
seminggu kemudian Zayn dan Aleta kini sedang menikmati waktu liburan mereka, karena mereka tidak ingin terlalu stres dengan pekerjaan yang mereka lakukan.
seminggu yang lalu ibunya menemui Aleta kembali dia menemui Aleta hanya untuk meminta uang.
Aleta yang tidak mau memberikannya karena takut di manfaatkan oleh ibunya lebih memilih diam begitu saja.
ibunya yang merasa sangat marah langsung saja menampar Aleta tapi untung saja Zayn langsung menghentikannya karena saat itu Zayn masuk ke Perusahaan istrinya untuk membawa barang milik istrinya yang ketinggalan di mobil.
Saat itu Zayn benar-benar sangat marah Karena ada yang berani berbuat jahat pada suaminya.
"Siapa kamu?" tanya Miranda
"saya Zayn istrinya Aleta apa yang kamu lakukan pada istriku." ucap Zayn lalu mencengkram tangan Miranda.
"lepaskan aku, apakah kamu tidak tahu aku adalah ibunya Aleta orang yang telah melahirkannya."
"aku tahu kamu Adalah ibunya Aleta, lalu apa yang akan kamu lakukan, apakah aku akan memanggil kamu ibu mertua?" tanya Zayn.
"Lepaskan aku sialan!" ucap Miranda yang merasa sangat kesakitan tangganya di remas oleh Zayn.
"apa tujuan kamu datang kesini, lalu kenapa kamu tadi mau menampar putrimu sendiri."
__ADS_1
"karena dia berani denganku dan dia tidak mau memberiku uang makannya aku akan memberikan pelajaran untuknya." ucap Miranda.
"kamu adalah ibu kandungnya seharusnya kamu melindunginya apakah kamu tahu dia sangat merindukan kamu, dia ingin sekali memeluk kamu tapi jika kamu seperti ini Aleta akan membenci kamu, pantas saja kakak ipar tidak mau mengakui kamu sebagai ibunya."
"jangan harap kamu bisa seenaknya dengan istriku jika kamu berani bermain-main dengan istriku aku tidak akan segan-segan membuat kamu menyesal." ancam Zayn pada Miranda.
Miranda kemudian pergi dengan raut kemarahan di wajahnya.
"Risa tolong ambilkan Air" ucap Zyan pada Risa.
Risa hanya mengangguk lalu dia pergi mengambil air minum untuk Aleta.
"Sayang, minumlah agar kamu tenang."
Aleta kemudian segera meminum air tersebut.
Setelah dirasa tenang Zayn kemudian memeluk istrinya.
"Sayang, aku kira ibu akan benar-benar berubah tapi dia tak berubah sama sekali dia hanya datang untuk meminta uang."
"mungkin hati dia belum terbuka, jika dia hanya memanfaatkan kamu saja lebih baik kamu melawannya dari pada nanti kamu akan terus di ancam olehnya."
__ADS_1
"aku tahu kamu sangat sedih, aku tahu kamu sangat merindukan ibumu dan aku juga tahu kamu ingin sekali memaafkan ibu kamu tapi kamu juga sangat kecewa dengan ibumu karena dia tidak pernah berubah."
"tapi kamu harus kuat untuk menghadapi ibumu kamu harus kuat demi bayi kita."
Aleta mengangguk lalu dirinya membenamkan wajahnya di dada milik suaminya.
Seminggu kemudian Zayn kini sedang berlibur dengan Istrinya demi menghilangkan stress.
Zayn sangat berhati-hati menuntun Istrinya. Zayn dan Istrinya kini sedang menikmati waktu liburannya di pantai.
"lama tak berjumpa, Zayn" ucap Seseorang yang menghampirinya lalu memanggil namanya.
Zayn yang sedang membeli eskrim untuk istrinya tidak mengetahui siapa orang yang memanggilnya.
Saat Zayn menatap wajahnya wanita tersebut tersenyum ke arah Zayn.
"Olivia?" tanya Zayn yang kaget dengan wanita yang pernah dia temui di Maldives.
"hai, bagaimana kabarmu?" tanya Olivia pada Zayn.
"kabarku baik", Jawab Zayn.
__ADS_1