
Mendengarkan perkataan Aleta yang panjang lebar membuat Zidan yakin bahwa Aleta benar-benar menerima Zayn.
Zidan akhirnya merasa senang, Aleta bisa menerima Zayn dirinya kira Aleta tidak akan menerima Zayn.
Sementara itu di dapur Zayn sedang menyiapkan bumbu untuk segera di masak.
"Zayn kamu sudah lama tidak kesini tapi setelah kesini kamu langsung masak buat Tuan Besar."
Zayn hanya tertawa menanggapi perkataan bi Sumi."
"Zayn bibi ingin ngomong."
"Ngomong apa bi?"
"Apa kamu sudah melakukannya dengan Nona muda."
"Maksud bibi?" Tanya Zayn.
"Masa kamu ngga tahu, bukankah suami istri melakukan hal seperti itu."
"Kalau itu jangan ditanya bi, sudah pasti pernah melakukannya."
"Semoga kalian bisa cepat di berikan momongan."
"Amin, Semoga aja bi aku juga ingin segera memiliki anak biar aku dan Aleta ada teman bermain."
"Katanya kemarin kamu masuk ke rumah sakit karena terluka."
"Iya Bi tapi sekarang aku Sudah baik-baik saja."
"apa benar kamu terluka di bagian perut karena tusukan dari perampok yang ingin mengambil tas Nona."
"Iya Bi."
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa kan? Tidak ada yang terluka selain disitu."
"tenang aja bi aku baik-baik saja."
"Kamu tahu bibi sangat khawatir saat kamu terluka."
"Terimakasih kalau bibi mengkhawatirkan ku tapi tenang saja Bi, aku baik-baik saja sekarang."
Singkat Cerita Zayn sudah selesai memasak.
"Zayn, sejak kapan kamu pandai memasak.
"Sejak aku tinggal di panti, ibu panti selalu mengajariku memasak."
"Oh ya bagaimana kabar ibu panti apa dia masih sehat."
"dia masih sehat, aku kemarin baru saja ke sana bersama istriku."
Saat itu Bi Sumi mengatakan bahwa dirinya pernah melihatnya di suatu tempat hingga akhirnya Bi Sumi ingat bahwa Bi Sumi pernah melihatnya di panti asuhan.
"bibi Sudah lama tidak bertemu dengannya, mungkin kalau ada waktu bibi akan menemuinya." ucap Bi Sumi.
"Mungkin jika dia bertemu dengan sahabatnya dia akan senang." ucap Zayn sambil tersenyum.
"Oh ya Bi, aku akan mengantarkan makanan ini."
"Semoga saja ayah mertua kamu menyukai masakan kamu.
Singkat Cerita Zayn menyajikan makanannya di meja makan.
Zayn, Aleta dan juga Zidan sekarang berada di ruang makan.
"Kalau dari baunya ingin sangat enak sekali ayah jadi tak sabar ingin mencobanya.
__ADS_1
"Kalau begitu silahkan dimakan ayah."
Saat Zidan akan segera mengambil makanan, Shaka dan Winda tiba-tiba datang.
"Zayn, Aleta kalian disini." Tanya Shaka.
"iya kak."
"Shaka, Winda mari duduk hari ini kita akan mencoba masakannya Zayn."
"Zayn? Jadi kamu yang membuat semua ini."
"Iya kak, aku harap kakak menyukainya."
Shaka dan Winda kini duduk di meja makan lalu kemudian satu persatu mengambil piring dan mengambil makanan yang telah di sediakan.
Sekarang mereka mencoba makanan yang dibuat oleh Zayn saat mereka baru saja memakan satu suapan Mereka langsung ketagihan.
"Zayn ini makanan sangat enak, kenapa kamu tak pernah memberitahuku bahwa kamu bisa memasak." ucap Shaka.
"Zayn, ayah pasti akan mendukung kamu jika kamu mengikuti lomba memasak, ayah yakin kamu pasti akan juara."
"Zayn, kamu akan mengikuti lomba memasak?" tanya Winda.
"Iya kak Winda." ucap Zayn.
"kalau gitu sih, aku yakin kamu akan juara, apalagi makanan buatan kamu ini sangat enak." Zayn hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Kakak iparnya.
"Jadi kapan lombanya dilaksanakan kami semua pasti akan datang mendukung kamu."
"Lombanya seminggu lagi yah, makanannya aku segera mendaftarkan Zayn."
Zayn merasa sangat senang di Keluarga ini, Keluarga yang bisa membawa kebahagiaan untuknya hingga dia bisa melupakan masa lalunya.
__ADS_1