
Didalam perjalanan pulang Dimas dan Pretty hanya diam, tidak ada yang membuka suara diantara mereka berdua. Suasana seperti ini semakin membuat mereka berdua canggung tidak biasa nya seperti ini, tapi karena pernyataan Pretty tadi membuat semuanya merasa canggung terlebih Pretty.
"Pretty,,," panggil Dimas memecahkan keheningan yang tercipta sedari tadi.
"I-Iya,,,," ujar Pretty gugup karena tiba-tiba jantung nya berdetak tidak karuan oleh panggilan Dimas tersebut,
"Aku sudah mempersiapkan semua kebutuhan mu nanti di London, juga sudah memberi tahu pihak kampus kalau kamu akan pindah setelah menerima hasil ujian semester ini". Jelas Dimas,
"Haa,,, kenapa aku harus pindah kuliah ke London Dimas, apakah ada masalah dengan diriku atau dirimu??" tanya Pretty heran,
Memang Dimas sudah mengurus semuanya jauh hari, karena tidak ingin Pretty selalu berusan dengan Darel pria yang sudah membuat orang yang di sayangi itu kecewa. Bukannya egois tapi ini adalah jalan terbaik untuk Pretty saat ini.
"Ini jalan yang terbaik untukmu saat ini Pretty maaf aku mengambil keputusan ini untukmu, karena aku tidak ingin kamu terlalu terpuruk lagi dengan masalah mu" jelas Dimas lagi,
"Dan satu lagi aku sangat menyayangimu dan mencintai mu selama ini dalam diam ku, hanya saja aku tidak berani mengungkapkan nya padamu, aku takut akan merusak pertemanan kita selama ini." tambah Dimas lagi pada Pretty,
Pretty hanya diam mendengarkan semua penjelasan dari Dimas, lebih tepatnya merasa kaget dengan pernyataan Dimas barusan. Dimas mencintai nya selama ini, bukannya dia tidak sadar dengan sikap manis Dimas selama ini padanya tapi dia hanya beranggapan kalau Dimas melakukan itu semua padanya hanya sebatas teman dan rasa kasihan.
Ternyata selama ini dia salah mengartikan sikap Dimas padanya, jadi apa yang harus dia lakukan sekarang ini.
Dimas yang melihat reaksi Pretty yang hanya diam saja merasa heran, dan mencoba untuk memanggil Pretty agar tersadar dari lamunannya.
"Pretty,,,apakah kamu keberatan dengan keputusan dariku??" tanya Dimas,
"Ha,,apa kamu bilang? aku tidak dengar," sahut Pretty karena baru tersadar dari lamunannya.
"Aku tanya sama kamu apakah kamu keberatan dengan keputusan yang aku ambil untukmu, dengan menyuruhmu kuliah ke London tanpa bertanya padamu dulu,,," jawab Dimas dengan pertanyaan yang beruntun,
"Oh tidak aku tidak keberatan hanya saja ini terlalu mendadak untukku, jadi aku belum mempersiapkan diri dengan sempurna," ujar Pretty dengan nada khawatir,
Dia memang tidak keberatan dengan keputusan Dimas terhadap nya, karena semua ini memang demi kebaikan dirinya. Ibunya dan ayahnya juga tidak negara tempat dia dilahirkan ini, jadi apa gunanya dia disini selama ini yang ada di hidupnya hanya Dimas dan Lisa sahabatnya.
__ADS_1
Ah tiba tiba Pretty teringat akan sahabatnya itu, jika dia pergi kuliah ke London semester depan lalu bagaimana dengan Lisa. Lisa pasti sangat kecewa dengannya karena demi dia Lisa tidak ingin melanjutkan pendidikannya ke Amerika bersama Karin.
Pretty segera mengutarakan semua kegelisahan nya kepada Dimas, Dimas hanya menanggapi nya dengan senyum manis.
"Ih kok kamu malah senyum sih, aku tuh khawatir lho kalau Lisa kecewa sama aku." Kesal Pretty karena Dimas malah tersenyum bukannya memberikan ia saran.
***********
Lisa yang saat ini sedang sibuk mengurus paspor dan kebutuhan lainnya ke London tidak mendengarkan dering ponselnya, yang sudah berdering sejak tadi. Dan pada akhirnya Lisa memutuskan mengangkat ponselnya yang sedari tadi ia abaikan itu, ternyata itu panggilan suara dari sahabatnya Pretty.
