Hati Samudera

Hati Samudera
Bangsa Mere


__ADS_3

Melodie dan Maikel nampak terdiam dengan sepasang mata tak berkedip kala melihat pemandangan yang terhampar dihadapan mereka. Rupanya lorong yang berada di sudut ruangan gua tersebut menghubungkan ke satu ruangan gua lainnya yang bahkan ukurannya berlipat kali lebih besar dari ruangan gua dimana koper Titanium mereka temukan.


Ruangan yang kali ini ditemukan oleh Maikel dan Melodie sangatlah besar dan luas. Jika diberikan penggambaran, ruangan goa bawah laut ini memiliki ukuran hampir sebesar tiga kali lapangan sepak bola! Di setiap dindingnya nampak terlihat banyak lubang gua dan karang-karang yang menonjol yang biasa disebut dengan sebutan Stalagtit dan Stalagmit seperti yang terdapat pada gua-gua kebanyakan. Namun yang menjadikan berbeda adalah stalagtit dan stalagmit yang terdapat pada ruangan itu pada setiap ujungnya terlihat memendarkan cahaya fosfor yang beraneka warna!


Satu hal lagi yang cukup mencengangkan adalah di tengah ruangan gua tersebut terdapat satu bangunan berupa batu karang berundak yang kira-kira memiliki lebar lima belas meter dengan tingginya sekitar dua belas meter dan berbentuk menyerupai sebuah piramida! Pada puncak piramida bawah laut tersebut turut tertancap pula sebuah tombak bermata tiga atau dikenal juga dengan sebutan trisula.


Tombak trisula tersebut memiliki panjang sekitar tiga meter dan ujungnya yang tajam bermata tiga memiliki warna keemasan serta memancarkan cahaya yang sangat terang! Cahaya tombak trisula dan juga cahaya fosfor pada setiap ujung stalagtit dan stalagmit yang terdapat pada ruangan gua bawah laut raksasa tersebut membuat suasana sekitarnya menjadi terlihat terang benderang! Benar-benar menakjubkan!


Dilihat dari sudut manapun, bangunan piramida batu karang yang ditumbuhi aneka koral dan anemon berwarna-warni ini jelas merupakan buatan tangan-tangan yang ahli dan terampil! Potongan undakan batunya tersusun rapi dan terstruktur, ukiran pada tombak trisula yang tertancap pada ujung piramida ini juga terlihat sangat halus dan bercita rasa seni tinggi. Ini jelas bukan tercipta dengan sendirinya oleh bantuan alam! Jelas ada seseorang atau “sesuatu” telah turut campur tangan membuat Piramida misterius didalam gua bawah laut raksasa ini. benar-benar sangat mencengangkan bukan?


Namun kawan, jika kau mengira bahwa piramida berserta tombak trisula misterius tersebut adalah hal yang membuat para kru kapal The Promise Land ini terdiam terkesima maka kau salah besar! Bob Barry dan kawan-kawannya termasuk juga Melodie adalah orang-orang yang telah melihat banyak hal di dunia ini. Banyak tempat-tempat bahkan sampai daerah pedalaman dan sangat terpencil termasuk tubir dan dasar-dasar samudera pernah mereka jejaki dan kunjungi.


Sesungguhnya selain tombak trisula misterius yang memancarkan cahaya terang keemasan, bangunan dan reruntuhan peninggalan masa silam di dasar laut adalah hal yang biasa dan sudah banyak mereka lihat termasuk bangunan piramida di depan mereka kali ini. Hal yang menjadikan pemandangan dihadapan mereka ini kemudian menjadi luar biasa adalah justru kehadiran makhluk-makhluk yang nampak hilir mudik berenang disekitar piramida tersebut!


Makhluk-makhluk yang terlihat berenang di dalam ruangan tersebut memiliki potongan tubuh yang sangat ganjil. Tubuh sebelah atas berbentuk menyerupai manusia lengkap dengan batang tubuh, kepala dan juga kedua tangan yang memiliki selaput diantara jari jemarinya. Sementara tubuh bagian pinggang kebawah memiliki ekor dan sisik kehijauan menyerupai sosok seekor ikan besar! Makhluk-makhluk ini terlihat berenang hilir mudik diantara Piramida, stalagmit dan stalagtit serta terlihat keluar masuk diantara goa-goa yang ada di tempat itu.


Makhluk setengah manusia setengah ikan ini ada yang berwujud seperti wanita dengan rambut panjang dengan dada yang membusung, dan ada juga yang berwujud seperti pria berbadan tegap dengan dada yang bidang. Mereka memiliki manik mata yang berwarna biru kehijauan dengan tambahan sejenis selaput tipis yang terlihat berada di bawah kelopak mata sebelah bawah. Selaput ini nampak sesekali bergerak naik setiap kali makhluk ini mengedipkan mata.


