
Pukul 17:45 Pretty terbangun dari tidur sorenya, bagaimana tidak tidur sore dia saja tertidur dari pukul 16:00 dan baru bangun saat jam sudah menunjukkan pukul enam kurang. Setelah meregang kan seluruh tubuhnya Pretty segera melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang merasa lengket sekali.
Sebelum dia masuk kedalam kamar mandi terdengar suara bel apartemen nya, dan itu membuat nya mengurungkan niatnya untuk ke kamar mandi.
"Siapa sih yang datang di jam seperti ini, ga tau apa orang mau mandi." Kesal Pretty, sambil melangkah ke depan untuk membuka pintu.
Sebelum membuka pintu apartemen nya Pretty sempat mengintip dari kaca kecil di pintu itu. dia melihat siluet tubuh pria dengan kemeja putih dan celana bahan hitam.
Pretty membuka kan pintu apartemen nya, dan pria di depannya itu memasang senyuman termanisnya dengan ramah.
"Mohon maaf nyonya saya mengganggu waktu Anda sebentar, saya adalah petugas dari H di utus untuk mengantarkan ini kepada Anda nyonya,,," kata petugas hotel itu(dalam bahasa Inggris),sambil mengangkat paper bag di tangannya
"Oh begitu, baiklah kalau begitu tapi sebelum itu siapa nama orang yang telah menyuruh mu mengirim ini padaku,,," kata Pretty setelah menerima dan melihat sedikit isi dari paper bag yang kini sudah berada di tangannya,
"Sorry madam, I can't tell you, because after the person's request and I'm only here to deliver it,,,," ujar petugas itu lagi, dengan tersenyum sopan.
"Well if you don't want to tell me, that's fine, then do you have anything else to do with me?" tanya Pretty, tapi sarat akan mengusir karena dia sudah tidak tahan dengan tubuhnya yang sangat lengket, ingin segera mandi.
"Tidak ada nyonya, saya pamit undur diri mohon maaf sudah menggangu waktu anda,,,," Ujar pria itu ramah dan segera pergi dari sana setelah mengatakan pamit pada Pretty.
*************
Setelah kepergian petugas hotel tadi, Pretty segera masuk kedalam apartemen nya dan menunju ke kamar nya untuk meletakkan paper bag yang ada di tangannya.
Dia meletakkan paper bag itu di atas kasur king size nya, dan setelah itu dia melangkah ke kamar mandi untu membersihkan seluruh tubuhnya yang terasa gerah dan lengket.
setengah jam berlalu Pretty selesai dengan acara bersih bersihnya, kini dia hanya memakai piyama mandinya. Dia mengambil paper bag yang dia letakkan di atas kasur tadi, dan membukanya melihat isi dalamnya. Ternyata isinya adalah sebuah gaun berwarna biru muda di kombinasikan dengan warna putih gading, sangat mewah lagi elegan. Pretty juga melihat ada amplop kecil di dalam paper bag itu lalu membuka amplop tersebut yang di dalamnya terdapat pesan untuk dirinya,
"Pakailah gaun itu karena kau pasti akan terlihat sangat cantik mengenakan nya, lalu turunlah ke bawah sudah ada yang menunggu mu di parkiran apartemen."
Begitulah pesan yang tertulis disana.
Setelah membaca pesan di kertas kecil itu, Pretty segera mengenakan gaun yang di berikan untuknya itu, tidak tahu siapa yang mengirimnya.
Pretty memoles wajahnya dengan make up, karena memang dia ahli di bidang dandan. Tampilan nya malam ini terlihat sedikit dewasa dia sengaja buat seperti itu, walaupun begitu Pretty tetap terlihat seperti gadis remaja dewasa lainnya. Karena wajahnya yang lucu dan imut jadi kalau di dandani sedikit dewasa tidak masalah.
Setelah selesai berdandan Pretty turun kebawah dan menuju parkiran apartemen disana sudah ada supir yang menunggu nya sesuai pesan yang di terimanya tadi.
