Hanya Suami Pengganti

Hanya Suami Pengganti
EPISODE 60.


__ADS_3

"Zidan dengan nada tegas mengusir wanita tersebut, namun Miranda tetap bersikeras untuk mendapatkan simpati dari Zidan.


"Sayang, mengapa kamu mengusir aku? Seharusnya kamu malah memarahi petugas keamanan itu dan memecatnya," ucap Miranda sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah petugas keamanan tersebut.


"Kenapa saya harus memecatnya? Apa yang dia lakukan sudah benar karena dia mengusir hama seperti kamu. Lebih baik kamu pergi dari sini sekarang, atau saya akan memanggil lebih banyak petugas keamanan untuk mengusir kamu," ucap Zidan dengan tegas.


"kamu, tolong usir dia dari sini sekarang!" perintah Zidan kepada petugas keamanan.


IP


"Baik, Tuan," jawab petugas keamanan tersebut, lalu segera menjalankan perintah dari Tuan Zidan.


Petugas keamanan itu memaksa Miranda untuk pergi.


"Lepaskan aku, sialan!"

__ADS_1


"Ibu lebih baik pergi, karena Tuan Zidan tidak mau menerima kehadiran ibu di sini," ujar petugas keamanan tersebut sambil terus mencengkram pergelangan tangan Miranda dengan sangat keras.


"Lepaskan aku, dasar brengsek!"


"Aku akan melepaskan ibu jika ibu bersedia keluar dari sini."


"Lepaskan aku! Baiklah, aku akan pergi dari sini. Katakan pada Zidan, aku akan kembali lagi ke sini."


"Jika ibu kembali lagi ke sini, saya akan mengusir ibu lagi," ancam petugas keamanan.


"Memangnya kenapa? Kalau saya takut dengan ibu, saya juga hanya menjalankan perintah dari Tuan Zidan. Jadi jika kamu datang kembali ke sini dan saya mengusir kamu lagi, Tuan Zidan pasti akan mendukung saya," jawab petugas keamanan itu dengan tegas.


Dengan wajah kesal, Miranda meninggalkan perusahaan mantan suaminya dan menarik perhatian banyak orang di sekitarnya.


"Apa yang kalian semua lihat?" tanya Miranda dengan nada kesal kepada para pejalan kaki yang memperhatikannya.

__ADS_1


Semua pejalan kaki memperhatikan penampilan Miranda yang kacau dan cenderung aneh. Tidak sedikit dari mereka yang terpingkal-pingkal dan tidak bisa menahan tawa. Namun, Miranda sendiri tidak menyadari penampilannya yang tidak biasa tersebut.


Setiap pejalan kaki yang melihat Miranda secara berturut-turut tersenyum-senyum sendiri, membuat Miranda semakin tidak tahan dan merasa heran. Dia tidak mengerti mengapa orang-orang itu seolah-olah telah kehilangan akal sehat dan menertawakannya.


Akhirnya, Miranda pulang dengan perasaan sangat kesal. Dia masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang cukup kesal.


Saat kembali ke kamarnya, Miranda terkejut saat melihat bayangan dirinya di cermin. Penampilannya sudah sangat berantakan, seperti orang gila dengan riasan wajah yang berantakan dan rambut yang kering dan tidak terawat. Hal ini semakin memperparah penampilannya yang terlihat kacau dan tidak teratur.


Miranda merasa sangat kecewa saat menyadari bahwa selama ini pejalan kaki yang dilihatnya tadi sebenarnya sedang menertawakannya. Dia merasa sangat sial karena sebelumnya gagal membujuk mantan suaminya dan kini malah ditertawakan oleh orang-orang yang lewat di jalanan.


"Sial, sial, sial," gumam Miranda dalam hati. "Aku kira mereka gila karena senyum-senyum sendiri, ternyata mereka sedang menertawakan diriku." Dia merasa sangat malu dan terpuruk karena situasi yang dialaminya saat itu.


Miranda masih berharap dapat mendapatkan kembali hati Zidan dan ingin mendekatinya kembali. Untuk mencapai tujuannya, ia berpikir untuk memanfaatkan Aleta, putrinya, yang mungkin masih menyayanginya."


"Gumamnya dalam hati, 'Tunggu saja, Zidan. Aku pasti akan kembali dan merebut hatimu serta harta yang kau punya. Aku sudah muak hidup seperti ini, dalam keadaan miskin.'

__ADS_1


"Sementara itu, Zidan memasuki kantor perusahaannya dengan perasaan sedikit kesal karena hampir gagal dalam menarik investor. Namun, berkat keyakinannya, akhirnya Zidan berhasil menjalin kerja sama dengan para investor tersebut."


__ADS_2