
Penjelasan yang dokter katakan seakan-akan tidak sampai ke telinga Rayana, gadis itu tetep kekeuh ingin pulang walaupun lukanya belum sembuh sepenuhnya, biarpun tidak ada sendi yang geser ataupun tulang yang patah namun tetap saja dia terluka karena terkena reruntuhan bangunan, mustahil luka itu sembuh karena dia baru saja tiga hari di rumah sakit, namun begitu entah kenapa gadis itu menjadi keras kepala dan begitu egois.
“Nona jika anda tetap ingin pulang itu akan membuat kami ikut susah, apakah anda serius tetap ingin pulang? Bagaimana jika tugaskan satu orang dokter untuk merawat anda selama di rumah.” Ucap dokter kepala tersebut dengan sangat panik karena tugas utama merawat Rayana telah di serahkan semuanya kepada dirinya.
“Tenanglah dokter, aku akan segera kembali kesini jika merasa sakit jadi kamu jangan khawatir.”
Rayana ingin mengganti bajunya dengan baju lain, namun dia tahu dirinya tidak punya baju yang bisa di gunakan di sana karena sejak bibi sui tidak ada siapa yang hendak memperdulikan kebutuhannya. Rayana nampak berfikir dia hendak minta tolong kepada Yaya namun itu pasti akan membuat Aleen
tau kesulitannya. Atau jika menggunakan uang Yaya itu mungkin akan merepotkan gadis itu.
“Pak dokter bisa pinjamkan aku uang untuk membeli baju dan naik taksi, aku akan mengembalikan itu nanti.”
Walaupun agak terkejut namun dokter itu mengangguk kemudian mengeluarkan uang sebanyak satu juta rupiah dari kantung jas putihnya. Setelah bertanya apa itu cukup dokter tersebut langsung menatap yaya dan gadis itu menggeleng-gelengkan kepala.
“Tenang saja dok, setelah urusanku malam ini selesai aku akan kembali dan mengembalikan uangmu.” Ucap rayana setelah selesai mengganti
bajunya, akhirnya yaya juga yang di suruh untuk membeli baju.
“Nona ini bukan tentang uang namun tentang kondisi anda, tolong pikirkan sekali lagi demi kesehatan anda.” Ucap dokter tersebut bingug
dan panik.
Rayana tersenyum kemudian dia mengucapkan terima kasih dan juga pamitan kepada dokter tersebut sementara Yaya dia mengikuti Rayana
__ADS_1
kemanapun gadis itu pergi. Rayana memesan taksi setelah dia bersama Yaya masuk ke dalam supir taksi itu merasa aneh dengan tubuh Rayana yang penuh luka dan justru keluar dari rumah sakit walaupun banyak bagian tubuh yang di balut kain
kasa.
“Pak pergi cari tempat tata rias terbaik.” Ucap Rayana kepada supir taksi tersebut dengan santai. Namun taksi yang di tumpangi tak kunjung bergerak mungkin ada kecemasan di hati supir tersebut.
“Saya bosan sekali hanya berbaring di rumah sakit ini selama tiga hari, luka saya tidak sakit pak namun hati saya sakit. Saya hendak menangkap suami saya yang membawa selingkuhannya ke pesta.”
Drama apa lagi ini bagaimana bisa rayana mengatakan itu dengan nada bicara cukup nyata ada rasa sakit dan kesedihan dari nada bicaranya, hal itu membuat supir percaya dan tancap gas begitu saja. Mungkin jika ikut olimpiade Rayana
bisa memiliki piala oscar dengan kemampuan aktingnya, lagian sejak kecil dia selalu berakting untuk terlihat baik-baik saja walaupun dia merasakan penderitaan cukup dalam.
Yaya duduk di samping Rayana gadis itu memencet-mencet layar telepon
genggamnya dengan tidak masuk akal untung saja benda yang memiliki layar sentuh tersebut tidak pecah namun Yaya sesekali tersenyum melihat nyonya bos yang sering kali bersikap tidak masuk akal sama seperti bosnya hal itu tentu saja membuat Yaya ingin tertawa namun dia harus menahannya karena wanita itu adalah nyonya bos bukan sembarang orang.
"Berapa pak?" tanya Rayana kepada supir taksi tersebut.
"dua orang dua ratus ribu non." ucap bapak supir tersebut kemudian Yaya mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan dan memberikan kepada supir tersebut.
"Semangat neng semoga bisa bikin para pelakor jera."
Rayana mengangguk kemudian dia keluar bersama dengan Yaya, dan setelah taksi itu pergi dari pandangan matanya Yaya tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Bagaimana kemampuan akting ku ? Bagus kan, dari kecil aku sudah terbiasa untuk berakting di rumah jadi hal seperti ini sepele." ucap Rayana, secara tidak sengaja Rayana menjadi nyaman dengan wanita yang ada di dekatnya itu.
"Mungkin anda bisa mendapatkan penghargaan piala Oscar."
Yaya menjawab sambil mengikuti Rayana masuk ke dalam tempat kecantikan itu, kemudian Rayana mengatakan kepada orang bahwa dia ingin berdandan dengan cantik dan juga memakai gaun yang bagus, tidak lupa dia juga menyuruh agar Yaya ikut berdandan walaupun awalnya gadis itu menolak namun akhirnya luluh juga.
"Saya mau dandan yang cantik dan juga tutupi luka ku dengan sempurna, aku ingin tampil sempurna malam ini. Sekaligus kamu harus rubah temanku ini menjadi cantik." ucap Rayana.
"Tidak usah, aku begini saja." ucap Yaya.
"Yaya ini perintah, tidak mungkin kan kamu ikut aku menangkap pelakor dengan pakaian penuh noda kopi itu."
Astaga lagi -lagi topik utamanya adalah pelakor, namun siapa pelakor yang Rayana maksud apakah itu Rivana atau itu hanya alasannya saja.
"Oh iya kak, untuk pembayaran silahkan kirimkan tagihan ke perusahaan Milky White. Atas nama Rayana Calveen."
Awalnya orang yang menangani Rayana itu tidak percaya namun akhirnya dia percaya setelah melihat sesuatu yang Rayana tunjukkan, sesuatu yang tidak pernah lepas dari tubuh mungil Rayana.
Orang-orang yang bekerja merasa takut dengan kondisi tubuh Rayana, mereka bukan takut dengan lukanya namun mereka takut jika ada komponen make up yang menyebabkan infeksi.
"Nona luka anda seperti ini, bagaimana jika terjadi infeksi." ucap salah satu orang yang memeriksa wajah Rayana.
"Tidak apa-apa aku hanya sebentar, samarkan saja lukanya dengan sempurna. Kamu pasti dengar kan hari ini ada perjamuan besar perusahaan, kalau aku tidak datang itu akan menyebabkan reputasi buruk bagi ayah dan perusahaan." ucap Rayana menjelaskan.
__ADS_1
Memang susah menjadi anak konglomerat, bahkan saat sedang sakit dan terluka mereka masih harus memikirkan reputasi keluarga dan juga perusahaannya. Mendengar hal itu para MUA yang bekerja berusaha dengan baik untuk menutupi luka tersebut.
Sebuah gaun putih panjang di siapkan oleh penata rias tersebut menurut mereka itu adalah gaun yang sangat baik untuk di gunakan oleh Rayana, sementara Yaya dia akan menggunakan gaun berwarna silver yang hampir senada dengan gaun Rayana hal itu untuk menyamarkan perbedaan sosial di antara mereka agar tidak ada gosip yang beredar jika Rayana memperlakukan bawahannya Dengan sangat tidak baik