**************
Sekitar 1 jam menempuh perjalanan karena memang hotel yang dituju tidak terlalu jauh dari apartemen Pretty tinggal. Pretty turun dari mobil setelah sang sopir membukakan pintu untuknya.
Pretty masuk kedalam hotel berbintang lima itu, dengan sopir yang menuntun nya kemana dia harus melangkah. Sesampainya di ruangan aula hotel Pretty tercengang karena ruangan itu gelap tidak ada cahaya penerang sedikit pun.
Dia mulai panik dan merasakan takut seketika otak nya mengingat kejadian kecelakaan mobil yang menimpanya, air mata mulai membasahi pipinya suara isak tangis mulai keluar dari mulutnya,
"Tolong akuuu, jangan kurung aku disini aku mohon siapapun yang berada di dalam ruangan ini aku mohon,,,,," ujar Pretty berteriak,
Dia sudah terduduk di lantai itu, sambil menangis dan berteriak karena ketakutan. Tidak berapa lama datanglah seseorang di belakangnya dan menepuk pundaknya, Pretty kaget dan segera memeluk orang tersebut.
Merasa tidak asing dengan aroma tubuh yang di peluknya, membuat dia merasa sedikit tenang dan berkata,
"Dimaas tolong aku, aku takut kenapa ruangan ini gelap, dan tak ada cahaya sedikitpun apakah aku di culik,,??" tanya Pretty pada orang yang di peluknya, yaa Pretty mengira itu adalah Dimas
Dimas yang di peluk Pretty secara tiba-tiba membuat nya sedikit kaget karena tidak ada persiapan. Tapi untung saja tubuhnya bisa menahan gerakan tiba-tiba itu.
Pria yang di peluk Pretty adalah Dimas, tapi Dimas juga bingung kenapa Pretty bisa mengetahui kalau itu adalah dirinya. Persetan dengan itu semua Dimas segera menghidupkan lampu karena saklar nya tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Seketika ruangan itu terang benderang, Pretty yang tangisan sudah reda melihat ke sekeliling ruangan itu, betapa takjubnya mata memandang semua dekorasi dan hiasan lampu di aula hotel itu. Yang membuat nya semakin kaget adalah tulisan selamat ulang tahun atas namanya terukir dengan indah di panggung aula hotel itu.
Tidak hanya itu di sana sudah berdiri dua orang sahabat nya yang selama ini ia rindukan, Lisa tersenyum hangat padanya sambil membawa kue ulang tahun untuk Pretty, sedang kan Karin juga tersenyum tak kalah manisnya dengan kue yang di bawakan oleh Lisa.
Karin membawa sebuah kotak kado dengan berukuran lumayan besar, entah apa isi dari kado tersebut. Pretty yang melihat itu semua merasakan bahagia dan rasa haru bersamaan tanpa di komando air matanya kembali jatuh.
Dimas yang melihat Pretty kembali menangis segera mendekap Pretty sambil mengusap air mata Pretty dengan ibu jarinya.
__ADS_1
"Ssttt,,,,, sudah jangan menangis lagi, apa kamu tidak suka dengan semua ini,,,??" tanya Dimas penuh perhatian,
"Aku sangat suka semuanya, aku menangis karena rasa bahagia, bukan sedih bagaimana aku bisa sedih melihat kebahagiaan di depan mataku,," ujar Pretty sambil memasang senyuman termanisnya, agar Dimas yakin.
***********
Setelah drama queen tadi kini tibalah saatnya acara inti dari malam itu, Dimas naik ke panggung dengan sudah berganti pakaian nya dengan jas berwarna biru muda kombinasi dengan kaos polos putih di dalamnya. Sangat serasi dengan gaun yang di kenakan Pretty malam itu, ya yang mengirimkan gaun itu adalah Dimas dia sengaja membelinya u tuk Pretty biar serasi dengan setelan jas yang di kenakan nya. Sudah seperti acara lamaran saja yaa?? Hehe.....
