
Satu jam berlalu kini ketiga perempuan itu sudah berada di restoran hotel bintang lima itu, Mereka duduk satu meja dengan empat kursi. Dimas di sebelah Pretty, Lisa bersebelahan dengan Karin.
"Kak Dimas kenapa sih kakak memindahkan Pretty ke London, apakah ada hubungan nya dengan Darel???" tanya Karin membuka pembicaraan, karena dia masih belum tahu alasannya Dimas memindahkan Pretty ke London, dia juga belum sempat menanyakan hal itu ke Pretty.
"Hmm dugaan kamu benar Karin, aku sengaja memindahkan Pretty karena laki laki yang bernama Darel itu selalu mengganggu Pretty, aku pribadi juga merasa terganggu." jawab Dimas,
"Bilang saja kak Dimas cemburu kan,,,," kini giliran Lisa yang bersuara, lebih tepatnya menggoda Dimas.
"Memang benar,,, dan aku juga merasakan kalau Darel bukan pria yang tepat untuk Pretty, iyakan sayang?? Dimas mengakuinya dan meminta pendapat Pretty,
Pretty hanya diam karena dia malu karena Dimas memanggilnya dengan sayang di depan kedua sahabatnya.
************
"Wow Big Ben,,,,, hey kalian ayo kesini kita foto foto kapan lagi kan foto disini," heboh Lisa setelah melihat pemandangan Big Ben di depan matanya.
"Idih katrok banget sih kamu Lisa, kek gak pernah lihat Big Ben aja,,,," sewot Karin karena melihat tingkah sahabatnya itu,
"Ya ellah kalau lihat di tv mah sering, tapi ini kan lihatnya secara langsung di depan mata lagi, kan aku baru kali ini ke London beda sama kamu Rin yang sering kesini." balas Lisa membela dirinya.
Dan perdebatan pun berlanjut hingga suara Pretty membuat mereka berhenti berdebat, karena disana Pretty sudah seperti ingin memakan mereka hidup hidup saja. Bagaimana tidak tangannya berkacak di pinggang mata melotot tajam.
"Kalian disini mau ribut atau jalan-jalan sih, kalau mau ribut kembali aja sana ke hotel ribut sampai kalian puas." Berang Pretty
Akhirnya mereka berdua berhenti berdebat dengan hal yang tidak penting itu, tapi Lisa masih ngotot ingin berfoto ria dengan background nya Big Ben.
Sedangkan Dimas hanya diam tak bersuara, melihat para wanita yang sudah dewasa itu ribut seperti anak kecil merebut permainan saja.
Pretty dan Dimas memutuskan untuk mengikuti kemauan Lisa, toh mereka juga ingin berfoto ria tapi bedanya tidak seheboh Lisa. Karin hanya mengikut saja karena dia tak ingin lagi memancing amarah Pretty.
Sudah satu jam mereka berempat berkeliling kota London, Britania raya tepatnya ya Dimas, Pretty, Lisa dan Karin kini sudah mulai penat. Mereka memutuskan untuk mencari makanan sambil melepaskan penatnya.
*************
Sudah seharian mereka berjalan dan berkeliling kota London Britania raya, kini mereka semua sudah kembali ke hotel untuk membersihkan dirinya masing-masing serta bersiap untuk kembali ke apartemen nya.
Pretty dan Lisa tinggal satu apartemen cuman beda lantai, sedangkan Karin akan kembali ke Amerika besok jadi untuk malam ini dia menginap di apartemen Pretty. Lisa juga tidak keberatan toh dia juga mengerti Karin pasti sangat rindu dengan sahabatnya itu.
__ADS_1
Karin tidak menyangka kalau Pretty sudah kembali seperti dulu, dia mengingat semuanya tapi satu hal yang Karin tidak mengerti kenapa sahabatnya itu menolak Darel setahu dia pria itu selalu setia menemani Pretty di masa komanya.
"Hei Rin kamu kok bengong sih, mikirin apa hayoo,,,," Panggil Pretty karena melihat sahabatnya itu melamun,
"Ah ga ada kok, udah selesai berkemas ayo kita pulang sekarang." Ujar Karin,
"Sudah ayo kalo gitu, Lisa mana yaa kok gak keliatan." heran Pretty karena tidak melihat gadis unik yang satu itu,
"Tadi dia bilang kau ke bawah sebentar, mau cari camilan katanya di apartemen ga ada camilan buat kita makan nanti." jawab Karin karena Lisa izin pamit dengannya saat Pretty di kamar mandi.
