
"Andaikata dulu saya tidak pernah mengkhianati mantan suami saya, mungkin saya akan sangat bahagia bersamanya dan juga kedua anakku ."
"aku melihat sepertinya mantan suami saya belum menikah sama sekali. Apakah dia masih mencintai diriku?"
Miranda sangat yakin bahwa mantan suaminya belum menikah karena masih belum bisa melupakan dirinya.
Meskipun Zidan tidak menikah lagi, bukan karena ia tidak mencari cinta lagi, melainkan karena ia merasa bahagia dengan kedua anaknya dan kedua menantunya. Bahkan sekarang, Zidan juga memiliki cucu yang sangat cantik dan sebentar lagi ia akan mendapatkan cucu dari pernikahan putrinya.
Kemungkinan ini adalah hasil dari kesabaran Zidan di masa lalu ketika perusahaannya bangkrut. Namun, Zidan tidak menyerah dan terus bekerja keras agar perusahaannya dapat kembali berjaya.
Farhan telah pergi, dan Miranda mulai melancarkan aksinya. Ia berdandan cantik agar dapat menggoda suaminya.
"Pasti mantan suamiku akan senang melihat penampilanku. Terlebih lagi, aku memakai baju yang ia belikan ketika aku menjadi istrinya dulu."
Miranda memesan taksi, dan dalam waktu singkat, taksi tersebut telah tiba di depan rumahnya. Ia lalu masuk ke dalam taksi dan bertujuan ke perusahaan milik suaminya.
__ADS_1
Miranda kini telah tiba di depan perusahaan mantan suaminya. Setelah membayar biaya taksi, ia segera turun dari mobil dan mulai berjalan menuju ke dalam perusahaan dengan penampilan menarik yang dimilikinya. Miranda berharap mantan suaminya akan tergoda oleh penampilannya.
Namun sayangnya, saat ia hendak memasuki perusahaan, ia langsung dicegat oleh seorang petugas keamanan yang sedang berjaga di sana. Hal ini menyebabkan terjadinya cekcok antara keduanya.
"Maaf nona, Anda tidak diizinkan masuk karena ada meeting penting yang sedang berlangsung di dalam," kata petugas keamanan itu.
"Tidak masalah kalau sedang ada meeting penting, saya ingin segera bertemu dengan pemilik perusahaan ini. Tolong panggil dia sekarang juga!" ucap Miranda tegas.
Petugas keamanan tersebut meminta agar Miranda segera meninggalkan perusahaan, namun Miranda tidak menghiraukannya dan terus memaksa agar bisa masuk ke dalam perusahaan.
Kemudian, salah satu karyawan masuk ke dalam ruangan meeting. "Maaf, Tuan Zidan, ada keributan di luar yang mengganggu meeting ini."
"Hanya seorang wanita, Tuan. Sepertinya wanita tersebut sangat mengenal Tuan," jawab karyawan tersebut.
Zidan kemudian meminta maaf kepada para investor karena kejadian ini dan menyatakan bahwa ia akan menyelesaikan masalah tersebut.
__ADS_1
Zidan keluar dari ruangan meeting dan turun ke bawah, lalu ia melihat bahwa biang masalahnya adalah mantan istrinya.
"Ada apa kamu kesini?" tanya Zidan.
"Sayang, kamu lihat sendiri bagaimana aku diperlakukan kasar oleh petugas keamanan rendahan itu," jawab Miranda.
Zidan melihat keadaan mantan istrinya dan memandangnya. Miranda merasa sangat senang melihat reaksi Zidan.
Zidan kemudian memanggil petugas keamanan itu dan hati Miranda kembali senang. Mungkin ia pikir petugas keamanan itu akan dimarahi oleh Zidan.
"Kamu, kesini!" ucap Zidan pada petugas keamanan tersebut.
"Iya, Tuan," jawab petugas keamanan itu dengan rasa takut. Sementara itu, Miranda merasa bahwa ia yang menang dalam situasi ini.
"Kenapa kamu tidak menamparnya lebih keras saja?" ucap Zidan tiba-tiba, membuat Miranda kaget.
__ADS_1
"Sayang, apa yang kamu katakan?" tanya Miranda.
"Aku bilang padanya untuk menamparmu lebih keras, paham?" tanya Zidan dengan nada tegas.