HADIRMU

HADIRMU
PART 7


__ADS_3

DUA BULAN BERLALU


Sudah dua bulan berlalu sejak pertemuan Darel dan Pretty, hingga sampai saat ini Pretty masih belum memberi tahu pada Darel bahwa dirinya sudah mengingat semuanya. Sedangkan Darel tidak pernah menemui Pretty lagi, bukan dia tidak ingin tapi dia takut membuat Pretty sakit lagi seperti dulu, bukan hanya karena itu saat ini juga Darel sedang sibuk dengan kuliah dan juga bisnisnya yang makin maju.


Sekarang Pretty sudah kembali ke rutinitasnya seperti biasa, pagi ini dia pergi ke kampus karena ada mata kuliahnya hari ini. Setelah bersiap siap, Pretty keluar dari apartemen nya dan tak lupa untuk mengunci pintunya, sampainya di parkiran Pretty sudah melihat mobil sport mewah yang di kenalnya, Pretty tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah mobil sport itu. Sedangkan lelaki tampan yang berada dalam mobil itu langsung keluar dari dalam mobil dan segera menghampiri Pretty yang tersenyum manis kepadanya.


"Hi,,, sudah lama kamu nunggu aku Dim,,," sapa Pretty pada pria itu yang bernama Dimas


"Hi jugaa,,,," gak kok aku baru aja sampai, balas lelaki itu, sambil tersenyum


"Ooouhhh gitu,, ya udah kita berangkat sekarang takut nanti telat sampai kampusnya kamu tau sendiri kan dosen kali ini sangat galak dan gak suka yang namanya terlambat,,," jelas Pretty sambil bergidik ngeri ke pada Dimas


"Iyaa,,,yaa,,, kalo gitu ayok kita pergi sekarang,,," ajak Dimas pada Pretty sambil menarik tangan Pretty menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mereka berdiri.


Sesampainya di depan mobil sport itu Dimas membukakan pintu untuk Pretty, Pretty yang melihat perhatian Dimas padanya sangat tersentuh, dengan senyum yang terukir indah di wajahnya Pretty masuk ke dalam mobil tersebut. Setelah itu Dimas segera memutari mobil dan masuk kedalam kemudi, tak lama kemudian mobil sport itu melaju ke jalan raya bergabung dengan mobil lainnya.


Di dalam mobil hanya ada keheningan, tidak ada yang memulai percakapan, Dimas yang fokus terhadap jalanan karena dia sedang mengemudi, lain hal nya dengan Pretty dia sibuk melamun sambil memandangi jalanan dari balik kaca mobil tersebut. Dimas yang melihat Pretty melamun dari spion depan mobilnya merasa heran karena tidak biasanya gadis ceria seperti Pretty tiba tiba melamun dengan wajah yang di tekuk.


"Itty,,, panggil Dimas,, Itty adalah panggilan khusus Dimas untuk Pretty,


"........"


Pretty tidak menyahut panggilan dari Dimas, karena dia sibuk dengan pikirannya sejak tadi. Dimas yang melihat Pretty seperti itu tambah heran.


"Pretty,,,!!!! panggil Dimas lagi dengan suara yang naik satu oktaf,

__ADS_1


"Ha yaa,,, ada apa,,,"?? kaget Pretty,


"Kami kenapa melamun,,,dari tadi aku panggil kamu ga jawab,,," balas Dimas masih tetap fokus mengemudi,


"Ouh ga kok, aku ga apa apa,,, kamu fokus aja sama jalanan,,," bohong Pretty


"Kamu ga bisa bohong sama aku Itty, aku sudah lama kenal kamu, dari kecil kita selalu bersama hanya saja di saat SMA kita terpisah karena orang tua ku pindah ke London dan terpaksa aku harus ikut,,,," jelas Dimas karena dia tidak percaya dengan jawaban Pretty barusan.


"Huhff,, aku bingung Dim aku sudah ingat semuanya kejadian tiga tahun yang lalu, dan apa yang harus aku lakukan sekarang, dan kamu juga tau kan aku dulunya pacar dari seorang Darel Germana yang saat ini sudah sukses di usia mudanya, aku juga ga tau sekarang gimana harus memberi tahunya Dimas,,, " jelas Pretty dengan panjang lebar,


"Sekarang aku tanya sama kamu, apa kamu masih mencintainya, bagaimana dengan perasaan mu sekarang terhadapnya,,,, tanya Dimas lagi pada Pretty,


"Aku ga tau dengan perasaan ku padanya, sudah lama kami tidak komunikasi terakhir saat aku berakhir di rumah sakit, karena waktu itu dia tiba-tiba mengajakku dan ingin bicara secara pribadi denganku di klub saat aku sama Lisa sedang asik menikmati lagu dan minuman, karena aku merasa familiar dengan wajahnya juga namanya, aku memaksakan untuk berpikir tak lama kemudian aku pusing dan saat aku sadar aku sudah di rumah sakit,,, jelas Pretty


"Kamu harus mengatakan yang sejujurnya kepada Darel Pretty, bagaimanapun dia berhak tau dengan kondisi mu saat ini,,,, " usul Dimas tanpa menoleh kepada Pretty, karena ada yang janggal di hatinya dan pikirannya saat mengatakan itu pada Pretty tapi dia pendam dan tidak melihatkannya pada Pretty.


