
"Zayn, aku sudah bisa makan sendiri," ucap Aleta.
"Tetapi kamu masih belum sepenuhnya sembuh, sayang. Biarkan suamimu yang menyuapi kamu," kata Zayn.
Aleta kemudian membuka mulutnya. Dia tidak ingin berdebat dengan suaminya. Mungkin ini adalah cara agar suaminya semakin mencintainya.
"Sayang, jangan sakit-sakitan lagi. Aku takut kamu terkena masalah yang lebih serius. Aku mohon, jangan terlalu memikirkan hal-hal yang membuatmu stres," ujar Zayn penuh perhatian.
"Zayn, sebenarnya aku tidak merasa stres sama sekali. Mungkin aku hanya merasa lelah karena terlalu banyak bekerja," jelas Aleta.
"Namun, kamu tetap harus menjaga kesehatanmu. Jangan sampai kelelahan dan berdampak buruk pada bayi yang ada di dalam kandungan kamu," tegur Zayn dengan penuh kekhawatiran.
Aleta merespons dengan tatapan sedih, "Baiklah, Zayn. Aku pasti akan lebih menjaga kesehatanku."
Melihat wajah istrinya yang sangat sedih, Zayn kemudian langsung memeluk Aleta dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Maafkan aku, sayang, jika perkataan aku membuatmu sedih. Tapi aku benar-benar sangat khawatir denganmu," ucap Zayn dengan lembut.
"Iya, Zayn. Aku tahu bahwa kamu sangat khawatir dengan aku dan aku sangat senang kamu mengkhawatirkan diriku," ujar Aleta sambil membalas pelukan suaminya dengan erat.
"Zayn, aku ingin turun ke bawah. Aku ingin menemui ayah, kakak, dan kakak iparku. Aku juga sangat ingin bertemu dengan baby Wulan," kata Aleta dengan penuh semangat.
"Baiklah, mari kita turun ke bawah," ucap Zayn setuju.
Zayn kemudian menggendong istrinya untuk turun ke bawah karena ia tidak ingin Aleta merasa kelelahan. Meskipun awalnya Aleta menolak, tapi ia merasa terlindungi dan dijaga dengan baik di pelukan suaminya.
"Aleta, akhirnya kamu sembuh. Ayah benar-benar sangat khawatir denganmu," ucap ayah Zidan dengan penuh kebahagiaan.
"Iya, Aleta. Kakak juga merasa sangat khawatir denganmu. Walaupun kamu sudah menikah dan sedang hamil, tapi aku tetap menganggap kamu sebagai adik kecilku," ujar Shaka dengan lembut.
"Apakah kamu benar-benar sudah sembuh, Aleta?" tanya kakak ipar dengan perasaan khawatir.
__ADS_1
"Sudah, Kak. Sekarang aku sudah bisa beraktivitas lagi," jawab Aleta dengan mantap.
"Syukurlah kalau kamu sudah sembuh. Suamimu benar-benar sangat khawatir dengan keadaanmu. Dia selalu menjagamu tanpa peduli dengan kondisi kesehatannya sendiri," kata kakak ipar dengan perasaan lega.
"Apa yang dikatakan oleh kakak iparmu benar, Aleta. Zayn sudah melakukan yang terbaik untukmu dan sekarang kamu juga harus melakukan yang terbaik untuknya," tambah ayah Zidan seraya memberikan senyum tulusnya.
"Aku tahu, Zayn selalu menjagaku saat aku sedang sakit dan aku merasa sangat beruntung menjadi istrinya," ucap Aleta dengan rasa syukur.
Sementara itu, Zayn hanya tersenyum bahagia mendapatkan pujian dari istrinya.
Aleta semakin mencintai Zayn, begitu juga Zayn sangat mencintai Aleta. Mereka tidak sabar menunggu kedatangan sang buah hati.
Namun, di sisi lain, Farhan dan Miranda sedang bertengkar lagi. Kali ini, Farhan menampar istrinya karena Miranda tidak memberikan uang untuk dirinya bermain judi.
Beberapa hari terakhir, Farhan selalu memarahi istrinya dan Miranda merasa tak berdaya ketika harus menerima perlakuan kasar dari suaminya. Namun, meski demikian, dia kadang-kadang mencoba melawan dan mempertahankan dirinya.
__ADS_1
Saat ini, Miranda benar-benar menyesal dengan situasi yang dia hadapi bersama suaminya.