Hati Yang Terjual

Hati Yang Terjual
Temukan!.


__ADS_3

Dalam kebingungan semua orang di kerahkan, semua tenaga di kerahkan untuk mencari Rayana di kediaman itu. Orang-orang semakin banyak, bala bantuan datang ketika Aleen dengan sengaja memanggil mereka untuk bergegas.


Bukan karena keterbatasan alat berat namun karena mereka harus melakukannya dengan hati-hati. Sudah satu jam bongkahan reruntuhan bangunan itu terus di gali Aleen dan Theo memimpin langsung proses pencarian tersebut sementara Sandra, Calveen dan Rivana harus berurusan dengan polisi berkaitan dengan apa yang terjadi bagaimana itu bisa terjadi. Sementara itu aleen seperti orang kesetanan dia memerintahkan orang-orang tersebut mengali tanpa henti dan harus menemukan Rayana secepat yang mereka bisa.


biarpun kasus itu terjadi di rumah mereka namun itu tidak masuk akal, rumah yang di rawat setiap hari bagaimana bisa runtuh begitu saja, dari sini polisi memikirkan hal-hal ganjil. Bukan tanpa sebab mereka mengusut tuntas kasus tersebut namun hal itu karena perintah langsung dari Aleen yang membuat mereka tidak bisa menutup sebelah mata tentang kejadian itu. Dua jam kemudian seorang yang membantu membongkar reruntuhan itu menemukan rambut yang menjuntai kemudian dia memanggil teman-temannya untuk menggali di tempat tersebut.


Setelah penggalian terebut benar-benar di temukan dua orang manusia dalam kondisi mengenaskan, mereka berkerumunan darah karena tertimpa reruntuhan bangunan.


Mereka bergotong royong untuk menyingkirkan reruntuhan bangunan dan mengangkat dua orang tersebut, namun sebelum mereka memastikan orang itu benar-benar bisa di angkat mereka tidak berani untuk memberitahukan hal itu kepada Aleen karena takut Aleen akan gusar atau tidak sabar, siapa yang tidak takut dengan Aleen mungkin jika ada orang itu hanya Rayana.


“Tuan satu orang di pastikan meninggal dunia.” Ucap relawan tersebut kepada Theo, Aleen yang mendengar hal itu bergegas untuk memeriksa siapa orang yang di maksud dalam hatinya was-was jika terjadi sesuatu dengan Rayana maka dia tidak akan memaafkan satupun keluarga Calveen pelayannya sekalipun.


Aleen mendekat, dua orang didepan matanya tergeletak bersimbah darah dan juga tidak sadarkan diri.


"Rayana, bangun." ucap Aleen sambil mendekap tubuh Rayana.


Namun gadis itu tak kunjung sadarkan diri, detak jantungnya masih ada. Aleen bergegas memanggil Theo untuk pergi ke rumah sakit, dengan tangan kekarnya Aleen membopong tubuh Rayana yang lemas tidak berdaya itu, selain kehilangan banyak darah Rayana juga mungkin sesak saat berada di dalam reruntuhan.


Mobil di kemudikan Theo dengan kecepatan di atas rata-rata, kemampuan mengemudi orang itu sangatlah baik jadi tidak ada yang perlu di cemaskan.


Sesampainya di UGD , Aleen membopong tubuh Rayana masuk kemudian dia berteriak-teriak memanggil dokter, semua orang panik bukannya Aleen baru saja keluar dari rumah sakit bersama Rayana kenapa kini kembali lagi bersama wanita yang sama.

__ADS_1


"Aku minta kalian semua melakukan yang terbaik, jika tidak aku tidak keberatan untuk menggusur rumah sakit ini." ucap Aleen sambil menatap dokter dokter dan perawat di depannya.


"Tuan ka-mi akan berusaha yang terbaik, mohon tunggu di sini."


Rayana di tangani di dalam, tubuhnya berlumuran darah entah itu darahnya atau darah bibi Sui namun hal itu sangat menakutkan bagi orang yang tidak tahan dengan bau ataupun darah itu sendiri.