"Ouh gitu, padahal kan nanti bisa kenapa sekarang sih kalau gitu ayo kita jalan btw dia udah bawa semua barang bawaan dia kan Rin??." tanya Pretty lagi memastikan semuanya sudah di bawa.
"Iya sudah kok,,,," balas Karin sekenanya,
"Yok kita turun, kak Dimas udah nungguin di parkiran mobil hotel," jawab Pretty sambil berjalan mendahului Karin, sedangkan Karin hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku sahabatnya itu.
********************
Ke esok harinya Pretty, Lisa dan juga karin pergi ke bandara untuk mengantarkan kepergian Karin kembali ke Amerika. Mereka sangat sedih baru juga ketemu sekarang harus berpisah lagi, terlebih Pretty karena dia baru saja mengingat kenangan masalalunya bersama sahabatnya.
Hari itu Dimas tidak ikut dengan mereka karena ada pekerjaan penting yang harus dia tangani, sekarang Dimas sudah fokus di perusahaan Papanya. Semua tanggung jawab perusahaan sudah di alihkan kepadanya.
"Rin, kamu baik baik ya disana jangan lupa sama kami mentang punya temen bule semua,,,, " ujar Lisa dramatis,
"Idih kamu kenapa sih, kek di tinggal pergi pasangan aja, efek jomblo nih,,," ejek Karin,
"Udah udah jangan berdebat lagi, ini dia mau pergi lho Lis kamu jangan gitu lagian kita nanti juga bakal punya teman bule kalau udah ngampus," Pretty segera menengahi mereka berdua sebelum keduanya kembali berdebat.
Mereka bertiga berpelukan layaknya Teletubbies. Begitulah persahabatan mereka meski terpisah jarak tapi mereka tetap komunikasi dengan baik.
*************
"***Hallo,,,," sapa Pretty
"Hallo sayang kamu dimana, udah selesai belum kuliahnya,,,,? tanya orang di seberang sana,
"Udah Dimas, aku udah selesai kenapa emangnya,,,?" tanya Pretty, yang menelepon ada Dimas Anggara,
__ADS_1
"Aku kesana sekarang mau jemput kamu, soalnya mama suruh kamu ke rumah." jawab Dimas,
"Ha emangnya ada apa kenapa aku harus ke rumah kamu, apa ada masalah,,??" tanya Pretty,
"Sudah nanti aku jelasin yaa pas di perjalanan ke rumah aja,,,," ujar Dimas,
"Hmm ya sudah kalo gitu, kamu hati hati dijalan yaaa Dim,,," balas Pretty penuh perhatian,
"Ya udah sayang bye aku matiin dulu ya,,,," jawab Dimas lalu mematikan telepon nya***.
Satu jam berlalu kini Dimas sudah sampai di kampus Pretty, disana Pretty sudah menunggunya bersamaan dengan Lisa disampingnya. Pretty juga sudah memberi tahu pada Lisa kalau dia akan di jemput oleh Dimas.
Dimas menghampiri pacarnya itu lalu mengacak rambutnya pelan, karena gemas dengan pacarnya itu. Bagaimana tidak gemas dia memakai kaos yang oversize di badannya serta celana jeans panjang. Sangat cocok di tubuh mungilnya itu.
(Hanya model saja bukan cast pemeran)
"Issshh kan jadi berantakan rambutnya,,,," Pretty memberengut sambil menata kembali rambutnya yang sedikit acakan.
"Hehe habisnya aku gemas sama kamu, maaf yahh udah bikin rambut kamu berantakan,,,," ujar Dimas menenangkan,
"Iyaa ga apa apa, aku tau kok aku kan lucu,cantik, dan imut,,,,," balas Pretty dengan percaya dirinya.
"Ehem,,, disini tuh ada orang bukan batang pohon," Lisa menyela karena merasa di abaikan oleh sepasang kekasih di depannya ini.
"Hehe Lisa, maaf yahh aku ga maksud kok, kalo gitu kamu pulang bareng kami aja yaa kan kita satu apartemen juga,,," ujar Pretty cengengesan, karena merasa tak enak dengan sahabatnya,
Sedangkan Dimas hanya diam seperti tak melakukan kesalahan apapun. Biasalah dia selalu bersikap cuek dan datar tapi dia akan bersikap hangat kepada orang terdekatnya apalagi orang yang dia sayangi.
_________________
HELLO READERS SELAMAT MALAM 🌃
SEMOGA SEHAT SELALU
JANGAN LUPA SUPPORT NYA YAA
__ADS_1
MOHON VOTE SAMA DUKUNGAN NYA SELALU
TERIMAKASIH 🥰🥰🥰🙏🙏✨✨