
"KENAPA SIH KALIAN KERJA GA BECUS!!!" Di dalam ruangan itu terdengar teriakan seorang pria yang begitu lantang,
"Maaf kan kami pak, bukan kami bermaksud untuk merugikan perusahaan tapi saat itu bapak sendiri yang menanda tangani berkas kerja sama itu." jawab seorang wanita yang tak lain ada sekretaris Darel.
"BAGAIMANA MUNGKIN SAYA YANG MENANDA TANGANI, SAYA TIDAK MAU TAU SEKARANG CEPAT BATALKAN KERJA SAMA KITA DENGAN PERUSAHAAN C ITU." lagi lagi Darel berteriak penuh emosi, bagaimana mungkin dirinya yang menandai tangani kontrak tersebut.
"Pak saat itu anda sedang mabuk dan saya sudah memberi tahu ke pada anda untuk beristirahat dulu, tapi hari itu ada bersikeras meminta saya mengantarkan berkas kerjasamanya ke rumah anda pak." sekretaris yang bernama Adel itu menjawab dan menjelaskan semuanya pada Darel.
Darel yang mendengarkan penjelasan dari sekretaris nya itu terdiam, apakah benar yang di katakan oleh perempuan di depannya ini. Bagaimana bisa dia mabuk dan menandatangani kontrak itu. Ada apa sebenarnya dengan dirinya.
"Sekarang kalian berdua keluarlah,,,, dan untuk kamu Adel atur pertemuan saya dengan di CEO perusahaan C." Ujar Darel memerintah,
Setelah asisten dan sekretaris nya keluar dari ruangan nya, kini tinggallah Darel seorang tanpa melakukan apapun. Yang ada dalam kepalanya sekarang kenapa dia bisa ceroboh dalam pekerjaan nya.
* FLASH BACK *
Sore itu Darel menyempatkan dirinya pergi ke apartemen Pretty, setengah jam menempuh perjalanan dari kantornya kini dia sudah sampai di gedung apartemen itu.
Darel masuk dan naik menggunakan lift menuju ke lantai 3 kamar apartemen Pretty, sampainya disana Darel menekan bel pintu. Beberapa menit muncullah seorang pria dari balik pintu tersebut, lalu berkata
"Ada apa tuan,,,??" tanya pria itu
"Saya ingin mencari seorang wanita namanya Pretty, bukankah dia tinggal di apartemen ini." Jawab Darel
"Ouhh gadis kecik itu, dia sudah tidak disini lagi tuan juga apartemen ini sudah di jualnya ke pada saya." Balas lelaki itu dengan entengnya,
"Kalau boleh saya tau apakah dia meninggal ka. pesan kemana dia pindah,,,,??" Darel yang penasaran bertanya lagi,
"Kalau itu saya tidak tau tuan, anda cari saja sendiri jangan menggangu waktu saya lagi." Pria di depannya itu mulai kesal dan segera menutup pintu setelah mengatakan hal demikian.
*Dan malam itu Darel pulang dengan rasa kecewa setelah beberapa jam mencari Pretty kesana kemari. Tidak ada yang tau kemana Pretty menghilang, bahkan asisten nya pun tidak tau. Darel datang ke klub malam dimana dia bertemu dengan Pretty pertama kalinya sejak kecelakaan malam itu.
Dia pulang dalam keadaan mabuk berat malam itu, tapi dia teringat akan suatu kerjaan yang harus dia selesaikan malam itu.
"Halo Del,,,"
"Ya halo pak, ada apa pak menelpon saya malam begini,,,,??"
__ADS_1
"Tolong bawakan berkas yang harus saya tanda tangani siang tadi,, " perintah Darel
"Tapi pak seperti nya anda sedang mabuk, lebih baik besok pagi saja pak,," Adel mencoba menenangkan Bos nya itu.
"Sekarang saya bilang ya sekarang,," Darel memerintah, dan mematikan sambungan telepon nya*.
*FLASH BACK OFF*
****************
"AAAKKKHH Kenapa bisa berantakan seperti ini, kemana kamu Pretty aku sangat merindukanmu." Ujar Darel sedih,
Sedangkan di London Pretty bersama keluarga Dimas bersenda gurau bersama ada saja yang mereka bicarakan dan menjadikan sebuah lelucon. Seperti saat ini Dimas lah menjadi korban ejekan mereka semua, Dimas hanya diam saja tanpa ekspresi apapun.
"Hahaha lucu yaaa tan kak Dimas waktu kecil, ga nyangka ajaa cowok se ganteng dan se dingin kak Dimas bisa rebutan boneka sama aku,,, ahhaha!!!"
"Ya begitulah Dimas sama kamu waktu kecil, berantem terus main bersama lagi,,,, kamu juga suka gangguin dia kalo dia ada mainan mobil atau robot terbaru...."
