
Keesokan harinya Zayn bangun dari tidurnya dan dia melihat wajah istrinya yang masih tertidur sangat pulas. Zayn kemudian memegangi wajah istrinya tapi entah kenapa dia merasakan Anggota tubuh istrinya sangat panas.
dan saat dia memegangi kepala istrinya benar saja istrinya ternyata mengalami demam.
wajahnya juga terlihat sangat pucat.
Aleta kemudian bangun dari tidurnya dan Melihat Zayn masih berada disampingnya.
"Zayn, kamu belum pergi bekerja."
"Belum."
"kenapa kamu belum pergi bekerja nanti kamu terlambat."
"Sayang, apa kamu sakit?", tanya Zayn.
"tidak, memangnya kenapa?"
"apa kamu tidak merasakan suhu badan kamu sangat panas apalagi wajah kamu sangat pusat kamu sakit kan?"
"tidak Zayn, aku tidak sakit."
"aku menghubungi Tuan Brian untuk cuti bekerja sekarang aku harus menjaga kamu."
"Zayn, aku baik-baik saja."
__ADS_1
"sayang, kamu harus banyak istirahat biarkan aku mengambil air untuk mengompres kepala kamu."
Zayn di bawah bertemu dengan ayah mertuanya dan kedua kakaknya.
"Zayn, Aleta di mana kemana di tidak turun denganmu.", ucap Zidan.
"istriku sedang demam yah, aku sekarang mau mengambil air hangat untuk mengompresnya.
"apa?, Aleta demam?".
Zidan kemudian langsung menuju ke kamar atas untuk melihat keadaan putrinya.
Singkat Cara Zayn dan Ayah Zidan sudah berada di dalam kamar begitu juga dengan kedua kakak iparnya, melihat kondisi Aleta yang sangat pucat ayah Zidan kemudian menghubungi dokter untuk datang ke rumahnya.
Dokter yang di hubungi oleh ayah Zidan akhirnya datang juga dan Dokter tersebut segera memeriksa kondisi Aleta.
"bagaimana kondisi Putri saya dok.", ucap Zidan pada dokter tersebut.
"dia hanya mengalami demam mungkin karena dia terlalu lelah dalam bekerja, aku menyarankan nona Aleta lebih banyak beristirahat."
"baik dok, makasih atas sarannya."
"oh ya Tuan, suruh Nona Aleta agar terlalu banyak pikiran mungkin itu juga penyebab dia mengalami demam."
Singkat Cerita Dokter tersebut pergi dari kediaman rumah Tuan Zidan, Sementara itu Zayn dan yang lainnya masih menjaga Aleta.
__ADS_1
"Sayang, memangnya apa yang sedang kamu pikirkan hingga kamu mengalami demam seperti ini.", ucap Zayn.
"apa kamu masih memikirkan tentang wanita itu, tenang sayang aku pasti akan terus menjaga kamu.", Zayn mengecup kening istrinya yang tertidur pulas dia benar-benar menjaga istrinya agar kembali pulih.
Zayn kemudian turun ke bawah untuk membuat bubur untuk istrinya, Zayn sudah berada di dapur dia segera menyiapkan bahan-bahan untuk membuat bubur.
"Zayn, bagaimana kondisi Nona Aleta katanya dia sedang demam.", ucap Bi Marni.
"suhu tubuh dia sangat panas bi, sekarang aku akan membuatkan bubur dan sup hangat untuknya."
"Zayn, biarkan bibi yang membuatkannya kamu lebih baik menjaga Nona Aleta saja."
"ngga papa ko Bi, lagi pula aku membuatkan untuk istriku bukan untuk orang lain."
"Kamu benar-benar suami idaman, Zayn."
Zayn hanya tersenyum mendengar perkataan dari Bi Marni.
Singkat Cerita Zayn telah membuatkan bubur dan sup hangat dengan bantuan dari Bi Marni.
Zayn segera pergi ke kamar sambil membawa bubur dan sup hangat tersebut.
Sesampainya di dalam kamar Zayn meletakkan makannya di meja kecil kemudian dia membangunkan istrinya untuk makan.
"Sayang bangun, aku sudah membuatkan bubur dan sup hangat untukmu kamu makanlah biar aku yang menyuapi kamu nanti setelah itu kamu minum obat, oke." ucap Zayn membangunkan istrinya.
__ADS_1