Dari segi wajah, makhluk-makhluk ini bisa dikatakan sudah sangat menyerupai manusia kecuali pada selaput mata dan lipitan tipis berjajar tiga yang menyerupai cuping hidung dan selalu terlihat bergerak mengembang dan mengempis. Untuk lipitan tipis yang bisa dipastikan adalah insang ini, ada sedikit perbedaan letak antara makhluk wanita dan makhluk pria. Jika makhluk wanita celah insang tersebut persis berada di belakang telinga, maka untuk makhluk pria, lipitan insang nya terletak agak ke bawah telinga dan menjorok kedalam dekat dengan leher sebelah atas.


“Ba.. Bangsa Mere… Ternyata mereka bukan sekedar mitos dan isapan jempol semata! Mereka memang benar-benar ada dan nyata! Sungguh tidak dapat dipercaya…” Desis Melodie dengan mata berbinar-binar penuh takjub


“Maikel! Melodie! Dengarkan ini baik-baik, jangan melakukan gerakan yang tiba-tiba! Cepat kalian mundur dan jangan sampai kehadiran kalian diketahui oleh mereka…!” ucap tegang Putra Gilang yang rupanya turut memonitor dari ruang anjungan kapal.


Namun sayangnya bukannya perlahan bergerak mundur seperti yang dikatakan Putra Gilang, Maikel dan Melodie malah justru nampak semakin terpesona dan tanpa sadar berenang mendekat maju kearah Piramida!


Sebenarnya hal ini tidak bisa juga menyalahkan keduanya. Siapa juga orangnya di dunia ini yang tidak akan terpesona kala mendapat kesempatan melihat langsung dengan mata kepala sendiri, makhluk yang selama ratusan bahkan ribuan tahun menjadi legenda dan mitos dalam dunia maritim.


Saking terpesonanya, keduanya kemudian malah berenang mendekat tanpa menyadari kalau mereka telah menembus satu dinding selubung tipis tembus pandang yang rupanya berada di sekitar tempat tersebut dan tidak dapat mereka lihat melalui kaca visual helm selam yang mereka kenakan.


Begitu selubung tipis transparan tersebut ditembus oleh keduanya, tiba-tiba tombak trisula yang berada di puncak Piramida nampak bergetar keras dan mengeluarkan bunyi berdenging yang cukup memekakkan telinga! Dan bersamaan dengan bergetarnya tombak trisula emas di puncak piramida, cahaya semburat keemasan yang memancar dari ujung tombak yang sebelumnya menyebar merata ke seluruh ruangan tersebut kini tiba-tiba mengerucut dan kemudian tanpa disangka-sangka bergerak menyorot langsung kearah dimana Maikel dan Melodie berada!


Makhluk-makhluk setengah ikan setengah manusia yang sebelumnya terlihat berenang hilir mudik di ruangan besar itu tiba-tiba terdiam sesaat kala melihat trisula emas raksasa di puncak piramida bergetar dan mengeluarkan suara dengingan yang keras. Saat sinar keemasan tersebut kemudian mengerucut dan menyorot kearah Maikel dan Melodie, mereka pun sama-sama memalingkan kepala. Begitu pandangan mereka tertumbuk pada sosok Maikel dan Melodie yang mengenakan pakaian selam hitam berkilat, kegaduhan pun sontak terjadi!


Beberapa makhluk yang berwujud seperti perempuan langsung berenang berserabutan masuk ke dalam goa-goa kecil yang banyak berada di dinding-dinding batu karang pada ruangan gua tersebut. Sementara makhluk yang berwujud seperti pria dewasa nampak menunjukkan ekspresi marah luar biasa dan kontan bergerak cepat bersamaan memburu ke jurusan dimana Maikel dan Melodie berada! Beberapa diantaranya bahkan menerjang maju sambil membawa sebilah tombak trisula yang ujungnya terbuat dari karang runcing tajam berkilap!


“Pergi…!!! Demi Tuhan…! Cepat kalian Pergi dari situ…!!!” teriak panik Bob dan Marco dari dalam kapal selam Spongebob.

__ADS_1


Dalam keadaan panik luar biasa, Maikel Stefen masih sempat menarik tangan Melodie yang masih diam terpana untuk segera berenang menjauh dari ruangan gua tersebut. Dengan menggunakan segala upaya, keduanya pun kemudian berhasil berenang menjauh dan sampai di lorong dimana terdapat ruangan gua yang pertama kali mereka temukan.


