
Sudah satu minggu berlalu sejak pertemuan Pretty dan Lisa di kafe waktu itu, sampai saat ini Pretty tidak pernah komunikasi lagi dengan sahabatnya Lisa itu. Dia tau pasti Lisa sangat kecewa dengan nya, siapa yang tidak kecewa kalau di posisi kan di tempat Lisa.
Sedangkan Lisa dia sibuk dengan laptop didepannya, yang sedang menayangkan drama Korea kesukaan nya. Dia sebenarnya juga tidak tega bersikap seperti ini pada Pretty tapi mau bagaimana lagi. Kalau bukan demi kejutan untuk sahabat nya itu maka dia tidak akan mau berpura pura ngambek dan kecewa pada Pretty.
Saat ini Dimas dan Pretty sedang mempersiapkan semua kebutuhannya untuk berangkat ke London seperti pakaian dan lainnya. Sedang paspor dan visa sudah ditangani Dimas, semua itu mudah untuk Dimas karena dia juga salah satu pengusaha muda yang sukses. Hanya saja selama ini dia berada di balik layar, berbanding terbalik dengan Darel dia selalu tampil di depan layar.
Jadi tidak heran kalau orang-orang lebih mengenal Darel, tapi Dimas tidak sedikitpun iri atau dengki. Karena baginya ketenaran bukan prioritas hidupnya, baginya keluarga lah yang prioritas.
Mall pusat kota disini lah Pretty berada bersama dengan Dimas,saat ini Dimas menemani Pretty untuk membeli beberapa pakaian baru yang akan di bawa ke Amerika nanti. Sebenarnya sih mereka bisa saja belanja saat di Amerika tapi Pretty ngotot ingin menghabiskan waktu di terakhir nya di tanah kelahirannya itu.
***************
Pukul 10:00 pagi WIB hari ini tepat pengumuman hasil ujian semester Pretty di kampusnya. Saat ini dia hanya sendiri tidak ada Dimas yang menemani nya karena Dimas sedang sibuk dengan urusannya karena besok lusa dia sudah wisuda. Yaa wisuda Dimas di percepat begitu juga dengan mahasiswa seangkatan Dimas lainnya.
Lisa yang melihat Pretty dari kejauhan hanya merasa iba, bagaimana tidak iba melihat ekspresi sahabatnya itu murung saja. Dia tidak tega tapi dia sudah berjanji pada Dimas untuk memainkan drama ini sampai selesai.
Saat yang di tunggu pun tiba, kini MC sudah mulai membuka acara tersebut dan waktu demi waktu berjalan. Kini tibalah saatnya pengumuman hasil ujian terbaik di kampus, Pretty sangat dig dug jantung nya bagaimana tidak jika dia tidak mendapatkan nilai yang terbaik maka Dimas pasti akan menghukumnya.
"Pretty Zaskia Mecca... panggil MC itu dengan menggelar di ruangan aula kampus ternama di kota Jakarta itu. Pretty yang namanya merasa terpanggil terkejut bukan main, bagaimana tidak dia mendapatkan nilai yang terbaik di kampus nya.
Satu jam berlalu setelah acara pengumuman hasil ujian semester di kampus itu, kini Pretty ingin segera langsung pulang. Tidak ada yang perlu ia lakukan lagi, karena Lisa juga tidak ada biasanya mereka berdua pasti merayakan setiap ada hal baik yang mereka dapat.
Tapi hari ini sangat berbeda dengan hari sebelumnya, Lisa yang masih tidak mau bicara dengannya karena masalah dia akan pindah kuliah semester depan.
Sedangkan Lisa dia juga mendapat nilai yang baik, hanya saja masih di bawah Pretty sahabat nya. Sebenarnya dia bangga kalau Pretty mendapatkan nilai terbaik di kampus juga ingin merayakan nya, tapi karena drama ini dia harus berpura-pura tidak peduli.
__ADS_1
Bahkan seharian ini Lisa tidak menampakkan dirinya di depan Pretty, agar drama ini semakin sempurna.
*************
Di apartemen Pretty sendirian dia merasa sangat bosan, tidak biasanya dia merasa seperti ini. Dimas yang tiba-tiba sibuk dan Lisa yang masih marah dengan nya, membuat kepalanya ingin meledak saja memikirkannya semua ini.
