayang." Dimas berkata dengan wajah tersenyum lebar saking senangnya.

__ADS_1


"Iya ya,,,, kalau gitu aku turun dulu ya kak aku gak enak lama lama disini kasian Tante sama Angel tadi aku tinggal." Ujar Pretty meminta izin untuk bergabung kembali bersama keluarga Dimas


"Disini aja temani aku lagian mama juga udah istirahat di kamarnya, kalau Angel mah udah asik tuh sama game di ponselnya." Ujar Dimas keberatan, karena dia ingin Pretty menemani nya.


"Kakak ih ada aja alasannya, ya sudahlah kalo gitu makan dulu buahnya habis itu baru lanjut kerjanya,,," Pretty akhirnya menurut saja untuk menemani Dimas kerja,


"Suapin yah sebagai tanda minta maaf kamu sama aku,,,," kata Dimas dengan entengnya


Pretty pun mengambil buah potong dan menyuapinya kepada Dimas dengan telaten, sedangkan Dimas tetap melanjutkan kerjaannya dan sesekali melirik perempuan disampingnya itu.


Dia sangat bersyukur memiliki Pretty sebagai kekasihnya, semoga saja kelak Pretty lah yang akan menjadi jodohnya.


*************


Pukul 10:00 malam Dimas pun sudah selesai dengan pekerjaan nya, ingin kembali beristirahat dikamar nya sebelum itu dia melihat ke arah sofa dimana tadi Pretty duduk dan kini sudah tertidur dengan lelapnya.


"Pretty,,,, Pretty bangunn sayang,,"


"Eeemmhh, aku ngantuk kak."


Pretty tak bergeming hingga Dimas memutuskan untuk menggendongnya saja, karena tidak tega dengan sang kekasih yang sudah tidur dengan lelap.


Akhirnya Dimas memutuskan untuk menggendong Pretty ke kamar tamu, ya kalau Pretty menginap di rumah Dimas maka kamar tamu lah yang akan dia tempati.


Malam pun berganti pagi yang cerah membawa sinar jingganya yang begitu menghangatkan, gadis itu masih saja terlelap dalam gelungan selimut nya.


"Pretty,,,, Pretty bangunn sayangg udah siang, kamu ga ke kampus hari ini,??" Tante Mella mengetuk pintu kamar itu agar sang empunya bangun.


"Egghh iya Tante aku udah bangun kok," Balas Pretty dari dalam kamar dan setelah itu dia masuk ke kamar mandi.


"Pagi Mama, Pagi Papa iya sayang, Angel ayok sini duduk kita makan bersama." Ajak Mama Mella


"Iyaa Ma, tapi kak Pretty mana ma??,,,," setelah menduduki kursi tapi dia tidak melihat calon kakak iparnya itu,


"Dia masih siap siap mungkin di kamarnya,,,,"

__ADS_1


"Pagi Tante pagi Om" Sapa Pretty


"Nah itu orang nya baru aja di omongin udah muncul aja,,,,," Mella tersenyum dengan ramahnya ke arah Pretty


"Iyaa pagi juga sayang, ayo sini gabung kita sarapan bersama,,," dan pagi hari yang cerah itu keluarga Anggara sarapan bersama dengan canda dan penuh gurauan.


*************


"Sayangg Kapan sih kamu mau balik sama aku, lagian tuh pacar kamu udah ga mau lagi sama kamu,,,,, mending sama aku ajaa yaa" Seorang wanita bergelayut manja pada Darel dan mengatakan hal yang mungkin saja membuat Darel jijik.


"Pergi kau dari hadapan ku sekarang juga, aku tak akan pernah kembali pada dirimu itu karena kau yang menjadi sebab kecelakaan Pretty!!!!" Darel berkata dengan penuh tekanan dan matanya menatap tajam ke arah wanita itu.


"Itu murni kecelakaan sayangg, tidak ada hubungannya dengan diriku dia aja yang ceroboh ga melihat dulu ingin menyebrang,,," Balas wanita itu enteng


"Senna!!! Keluar kau sekarang juga dari kantor ku atau kau aku panggilkan satpam untuk menyeret wanita ****** seperti mu???. Ya wanita itu adalah Senna mantan Darel,


Senna yang melihat Darel penuh amarah langsung bergegas untuk keluar, dia tidak ingin malu disini tapi dia punya rencana lain agar Darel jatuh ke dalam pelukannya lagi.


Setelah kepergian Senna tadi Darel menghela nafasnya kasar, apa yang harus dia lakukan sekarang emang saat itu dia tidak bisa melaporkan Senna karena itu juga murni kecelakaan. Tapi kalau bukan saja Senna tidak bergelayut di lengan nya pasti Pretty tidak akan salah paham padanya.


Sore harinya Darel pulang ke rumah utamanya, yaitu kediaman Germana kalau bukan saja ibunya yang memintanya untuk pulang maka dia tidak akan pulang ke rumah besar itu tapi tidak ada sedikit pun kehangatan untuknya.


Memang selama ini keluarga nya dipandang orang dengan keluarga yang harmonis dan terpandang, tapi sesungguhnya itu hanya di depan publik saja.


"Andaikan waktu bisa di ulang maka aku tidak ingin seperti ini,,,,," Keluh Darel saat di dalam mobil sport nya.


Setelah itu dia menjalankan mobilnya bergabung dengan jalanan kota yang sudah mulai padat karena sudah jam pulang kerja.


______________


Hai gaess maaf lama gak up karena akhir akhir ini aku sibuk banget kerjaannya


apa kabar semuanya???


semoga selalu sehat selalu yaaa

__ADS_1


__ADS_2