Sayang upaya keduanya sia-sia belaka! Hanya dalam waktu beberapa detik saja keduanya sudah dapat dikejar dan dikepung oleh belasan makhluk berwujud manusia setengah ikan tersebut!


“Cepat berlindung di belakang ku Mel!” seru Maikel sembari menarik sang gadis ke belakang punggungnya. Melodie dengan wajah pucat seputih kertas hanya bisa terdiam mengikuti perintah Maikel Stefen dan kemudian bersembunyi di belakang punggung sang pemuda sembari mendekap koper Titanium erat-erat.


“Kapten! Kau bisa melihat dan mendengar suaraku? Mereka terlalu banyak dan memiliki senjata tajam! Aku butuh bantuanmu untuk mengeluarkan Melodie dan koper itu dari sini..!!” ucap Maikel sembari terus menatap tajam kearah kumpulan makhluk yang mengepung dirinya dan Melodie dan terlihat pelan-pelan mulai beranjak mendekat!


“Tahan mereka sebisamu Kel! aku akan segera kesana menjemput kalian berdua…!!” ucap keras Bob Barry dari dalam kapal selam Spongebob.


“Marco, cepat kau keluarkan aku dari kapal selam ini! Aku harus menjemput mereka berdua…!” ucap Bob seraya menepuk pundak Marco yang berada didepannya.


“Iya Kept, tapi kita tidak bisa membuka kubah kaca ini saat berada didalam air! kita harus naik dulu ke permukaan baru bisa membuka kubah kaca ini… kalau tidak…” belum sempat Marco menyelesaikan ucapannya, sang kapten sudah memotongnya dengan bentakan keras


“Aku tahu itu! Tapi kita tidak punya waktu lagi untuk naik ke permukaan! Mereka berdua kini dalam bahaya besar Marco!!! Aku harus pergi menyelamatkan mereka sekarang sebelum semuanya terlambat!!”


“Ta… tapi Kept…”


“Sudah jangan banyak tapi-tapian! Ini masalah nyawa kedua teman kita..!!!”


Marco pun kemudian hanya bisa terdiam dan menghembuskan nafas berat. Sesaat kemudian si bengal pun terlihat meraup dua unit alat bantu pernafasan Bigmouth dan memberikan sebuah diantaranya kepada sang kapten sementara yang satu lagi dipegangnya dalam genggaman tangan.


Begitu tuas yang tersembunyi tersebut ditarik dengan keras, langsung terdengar suara letupan kecil sebanyak empat kali berturut-turut. Dan bersamaan dengan terdengarnya suara letupan tersebut, kubah kaca yang menutupi ruangan kemudi langsung terlepas dan terhempas keluar dari badan kapal selam Spongebob! Alhasil ruangan kemudi itu pun langsung dibanjiri dan dipenuhi oleh air laut yang bergelora!


Begitu kubah kaca terlepas dan ruangan kemudi terisi air laut, Bob Barry langsung melesat dengan cepatnya berenang memasuki Ceruk Serena meninggalkan Marco yang terlihat berenang hilir mudik di sekitar kapal selam kuning yang perlahan mulai tenggelam ke dasar samudera itu.


Pemuda jenius jebolan Institut Teknologi Massachussets Amerika ini kemudian terlihat sibuk menarik beberapa tuas dan menekan beberapa tombol yang terdapat pada ruang kemudi dan kedua tabung lonjong yang berada di kiri dan kanan badan kapal selam Spongebob. Upayanya tersebut kemudian terlihat membuahkan hasil, kapal selam mini kuning yang sebelumnya terlihat tenggelam itu kini perlahan mulai naik dan bergerak ke permukaan membawa si bengal yang nampak bergelayut kelelahan pada salah satu sisi badan kapal selam.


Sementara itu Bob Barry yang berada di dalam lorong batu karang ceruk Serena, terlihat terus bergerak maju sembari menggenjot kedua kaki dan tangannya menyusuri lorong gelap yang cukup panjang itu. Tak beberapa lama kemudian sang kapten pun sampai juga di ruangan dimana Maikel dan Melodie sedang di kepung oleh makhluk-makhluk berwujud setengah manusia setengah ikan itu.


Begitu sampai di tempat tersebut, Sang kapten pun sontak terhenyak dan mendelikkan matanya lebar-lebar penuh amarah kala melihat bagaimana rekannya Maikel Stefen dengan begitu kepayahan nya berusaha mencoba melindungi tubuhnya dan tubuh Melodie dari serangan belasan Makhluk ganjil yang menyerang mereka berdua membabi buta dengan tusukan-tusukan tombak trisula dan sabetan ekor mereka yang bersirip tajam laksana sebilah pedang!