Dimas hanya diam sambil memikirkan apa yang di katakan oleh gadis di sebelahnya itu, dia juga tidak tau harus berbuat apa karena dia sendiri juga sedang memikirkan sesuatu yang selama ini dia pendam. Dimas pindah ke Indonesia lagi karena dia menyayangi Pretty, bukan seperti seorang saudara atau adiknya, tapi sebagai wanita lain, yaa dia memang menyukai Pretty dan itu sudah sangat lama.


***********


08:00 akhirnya Dimas dan Pretty sampai di kampus setelah hampir satu jam menempuh perjalanan di karenakan macetnya kota Jakarta, Dimas memarkirkan mobil sport nya itu di parkiran kampus yang telah di sediakan. Selesai memarkirkan mobilnya Dimas segera turun kemudian membukakan pintu untuk Pretty.


Mereka berdua jalan berdampingan sampai dalam gedung kampus mereka itu, Dimas mengantarkan Pretty ke ruang kelasnya terlebih dahulu. Dalam perjalanan menuju kelasnya semua mahasiswa memandangi mereka berdua, Dimas dan Pretty sudah biasa dengan tatapan para mahasiswa itu karena hampir setiap hari nya mereka seperti itu.


Sampainya di depan kelas Pretty, Dimas menyuruh Pretty segera masuk. Setelah dari kelas Pretty, Dimas melanjutkan langkahnya ke arah kantin kebetulan dia tadi belum sempat sarapan dikarenakan harus menjemput Pretty terlebih dahulu. Sampainya di kantin Dimas memesan roti bakar selai nanas, itu adalah sarapan favorit nya.

__ADS_1


Dikelasnya Pretty langsung duduk di bangku sebelah Lisa, Lisa pun yang merasakan ada pergerakan di sampingnya langsung menoleh dan melihat Pretty sudah duduk sambil menghadap ke padanya dengan ekspresi yang murung.


Lisa yang melihat sahabat nya seperti itu merasa heran, tidak biasanya Pretty seperti itu apalagi ini masih pagi.


"Kamu kenapa,,,, kok pagi pagi udah murung sih,,," tanya Lisa


"Huuffsss,,,, aku tuh bingung Lis, apa yang harus aku katakan pada Darel, sedangkan aku tidak punya kontaknya, dan juga apakah dia harus tau dengan keadaan ku,,," keluh Pretty


"Ouh masih masalah itu toh,,, aku kira ada apa, yaa itu sih terserah kamu aja, gimana menurut kamu, dan aku gak ingin ikut campur urusanmu itu, aku juga gak tau jadi aku bisa bantu apa,,,??" jelas Lisa,


"Iihh kok kamu gitu sih, kamu bantuin aku kek biar masalah aku kelar sama dia, aku kecewa banget sama dia Lis, tapi Dimas bilang aku harus jelaskan padanya,,," kata Pretty


"Ya sekarang aku tanya sama kamu, hati kamu sama dia gimana?? apa masih sama atau gak, kalau udah gak bilang, jangan kasih dia harapan palsu,,, karena dia sangat menyayangi dirimu dan cintanya hanya padamu seorang, aku mengatakan ini karena dia rela meninggalkan pekerjaannya demi menunggumu di rumah sakit dua bulan yang lalu, walaupun kamu selalu dingin terhadap nya,,," jelas Lisa panjang lebar, karena dia melihat ke sungguhan di mata Darel terhadap sahabat nya itu.


Tapi di saat yang bersamaan dia juga bingung kenapa Darel dulu tidak berusaha untuk membuat Pretty ingat padanya, Lisa tidak tau apa alasannya ingin dia bertanya langsung pada Darel tapi dia takut karena ini bukanlah urusannya. Sekarang Lisa hanya bisa mendukung setiap keputusan sahabatnya itu, karena yang di butuhkan Pretty saat ini adalah dukungan orang terdekat nya.


**********


JANGAN LUPA VOTE NYA YAAA TEMANN TEMANN KU


SEMOGA SENANG DAN SUKA SAMA CERITAKU YAAA


SELAMAT MEMBACA READERRSS SEMUAANYAA


SEMOGA SEHAT SELALU YAAA

__ADS_1


AAMIIN,,,🙏🙏🥰🥰🎉


__ADS_2