Kretek... pintu di buka seorang dokter keluar dengan panik menemui Aleen dan Theo.


"Tuan pasien kekurangan banyak darah, darah pasian adalah 0 negatif jadi sangat sulit untuk di temukan , bisa tolong panggil keluarga nya yang memilki golongan darah sama."


Mendengar hal itu Aleen benar-benar tidak percaya, dia mengepalkan tangannya kemudian meninju Tembok rumah sakit dengan kasar.


"Tidak perlu dok, golongan darahku sama. Biar aku saja." ucap Theo sambil berdiri dari kursi tunggu pasien.


.


Entah apa yang terjadi di perusahaan saat ini dua orang penting justru mengurusi satu wanita saja. Namun saat itu benar-benar itu yang mereka pikirkan, jadwal meeting atau ketemu cliebt hari ini justru terlupakan.


Theo keluar dari tempat donor darah dengan perasaan lega, dia benar-benar mendonorkan darah untuk wanita asing yang sama sekali bukan keluarganya.


"Theo bagaimana hasilnya?" tanya Aleen yang dari tadi berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Sangat bagus, kebetulan yang sempurna." ucap Theo.


Aleen duduk di samping Theo, sudah lama sekali mereka menunggu hingga hasil yang mereka harapkan keluar. Sesekali Aleen menghela nafas, andaikan saja dia tidak menyuruh Rayana untuk masuk ke dalam kamar mungkin hal ini bisa di hindari.


"Tuan aku tidak tahu kenapa aku merasa gelisah melihatnya terbaring tidak berdaya, sepertinya aku merasakan rasa sakitnya." ucap Theo kepada Aleen, ini pertama kalinya dia melihat sekertaris nya itu jujur kepadanya.


"Theo tidak masalah kamu jatuh cinta, tapi bukan jatuh cinta dengan dia. Dia itu calon nyonyamu." ucap Aleen menjawab.


"Tuan ini bukan rasa cinta tuan, tapi ini perasaan yang aneh." jawab Theo menyangkal dia memang tidak mencintai Rayana namun selalu timbul rasa ingin melindunginya.


"Sudahlah ku anggap hari ini aku tidak mendengar kata-kata dari mulutmu Theo, tugasmu sekarang adalah menemukan pelaku dibalik semua ini, Temukan lalu kebiri dia." ucap Aleen sambil menepuk bahu dari Theo.


Theo sendiri menggaruk-garuk kepalanya walaupun tidak gatal, entah kenapa sejak ada Rayana rasanya dia dan Aleen semakin dekat. Apakah ini sebuah pertanda bahwa Aleen akan bisa bersikap normal seperti orang waras pada umumnya atau tetap saja di takuti sebagai Aleen Abercio.


Theo mulai membuka-buka halaman di komputer tablet nya dia mulai mengerjakan banyak hal yang tidak bisa mereka kerjakan hari ini, termasuk mengontrol karyawan dari jarak jauh agar perusahaan tetap dalam kondisi stabil, entah bagaimana nasib perusahaan besar itu tanpa adanya sekretaris handal dan terpercaya seperti Theo.


Di usia muda Theo dan Aleen mengembangkan perusahaan itu hingga menjadi perusahaan yang dikenal saat ini, perusahaan yang di takuti banyak pesaing dari seluruh penjuru dunia, perusahaan yang bisa menjatuhkan lawan hanya dalam satu jentikan jari, siapa yang tidak kenal presiden direktur muda nya, siapa yang tidak kenal tangan kanan dari perusahaan tersebut dan siapapun yang kenal sudah pasti tidak akan berani untuk bermain-main dengan mereka karena konsekuensinya tidak bisa mereka bayangkan seumur hidup mereka. Mencari masalah dengan mereka sama dengan mati, itu yang biasa mereka dengar.


.


.

__ADS_1


Jangan Lupa Untuk komentar, like dan Favoritkan.


Share Juga Ke Teman-teman kalian ya..


__ADS_2