Beruntung lapisan pelindung pakaian selam Posseidon’s Armor yang mereka berdua kenakan sangat ampuh mengatasi serangan-serangan tombak dan ekor yang tajam itu, sehingga untuk sementara waktu keduanya tidak mengalami luka barang sedikitpun! Mereka berdua benar-benar harus berterima kasih pada si bengal jenius Marco Ferdinand untuk ciptaannya yang satu ini.


Sementera itu dengan menggeram penuh amarah, Bob Barry kemudian terlihat berenang menerjang maju mendekat kearah gerombolan makhluk yang sedang berenang berkerumun mengeroyok Maikel dan Melodie. Namun baru beberapa kayuhan kaki, tiba-tiba sang kapten merasakan rasa panas yang luar biasa menjalar dari bagian dadanya! Dengan mengerenyitkan kening menahan sakit, refleks Bob Barry merogoh saku jaketnya di bagian dada dan mengeluarkan sesuatu yang terasa teramat panas membara membakar dadanya itu.


Belati Bintang Jatuh!

__ADS_1


Ternyata yang membuat dadanya terasa terbakar luar biasa itu adalah belati bintang jatuh pemberian saudara angkatnya di Somalia, Mahmood Ali Djibril sang kepala klan Ahmed Ali Djibril!


Dan kini belati kecil tersebut terlihat tergenggam erat diatas kepala Bob Barry dengan perbawa yang memancarkan suhu panas dan cahaya terang berwarna biru berkilau dari alur-alurnya!


Makhluk-makhluk yang mengeroyok Maikel dan Melodie sontak terhenyak dan menghentikan serangan mereka atas diri Maikel dan Melodie kala melihat kedatangan Bob Barry. Dengan mata lebar dan mulut ternganga besar, belasan makhluk laut ini terlihat menatap dengan perasaan takut dan ngeri kearah belati yang dipegang oleh Kapten kapal The Promise Land ini.


Lalu entah siapa yang memberikan komando dan entah siapa juga yang pertama memulai, belasan makhluk ini kemudian terlihat berenang panik berserabutan melarikan diri berdesakan kearah lorong dimana piramida batu karang berada! Belati di tangan Bob Barry ini ternyata sukses membuat makhluk-makhluk tersebut kocar-kacir ketakutan meninggalkan Bob, Maikel dan juga Melodie yang saling menatap dengan penuh keheranan!


Kawanku, mungkin kau pun merasa heran dan bertanya-tanya tentang kaitan antara belati bintang jatuh milik Bob Barry dan makhluk-makhluk laut penghuni gua dasar laut ceruk Serena ini. Karena kau adalah temanku yang selalu sabar saat mendengarkan setiap kisahku, maka aku akan dengan senang hati menjelaskannya padamu wahai kawanku yang baik.


Belati di tangan Bob Barry sesungguhnya tidak bisa disebut sebagai belati bintang jatuh atau belati meteor. Alih-alih terbuat dari meteor, belati ini sejatinya adalah belati yang terbuat dari pecahan komet yang pernah melintasi bumi tujuh puluh tahun silam! Berbeda dengan meteor yang merupakan partikel debu yang mengeras dan kemudian jatuh dari angkasa, komet adalah benda angkasa yang bergerak hidup mengelilingi alam semesta! Untuk dapat bergerak mengelilingi alam semesta, komet memperoleh energi dari unsur oksigen yang terperangkap di luar angkasa, partikel es, garam mineral angkasa serta partikel lainnya yang tidak diketahui yang berada pada inti komet tersebut.


Tujuh puluh tahun silam, sebuah komet yang melintasi bumi bertabrakan dengan sebuah meteor di angkasa sehingga mengakibatkan salah satu pecahannya kemudian terpisah dan jatuh ke salah satu gurun tandus di Tanzania. Pecahan tersebut akhirnya ditemukan dan dibawa oleh Ahmed Ali Djibril sang pendiri klan Ahmed Ali Djibril ke Somalia. Pecahan tersebut kemudian akhirnya ditempa menjadi sebuah belati kecil dan diberikan sebagai hadiah kedewasaan buat sang putra sulung yang kelak di kemudian hari menjadi penerus tahta klan Ahmed Ali Djibril.


Saat Bob Barry menyelam ke dalam lorong ceruk Serena, secara otomatis belati tersebut bersentuhan langsung dengan partikel udara, air dan garam laut yang sontak membuat unsur yang tidak diketahui dalam belati tersebut yang berupa alur-alur berwarna keunguan menjadi aktif dan mengeluarkan cahaya biru serta panas yang sangat menyengat!