Dimas berdiri dengan tampan nya di depan, semua lampu di matikan hanya lampu sorot saja yang hidup, itupun hanya untuk menerangi Dimas yang berdiri di atas panggung. Tidak lama kemudian alunan musik mulai terdengar merdu di dalam ruangan itu, Dimas menyanyikan sebuah lagu dalam bahasa Inggris.
Bryan Adams – (Everything I Do) I Do It For You
Look into my eyes - you will see
Tataplah mataku - kau kan melihat
What you mean to me
Arti dirimu bagiku
Search your heart - search your soul
Carilah di hatimu - carilah di jiwamu
And when you find me there you'll search no more
Dan saat kau temukan aku di situ kau tak perlu lagi mencari
Don't tell me it's not worth tryin' for
Jangan katakan itu tak layak dicoba
You can't tell me it's not worth dyin' for
Jangan katakan itu tak layak diperjuangkan sampai mati
You know it's true
Kau tahu benar adanya
Everything I do - I do it for you
*Look into my heart - you will find
Lihatlah hatiku - kau kan temukan
There's nothin' there to hide
Tak ada yang tersembunyi
Take me as I am - take my life
Terima aku apa adanya - terima hidupku
I would give it all - I would sacrifice
Kan kuberikan semua - aku kan berkorban
Don't tell me it's not worth fightin' for
Jangan katakan itu tak layak diperjuangkan
I can't help it - there's nothin' I want more
Aku tak bisa menahannya - tak ada lagi yang kumau
__ADS_1
Ya know it's true
Kau tahu benar adanya
Everything I do - I do it for you
There's no love - like your love
Tak ada cinta - seperti cintamu
And no other - could give more love
Dan tak ada orang lain - bisa memberi lebih banyak cinta
There's nowhere - unless you're there
Tak ada tempat - tanpa ada dirimu
All the time - all the way
Tiap saat - tiap langkah
Oh - you can't tell me it's not worth tryin' for
Oh - jangan katakan itu tak layak dicoba*
I can't help it - there's nothin' I want more
Aku tak bisa menahannya - tak ada lagi yang kumau
I would fight for you - I'd lie for you
Aku kan berjuang untukmu - aku kan berdusta untukmu
Walk the wire for you - ya I'd die for you
Kan kulakukan segalanya untukmu - ya aku rela mati untukmu
Ya know it's true
Kau tahu benar adanya
Everything I do - I do it for you
Dimas menyanyikan dengan sangat merdu hingga siapapun yang mendengarnya akan tersentuh, dia menyanyikan dengan sepenuh hatinya terdalam sambil menatap ke arah Pretty yang berdiri tepat di hadapannya, hanya saja Dimas di atas panggung sedangkan Pretty berdiri dengan penonton lainnya.
Setelah menyanyikan lagu tersebut Dimas melangkah kakinya turun dari panggung menunju ke arah Pretty, Dimas melangkah dengan cool nya di tambah dengan lampu putih yang selalu menyinari setiap langkahnya.
Sampainya di depan Pretty Dimas menarik tangan Pretty dengan lembut ke tengah aula itu, disana Dimas berjongkok di hadapan Pretty sambil mengeluarkan sebuah kotak perhiasan lalu membukanya terpampang disana sebuah cincin berwarna rose gold yang di hiasi berlian di tengahnya yang berbentuk hati.
Dimas mengambil tangan Pretty lalu memasangkannya di jari tengah Pretty, sambil berkata.
"Will you be my lover, live and die forever?"
______________
HELLO TEMAN READERS KU
SELAMAT MALAM
MUNGKIN UDAH PADA BOBOK CANTIKSS KALI YAA
HEHEH
SEMOGA MAKIN SUKA SAMA CERITAKU
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA READERRSS
🥰🥰🥰🥰🎉🎉🎉🙏🤤