"Ting tong" bunyi bel apartemen Pretty, dan Pretty pun dengan malas menuju pintu dan melihat dari celah kecil di pintu itu siapa yang datang ke apartemen nya. Pikir Pretty,
Dari balik celah pintu itu terlihat seorang pria berjas hitam tapi wajahnya tidak terlihat karena pria itu berdiri membelakangi pintu. Akhirnya Pretty membuka pintu apartemen nya, dan memanggil pria itu.
Pria itu segera membalikkan badannya, saat mendengar pintu apartemen itu terbuka. Dan yuppss Pretty kaget ternyata itu Darel yang datang ke apartemen nya. Dia sesegera mungkin menetralkan ekspresi wajah nya, agar tidak di lihat oleh Darel.
"Ada apa kamu datang kesini, mau apalagi kamu,,,??" tanya Pretty dingin,
"Aku tidak di suruh masuk dulu gitu, aku ini tamu lho, masa gak di suruh masuk dan di beri minum sih,,,," ujar Darel mengalihkan pertanyaan Pretty yang menusuk itu,
"Baiklah kalau kamu ngomong gitu sama aku, aku hanya bilang dan meminta kesempatan sekali lagi,,,, aku masih mencintaimu Pretty Mecca tidakkah kau tau itu??" akhirnya Darel mengatakan maksud nya datang ke apartemen Pretty.
"Apakah masih kurang cukup penjelasan dariku hari itu haa!! Aku sudah memaafkan dirimu dan untuk kesempatan yang kamu minta, aku tidak bisa memberikan nya." Ujar Pretty tegas,
"Apa semua ini karena pria yang bersama mu itu, apa kelebihan nya dari ku, apa yang tidak aku punya dan dia punya??" tanya Darel, yang sudah mulai tersulut emosi
"Ya semuanya karena Dimas, namanya Dimas Anggara, kalau kamu tidak tau namanya. Dan kamu Darel Germana yang terhormat jika sudah selesai bicara silahkan pergi dari apartemen ku, sebelum satpam yang menyeret mu.
Sekali lagi Pretty mengusir Darel, karena dia sudah tak ingin berdebat yang menurut nya hanya buang waktu.
__ADS_1
"Dan satu lagi Hadirmu sudah tak lagi aku inginkan Darel, karena kau hanya bagian dari kisah masa laluku" imbuh Pretty setelah itu, dan menutup pintu dengan sedikit keras.
****************
Pagi ini Pretty dan Dimas sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, mereka akan pergi ke London. Pretty sejak tadi gelisah karena sahabatnya tidak ada disana untuk mengantarkan kepergian dirinya.
Sedangkan Lisa sudah berada di London dua hari yang lalu, dia di suruh Dimas berangkat duluan dengan asisten pribadi Dimas. Karena dia ingin Lisa yang mengatur segala persiapan acara ulang tahun Pretty nanti saat mereka sudah sampai di London.
Lisa berangkat ke London di saat hari penerima an hasil ujian semester tahun lalu, maka dari itu Dimas juga tidak datang untuk mendampingi Pretty mengambil hasil ujiannya. Memang Dimas hari itu juga mengurus segala persiapan wisuda nya, tapi setelah itu dia mengurus keberangkatan Lisa sahabatnya Pretty.
Dimas yang melihat Pretty seperti sedang mencari seseorang di bandara membuka suara nya dan bertanya,
"Pretty,,, apakah kamu sedang mencari seseorang atau menunggu seseorang??" tanya Dimas,
"Ah itu aku menunggu Lisa, tapi dia tidak terlihat sejak tadi apakah dia benar-benar belum memaafkan diriku. Bahkan di saat aku sudah ingin pergi ke negeri orang, dia bahkan tidak mengantarku ke bandara." ujar Pretty lirih, wajahnya sangat murung tampak tidak bersemangat,
"Tenanglah Pretty, Lisa mungkin saja sibuk dengan urusannya atau bisa saja dia sedang butuh waktu untuk sendiri dulu." Ujar Dimas memberikan ketenangan pada gadis di sebelahnya itu,
"Hmm baiklah, aku akan coba tenangkan pikiran ku dulu." sambil melangkah pergi ke arah gerai kopi di bandara itu,
Dimas yang melihat Pretty pergi segera mengejarnya dan kini mereka sudah tiba depan gerai kopi yang tak lain adalah Starbucks.
Mereka berangkat lebih kurang 2 jam lagi, maka dari itu Dimas dan Pretty memilih bersantai terlebih dahulu. Lagian mereka juga sudah melakukan check in jadi tinggal menunggu keberangkatan saja.
________________
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA READERRSS SEMUAANYAA
SELAMAT MALAM 🌃