
Bunuh diri?", Aleta sangat kaget dengan perkataan dari Suaminya tersebut.
"ibuku bunuh diri karena si bajingan itu pergi dengan selingkuhannya, Aku kira si bajingan itu hanya pergi tapi dia malah mengambil surat rumah dan menjualnya dan kita diusir dari rumah pada saat itu."
"aku dan ibu hidup di dalam Kemiskinan dan suatu ketika ketika aku habis mencari sesuap nasi untuk makan aku malah melihat ibuku bunuh diri tepat di depan mataku sendiri.
Aku ingat kata-katanya Waktu itu bahwa dia meminta maaf karena belum bisa menjadi ibu yang baik untuk dirinya.
"apa sampai saat ini kamu masih menyimpan dendam dengan ayahmu dan juga selingkuhan ayahmu."
"aku memiliki dendam dengan mereka berdua karena gara-gara mereka ibuku harus mengakhiri hidupnya."
"apa kamu tahu ketika aku menikah denganmu dalam hatiku mengatakan apakah aku pantas untukmu." ucap Zayn.
"maksudmu?"
__ADS_1
"kamu terlalu cantik untukku apalagi kamu dari kalangan keluarga kaya kamu memiliki keluarga yang sangat menyayangi kamu, walaupun ini kamu meninggalkan kamu tapi kamu memiliki seorang ayah yang selalu ada untukmu dan Seorang kakak yang sangat menyayangi kamu. Saat aku mulai bekerja denganmu aku merasa sangat iri bukan hanya dengan kamu tapi juga dengan orang lain. Aku berpikir mereka bahagia tapi kenapa aku tidak bahagia sama sekali."
Aleta merasa sangat sedih suaminya memiliki masa lalu yang sangat menyedihkan, dan dia tidak menyangka bahwa Suaminya harus melihat ibunya bunuh diri di depan matanya sendiri.
"kapan-kapan apakah aku boleh ke makam ibu kamu", ucap Aleta pada Zayn.
"boleh dan aku pasti akan memperkenalkan kamu pada ibuku, bahwa aku telah menikah dengan wanita cantik seperti ibu."
Singkat Cerita Zayn dan Istrinya sudah sampai di tempat yang ingin di kunjungi Istrinya.
"tempat ini sangat indah sekali, aku baru tahu ada tempat seperti ini disini." ucap Zayn.
"Sayangnya tempat ini adalah tempat yang menyimpan Kelam untukku."
"bagaimana kalau tempat ini jadikan tempat yang indah untuk kita berdua, lupakan masa lalu yang menyakitkan bagimu dan kita mulai dengan lembaran-lembaran baru."
__ADS_1
"memang sulit untuk menerima masa lalu apalagi Kita berdua memiliki cerita yang sama, tapi apakah kita akan terus terikat dengan masa lalu kita?", tanya Zayn.
"benar apa yang kamu katakan Zayn percuma saja aku bersedih itu tidak akan bisa mengubah apapun."
Mereka berdua kemudian berjalan-jalan sambil melihat pemandangan indah yang ada di sekitaran danau, Menikmatinya indahnya danau dengan banyaknya pepohonan yang membuatnya asri dan sejuk.
"Sayang, mari kita foto bersama kita buat kenang-kenangan disini."
Aleta yang mendengar bahwa Zayn mengajaknya berfoto merasa takut dengan kejadian masa lalunya karena setelah berfoto ibunya jadi meninggalkan ayahnya.
Tapi dalam pikirannya Aleta mau berfoto bersama dengan Suaminya agar bisa menjadikan sebuah kenangan-kenangan mereka.
Setelah puas berfoto Zayn dan Istrinya pulang ke rumah untuk segera pulang Karena hari sudah semakin sore.
Zayn melajukan mobilnya menuju ke rumah utama, Zayn sudah sampai di rumah utama dan ketika dia sampai di rumah Zayn dan Aleta melihat seorang wanita sedang di usir oleh ayahnya.
__ADS_1