"Ya halo Pretty, ada apa kamu nelfon aku?? aku lagi sibuk banget, kalau gak ada yang penting aku matiin dulu yaa." ujar Lisa di seberang sana dengan tergesa-gesa,
"Ih kamu ini aku mau ketemu sama kamu nanti malam, di cafe biasa ada yang ingin aku bicarakan." ujar Pretty pada akhirnya,
Lisa sudah tau apa yang akan dibicarakan oleh sahabatnya itu, maka dari itu dia hanya bersikap santai. Dan dia juga sengaja berbicara dengan buru buru agar sahabat nya itu tidak curiga bahwa ia juga akan pindah ke London bersama dengannya.
Dimas dan Lisa sudah merencanakan ingin memberikan kejutan kepada Pretty, yaa tepat satu minggu kemudian adalah hari ulang tahun Pretty yang ke 21 tahun.
Dimas sengaja tidak memberitahu Pretty kalau Lisa juga akan ikut dengannya, kuliah bersamanya di London nanti.
***********
Sepuluh menit kemudian yang di tunggu Pretty akhirnya sampai, dan segera duduk di kursi yang telah di sediakan. Pretty sudah biasa dengan keterlambatan Lisa, sudah makan sehari-hari untuknya ketika membuat janji temu di cafe atau mana saja.
"Kamu mau pesan apa,,,? biar aku panggil kan pelayan nya sekalian aku mau pesen makanan, hari ini kamu tidak perlu bayar biar aku yang bayar,,,," kata Pretty membuka suara,
"Tumben banget hari ini kamu baik sama aku,,, pasti ada maksud nya nih yaa kan??"ledek Lisa sambil melemparkan tatapan curiga pada orang di depannya itu.
"Ohh berarti selama ini aku gak baik sama kamu haa!! iyaa??" balas Pretty dengan tampang geram nya yang di buat buat,
"Hahah bukan begitu maksudku Pretty, kamu baik kok dan juga sahabat ku yang ter the best,,,, tapi ini tumben sekali kamu berbeda hari ini, tak ada angin kamu tiba-tiba ngajak aku ketemu habis itu kamu juga yang traktir makan,,," aku hanya heran saja,
__ADS_1
"Nanti saja pertanyaan mu itu aku jawab, sekarang kita pesan makanan dulu ini perut sudah minta di isi sedari tadi." ujar Pretty akhirnya memilih untuk memesan makanan dulu, dan setelah makan barulah ia akan bicarakan semuanya pada Lisa.
***********
Mereka berdua makan dengan tenang tanpa ada yang bersuara, hanya musik di cafe itu yang mengiringi makanan mereka malam itu.
Setelah 20 menit, mereka berdua telah selesai dengan makanan di depannya. Pretty pun menghela nafas nya, untuk menetralkan pikirannya yang berkecamuk.
"Lisa,,,, panggil Pretty, seperti yang aku bilang tadi sore di telfon kalau ada yang harus aku bicarakan denganmu. Maka itu kamu dengar kan aku berbicara dan jangan memotong nya sebelum aku selesai bicara." Jelas Pretty pada Lisa dengan wajah yang di atur se netral mungkin.
"Baik akan aku dengar, sekarang bicaralah sebelum rasa kepo dalam diriku ini membara." canda Lisa untuk memecahkan ketegangan yang tercipta sementara waktu,
Pretty pun mulai menceritakan semuanya dan apa yang terjadi antara dirinya dan Darel hingga dia mengaku bahwa dirinya menyukai Dimas dan punya perasaan lebih dari seorang teman. Dia juga tidak tau kapan perasaannya itu muncul, dan Dimas juga merasakan hal yang sama dengan dirinya tapi Dimas sudah lama memendam semua perasaan nya itu.
Dan sampailah pada inti permasalahannya, kalau dia akan pergi bersama Dimas ke London bukan sekedar liburan tapi akan melanjutkan kuliahnya disana. Dimas juga sudah mengurus segala kebutuhannya disana, dis juga sudah menerima keputusan dari Dimas.
"Maafff kan aku Lisa, yang tidak membicarakan nya dulu dengan mu. Maaf sekali lagi aku tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu dengan meninggalkan kamu disini." Pretty meminta maaf berkali-kali karena Lisa tidak merespon apapun sejak tadi, sahabatnya itu hanya diam tanpa berkata sepatah kata pun.
________________
**HELLO TEMAN READERS KU, SELAMAT SIANG SEMOGA HARI HARINYA MENYENANGKAN YAA
SEHAT SELALU,JAGA KESEHATAN NYA YAA
SOALNYA UNTUK PURA PURA BAHAGIA JUGA BUTUH SEHAT HEHEHE,,,,,,,,😀😀😀
SEMOGA SUKA YAA SAMA CERITA KU INI....
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKENYA YAA
DAN VOTE NYAA....
__ADS_1
TERIMAKASIH 🥰🥰🥰✨✨🙏🙏🙏
MOHON DUKUNGAN SELALU**