Suasana ruang keluarga di rumah Anggara terasa begitu hangat dan damai, keluarga mereka yang harmonis tanpa ada membedakan antara mereka. Walaupun mereka dari keluarga yang kaya raya tapi mereka tidak sombong akan harta yang mereka punya.
"Dimas kamu kenapa diam aja disana nak, tuh wajah juga kondisikan dong masa kek tembok aja sih datar ajaa,,,"
"Hahaha kamu marah sama Mama karena ungkit masa kecilmu,??" Mama Mella bertanya pada Dimas di iringi gelak tawa mengejek,
"Ah sudahlah aku ga mau lagi disini, mending aku ke ruang kerja Papa aja lama kelamaan aku disini bisa gila karena lelucon para wanita ini." Dimas berkata sambil berdiri dan pergi dari ruang keluarga itu,
"Tante kak Dimas gak marah kan sama kita,,,??" tanya Pretty khawatir karena baru kali ini dia liat Dimas dengan sikap seperti itu.
***************
"Pa,,,"panggil Dimas
"Yes Son ada gerangan apa kamu kesini,,," Balas Tuan Bima Anggara dengan matanya masih fokus pada laptop didepannya.
"Aku males aja gabung sama para wanita di bawah sana, mereka selalu saja meledekku dengan cerita masa kecilku Pa,,," Adu Dimas pada Papanya sambil duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu.
"Hahaha,,,,,Kau kan tau sendiri bagaimana adik dan ibumu,,,,," Tuan Bima menanggapi dengan tawa nya
__ADS_1
"Tapi ini Pretty juga ikutan Pa, kan aku jadi malu ah sudahlah Pa aku tidak ingin membahas hal itu lagi." akhirnya Dimas mengakhiri pembicaraan tentang ejekan dirinya.
"Ya sudahlah, kalau gitu coba kau pahami dokumen ini aku sudah lelah dan ingin beristirahat." ujar Papa nya Dimas sambil berdiri dari kursi kebesarannya.
Setelah kepergian Papanya Dimas segera menyelesaikan dokumen yang di maksud Papanya itu. Dimas memang sudah mengambil alih seluruh tanggung jawab di perusahaan tapi bukan berarti Papanya tidak boleh ikut campur tangan. Karena bagaimanapun juga Papa nya lah yang membangun perusahaan tersebut.
Dimas juga mempunyai perusahaan sendiri di bidang pembangunan, sedangkan Papa juga sama dengan perusahaan Dimas hanya saja Dimas tak ingin terlalu bergantung pada orang tuanya selalu.
Untuk saat ini perusahaan Dimas di percayakan kepada sepupunya, tapi Dimas masih tetap memantaunya dia bekerja di balik layar. Sedangkan perusahaan Papanya dia kelola sendiri dan dia bekerja di depan karena dia CEO perusahaan Papanya sekarang.
Setelah kepergian Dimas tadi sikap Pretty berubah seketika jadi banyak diam dan melamun, seperti saat ini tante Mella sudah memanggilnya berkali-kali.
"Pretty,,, Pretty sayang,,,,!!" panggil Tante Mella untuk yang kesekian kalinya,,,
"Ha iyaa Tan,,,ada apa Tan?? tanya Pretty gelagapan karena terkejut,,,
"Kamu kenapa melamun begitu, ada yang kamu pikirkan coba sini cerita sama Tante,,!!" ujar Tante Mella
"Hmm kak Dimas ga marah kan Tan karena kita bahas kisah masa kecilnya, kenapa dia tiba-tiba pergi gitu aja." keluh Pretty akhirnya
"Oh kamu mikirin yang tadi rupanya, Dimas itu orang nya baik, lembut gak pernah kasar ataupun marah sama perempuan apalagi orang yang di sayangi nya. Palingan dia ke ruang kerja Papanya untuk menyelesaikan pekerjaan. Kamu ga usah khawatir." Tante Mella menenangkan Pretty
"Ya udah Tan aku boleh nyusul kak Dimas, biar sekalian anterin dia buah potong sama air minum." Tanya Pretty sopan
"Iya kamu nyusul dia aja ke atas, toh Papa nya udah keluar dari ruang kerjanya kalau Dimas sudah di mintai untuk menyelesaikan pekerjaan nya." Ujar Tante Mella.
Pretty pun pergi menyusul Dimas ke ruang kerja Papanya, sebenarnya ini kali pertamanya Pretty masuk ke ruang kerja Papanya Dimas. Biasanya Dimas selalu di apartemen nya dan disana juga ada ruang kerja pribadi Dimas.
Setelah sampai di depan pintu berwarna coklat tua itu, Pretty mengetuknya terlebih dahulu agar tidak di bilang lancang.
_____________
Hello selamat malam teman2
semoga suka selalu sama novel ku yaa
jangan lupa beri dukungannya selalu
__ADS_1
like and komennya ya
terimakasih 🥰🥰🥰🙏🙏🥳🥳