Cahaya panas kebiruan inilah yang kemudian membuat makhluk-makhluk yang mengeroyok Maikel dan Melodie menjadi gentar dan ketakutan setengah mati dan kemudian kocar-kacir melarikan diri!


Sesungguhnya ada kaitan apa hingga makhluk-makhluk ini nampak sangat takut dan jerih melihat belati kecil ini? apa ada sesuatu yang berbau mistis yang terkandung dalam belati itu? Tenanglah dulu wahai kawanku yang baik, untuk hal itu akan kujelaskan satu-persatu.


Makhluk-makhluk ini seperti yang disebut namanya sebelumnya oleh Melodie, dikenal hanya oleh segelintir orang dengan sebutan Bangsa Mere. Berbeda dengan suku Mere yang mendiami salah satu belahan bumi Afrika, bangsa Mere ini selama beratus tahun hanya dikenal sebagai mitos sehingga dimasukkan kedalam kategori makhluk Cryptid dalam ilmu Cryptozoology*


Mere sendiri berasal dari kata bahasa inggris kuno yang berarti “Laut” sehingga sebutan bangsa Mere ditujukan kepada bangsa yang hidup di dalam laut. Dari kata “Mere” ini sendiri kemudian terbentuk kata “Mermaid” untuk merujuk makhluk bangsa Mere yang berkelamin betina dan kata “Merman” untuk menyebut bangsa Mere yang berkelamin jantan.


Penampakan Mermaid atau yang disebut oleh orang indonesia dengan sebutan putri duyung ini sangat terkenal dan tersebar di seluruh bangsa di dunia. Bahkan tokoh terkenal sekelas Christopher Colombus pun pernah melaporkan melihat Mermaid dalam salah satu perjalanannya mencari dunia baru. Cikal bakal atau asal usul dari Bangsa Mere ini sendiri masih simpang siur dan misterius layaknya keberadaaan bangsa itu sendiri. Namun ada yang meyakini bahwa Bangsa Mere adalah hasil evolusi ribuan tahun dari manusia purba yang melarikan diri ke laut dan akhirnya selamat dari bencana tabrakan komet yang menghantam bumi dan kemudian memusnahkan Dinosaurus jutaan tahun yang lalu.


Oleh sebab itu, walaupun sudah lewat beratus generasi dari jumlah populasi bangsa Mere yang bertahan hidup hingga hari ini, mereka masih bisa mengenali dan merasakan rasa takut yang nampaknya tersimpan dalam DNA mereka yang diturunkan secara turun temurun kala melihat dan merasakan perbawa dan aura dari belati komet yang dipegang oleh Bob Barry, Belati berbahan yang sama dengan komet yang dulu pernah jatuh dan menghantam bumi serta membuat mereka harus mengalami bencana yang maha dahsyat jutaan tahun yang lalu.


Sementara itu setelah kepergian makhluk-makhluk Bangsa Mere tersebut, Bob Barry kemudian memeriksa dan menanyakan keadaan Maikel dan Melodie dengan menggunakan signal tangan yang langsung dibalas dengan senyum oleh keduanya. Setelah melihat keduanya tersenyum dan merasa yakin kalau keduanya tidak mengalami suatu luka maupun cedera apapun, Sang Kapten pun kemudian memberi tanda kepada keduanya untuk selekasnya keluar dari ceruk tersebut.


Ketiganya pun kemudian terlihat berenang bergegas melalui lorong keluar yang mengarah ke mulut ceruk Serena. Namun baru beberapa meter mereka berenang, tiba-tiba terasa getaran di dinding ceruk dibarengi perubahan suhu air yang tiba-tiba meningkat drastis!


“Celaka Maikel! Gelombang arus panas datang mendekat dari arah belakang…!” teriak Melodie kepada Maikel Stefen dengan wajah pucat seputih kertas!


“Gawat…!! Kapten tidak terlindungi oleh pakaian selam pelindung seperti kita! Kita harus melindungi tubuhnya sebelum dia terluka oleh arus panas tersebut!” ucap Maikel sembari berbalik dan berusaha menggapai sang kapten yang berada pada posisi paling belakang.


Sayang belum sempat pemuda satu ini menggapai tangan sang kapten, gelombang arus panas terlebih dahulu datang menghantam bersamaan dengan satu ledakan luar biasa yang kemudian melempar tubuh ketiganya keluar dari ceruk Serena dengan kecepatan tinggi!

__ADS_1


\* \* \*


__ADS_2