Hati Samudera

Hati Samudera
bab 5 suami, kau harus menuruti perkataan ku


__ADS_3

Raph tidak ingin melanjutkan pertengkaran. Memilih duduk di dekat ranjang dengan tangan terbogol.


"wanita ini benar-benar merepotkan"


Mendegar raph berbicara. Clara malah salah mengartikan ke arti menyuruh dirinya tidur lebih dulu.


"selamat tidur, suami"


Clara mencium pipi raph dan raph melototin clara yang tidak tau malu.


Pipi clara memerah dan langsung menghindari tatapan mata raph. Pikiran ke salah pahaman atas sikap raph. Membuatnya malu..


Raph telalu kesal. Hingga tidur dengan posisi terduduk di bawah ranjang hingga pagi.


Ketika membuka mata, tangannya terlepas dar bogol. Raph berdiri dengan cepat. Mencari baju yang di jemur semalam. Menganti dan mencuci wajah untuk secepatnya kabur dari wanita bernama clara.


Saat pintu terbuka, pintu tersenyum manis.


Membawah sarapan pagi.


"pagi suami,"


Dalam sedetik, raph langsung menghindari clara. Melanjutkan aksi kaburnya.


"jangan berharap bisa kabur, sayang"


Clara yang cerdik. Sudah duluan memeluk pinggang raph.

__ADS_1


Tubuh clara, tidak setinggi wanita di negerinya. Tapi kecepatan clara. Membuat raph mati kutu.


Raph tidak menjawab perkataan clara, selain tidak mengerti dengan bahasa yang di pakai clara.


Melihat raph yang diam. Clara melanjutkan aksinya. Melepaskan kancing di celana raph.


"apa yang kau lakukan"


Dengan cepat, raph menahan tangan clara dan mempertahankan celana panjangnya.


Melihat raph yang malu dengan wajah merah. Clara semakin ingin memgerjain raph.


Mendorong tubuh raph ke ranjang dan duduk di atas badan raph dengan kedua paha putih menekan di tubuh.


Raph langsung mendorong tubuh clara ke samping dan langsung bangun. Tapi kesialan menghampiri raph.


Tindakan raph, membuat clara menjadi-jadi. Langsung menarik raph ke ranjang. Menekan di atas tubuh raph. Menarik celana panjang raph.


"sial, wanita ini"


Setelah mendapatkan celana panjang raph. Mendekati raph dan berbisik di dekat telinga, bersabar lah.


Clara bukannya turun dari atas tubuh raph. Malah menjahit celana raph dengan menjadikan tubuh raph sebagai bantal duduk.


Raph sangat tersiksa. Tersiksa menahan godaan wanita di atas badannya.


"wanita ini, pasti sengaja. Pasti itu"

__ADS_1


Raph menatap tubuh clara yang menghadap ke belakang dan mejadikan paha raph sebagai bantal dengan duduk di atas tubuh.


Mau berdiri susah. Mau mendorong wanita ini menjauh. Dia melihat gunting yang bersilau di tangan clara.


Takut-takut clara memotong bagian itunya. Jika salah gerak. Tapi clara tidak tau,aksinya membuat raph sangat terangsang dan raph mati-matian menahan itunya untuk tidak berdiri. Menekan dengan kuat.


Setiap gerakkan clara yang menyentuh kulit raph. Semakin membuat raph bercucuran keringat dingin.


"sudah selesai"


Clara membalikan tubuhnya ke depan raph sambil menunduk sedikit.


Mata raph langsung tertuju pada yang kedua benda yang sengaja di perlihatkan padanya tanpa pakaian dalam yang melindungi.


"tolong. Lepaskan aku dari siksaan ini. Ok"


Clara tidak mengerti apa yang di katakan oleh raph. Tapi clara sangat senang. Melihat raph sangat tersiksa.


Semakin menunduk dan menempelkan ke dada raph yang bidang.


"expresi wajah mu, sungguh menyenangkan"


Raph melototin wanita di depannya dan sebuah kain hitam jatuh ke atas wajahnya.


Dan clara sudah turun dari tubuh raph


Raph langsung mengambil kain hitam yang menutup wajahnya dan melihat kain itu adalah celana hitam yang di rebut clara

__ADS_1


__ADS_2