
Aleta melihat penampilan ibunya yang kurang terawat dan luka lebam di sekujur tubuhnya, merasa sangat iba.
"Ibu, apa yang ibu lakukan di sini?" tanya Aleta dengan hati-hati.
"ibu ingin sekali menemui kamu nak, ibu ingin meminta maaf, Kamu mau kan memaafkan ibu?", Miranda terus merengek meminta maaf pada Aleta.
"kita duduk di sana ya Bu", ucap Aleta lalu membawa Ibunya untuk duduk di tempat yang lebih nyaman.
Aleta dan ibunya kini duduk berhadapan, dan Aleta meminta Risa untuk membuatkan minuman untuk ibunya.
Setelah minuman selesai dibuat, Aleta memberikan gelas tersebut pada ibunya sambil berkata, "Silakan diminum, Bu."
Kemudian Aleta mulai bicara, "Ibu, apa yang membuat ibu datang ke sini?" tanyanya.
"Iya nak, tadi ibu sudah bilang kalau ibu ingin meminta maaf dan juga meminta bantuan pada kamu," jawab ibunya.
"Apa yang membuat ibu meminta maaf sekarang?," tanya Aleta sambil menatap wajah ibunya dengan tajam.
"Ibu, mengapa ibu baru meminta maaf sekarang?," tanya Aleta dengan suara tegas.
__ADS_1
"Ibu selalu ingin meminta maaf kepada kamu, tapi ibu merasa malu," ucap Miranda berusaha meminta simpati dari anaknya.
"Apa yang membuat ibu meninggalkan kami saat ayah bangkrut dan kami sangat membutuhkan ibu?," tanya Aleta sambil meluapkan semua emosinya. Risa yang berada di sampingnya mencoba menenangkannya.
Risa mencoba menenangkan Aleta, "Tenang Aleta, jangan terlalu emosi. Kasihan bayi yang ada di dalam perut kamu," ucapnya.
Aleta kemudian berusaha menenangkan diri. Dia menurunkan emosinya agar tidak berdampak buruk pada kesehatan bayi yang dikandungnya.
Melihat perut Aleta yang sedikit membuncit, Miranda kemudian bertanya, "Kamu, apakah kamu sedang hamil?"
"Iya, aku sedang hamil," jawab Aleta dengan nada ketus.
"Apa ibu lupa? Kamu sudah melihatnya kemarin saat ibu datang ke rumah ayah. Orang yang berada di sampingku kemarin adalah suamiku," ucap Aleta dengan sedikit kekesalan.
"ibu tak menyangka kamu sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki seorang anak, kenapa ibu tidak tahu kalau Kamu sudah menikah."
"kalau ibu tidak tahu kalau aku sudah menikah memangnya kenapa?"
"tidak apa-apa nak, ibu hanya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan kamu walaupun ini sudah terlambat."
__ADS_1
"makasih." jawab Aleta.
"Kalau boleh tahu siapa nama suami kamu." ucap Miranda penasaran dengan sosok suami dari Aleta.
"kenapa ibu menanyakan nama suami aku."
"ibu hanya takut kamu akan mendapatkan masalah karena suami kamu."
"masalah?, memangnya apa yang ibu ketahui dari suamiku." ucap Aleta.
"nak ibu sekarang sudah menikah dan kamu lihat ibu mendapatkan perlakukan kasar dari suami ibu. Ibu tidak ingin kamu sepertiku."
"itu karena ibu salah memilih suami kenapa ibu malah menganggap bahwa laki-laki itu sama jika menurut ibu Suami ibu jahat berarti suamiku juga jahat."
"ibu dulu pergi meninggalkan ayah Kemudian menikah dengan selingkuhan ibu tapi suami ibu yang sekarang menyiksa ibu, bukankah ini kesalahan ibu karena memilih suami yang berlaku kasar."
"ingat bu, saat aku menikah dengannya aku tidak pernah mendapatkan perlakukan kasar sama sekali justru aku merasa diratukan oleh suamiku."
"ibu juga dulu seperti itu waktu ibu menikah ibu juga dimanja oleh suami ibu tapi lama-kelamaan ibu mendapatkan siksaan dari suami ibu. Ibu takut kamu akan seperti itu nak, kamu lihat kondisi ibu sekarang." ucap Miranda mencoba untuk mempengaruhi anaknya.
__ADS_1
"Suamiku tidak akan seperti itu, Bu, karena kau sangat yakin suamiku benar-benar mencintaiku bukan suamiku yang beruntung mendapatkan diriku tapi justru aku yang beruntung mendapatkan laki-laki sepertinya."