
Kondisi Aleta kini sudah benar-benar sembuh dan dia sudah bisa bekerja kembali tapi dirinya tidak boleh sampai kelelahan dalam bekerja.
Aleta kini sudah sampai di perusahaan dengan diantar oleh Suaminya, mobil yang di tumpangi Zayn dan Aleta kini sudah sampai di depan perusahaan.
Aleta segera turun dari mobil tapi sebelum dia turun dari mobil Zayn menciumi istrinya terlebih dahulu dan memberikan semangat kepada istrinya.
Aleta kini turun dari mobil dan segera masuk ke dalam perusahaan. Risa sudah menunggu Aleta, karena dia sangat merindukan Sahabatnya tersebut.
"Aleta, akhirnya kamu datang juga, kamu tahu aku sangat kelelahan mengerjakan semuanya sendiri."
"maafkan aku, Risa, kemarin sebenarnya aku ingin sekali datang ke Perusahaan tapi Suamiku melarang aku karena aku belum sepenuhnya sembuh."
"Suami kamu perhatian banget sama kamu."
"dia terlalu perhatian denganku, Bahkan saat aku sakit dia yang menjagaku dia tidak pernah merasa kelelahan sama sekali walaupun aku tahu sebenarnya dia sangat kelelahan."
"kamu beruntung memilikinya, Aleta, dia adalah pria yang baik."
"apa yang kamu katakan benar, aku Benar-benar beruntung telah memilikinya andai saja dulu aku tak mendengarkan perkataan kamu mungkin saja aku sekarang tengah menyesal."
"menurutku dia adalah pria yang di sukai banyak wanita karena tingkah lakunya yang membuat para wanita kagum, Aleta kamu harus Benar-benar bisa menjaga suami kamu apalagi menurutku suami kamu sangat tampan pasti banyak Wanita yang menginginkannya."
__ADS_1
"Jika ada wanita yang berani mendekati suamiku akan aku pastikan dia menyesal karena diriku."
"kamu dulu membenci Suami Kamu sekarang kamu malah mencintainya bahkan kamu tidak memperbolehkan wanita lain dekat-dekat dengannya."
"Karena dia sudah menjadi milikku dan akan sepenuhnya milikku apalagi aku tengah hamil anaknya."
Berikut adalah revisi dari tulisan tersebut:
"Aku sudah menikah dan akan memiliki seorang anak. Lalu, kapan kamu akan menyusul?"
"Saat ini, aku belum memiliki rencana untuk menikah karena masih fokus pada pekerjaanku."
"Apakah kamu sudah memiliki calon suami?"
"Mengapa begitu? Apakah kamu masih malu untuk mengatakannya?"
"Bukan karena malu, tapi karena kami baru saja memulai hubungan. Aku ingin memastikan apakah dia adalah pria yang baik untukku atau tidak."
"Jika dia memang baik untukmu, apakah kamu akan menerima lamarannya ketika dia melamar kmu?"
"Tentu saja aku akan menerimanya."
__ADS_1
Saat Aleta dan Risa sedang berbincang-bincang mengenai pekerjaan mereka, tiba-tiba ada karyawan yang mengetuk pintu ruangan mereka.
"Masuk," ucap Aleta.
"Nona, ada yang ingin bertemu dengan Nona."
"Siapa?" tanya Aleta penasaran.
"Seorang wanita, katanya dia sangat mengenali Nona."
"Baiklah, aku akan turun ke bawah."
Aleta dan Risa segera turun ke bawah, Aleta ingin mengetahui siapa wanita yang ingin bertemu dengannya.
Kini Aleta sudah berada di bawah, dia melihat seorang wanita sedang duduk di ruang tunggu. Aleta kemudian mendekati wanita tersebut. Saat ini, mata mereka bertemu dan Aleta kaget bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah ibunya.
"Ibu," lirih Aleta.
Miranda kemudian menatap Aleta dengan tatapan yang mengiba.
"Aleta, maafkan ibu nak. Kamu mau kan memaafkan ibu?"
__ADS_1
Aleta masih tak percaya ibunya datang menemuinya di perusahaannya. Dia tidak menyangka bahwa ibunya akan datang ke perusahaannya.