
Benar benar hari yang baik, hari ini dunia serasa membantu Rayana untuk dan juga Yaya untuk mewujudkan keinginan Rayana merebut kembali apa yang sudah di wariskan oleh neneknya. Rayana bahkan bisa tampil sempurna dengan bantuan make upnya sementara itu yaya juga semakin cantik karena hari ini dia lebih feminimdaripada hari biasanya, Dia juga terlihat cantik dan imut.
“Ku kira kamu adalah gadis tomboy, tapi ternyata jika dandan cantik juga.” Ucap rayana saat menatap yaya.
Gadis itu malu mendengar ucapan dari Raya, dia tidak pernah mendapatkan pujian dari penampilannya dan kali ini dia di puji cantik oleh calon nyonya besarnya namun sebenarnya ada hal yang tidak dia katakan kepada Rayana, dia tidak bisa menggunakan Hells hal itu bisa di lihat dari gaya dan gerak gerik tidak nyaman dirinya.
“Kamu tidak bisa menggunakan hells ya?” tanya Raya sambil menatap wajah yaya yang tertunduk.
“Baiklah tolong berikan dia flat shoes dengan warna senada dengan sepatunya.” Ucap Rayana.
Akhirnya yaya pun memutuskan untuk menggunakan flat shoes seperti yang di katakan oleh rayana, walaupun Yaya tidak mengatakan dia tidak bisa menggunakan Hells namun Rayana begitu peka. Yaya pun berpikir mungkin bekerja di bawah naungan ibu bos tidak terlalu buruk darimana dia bisa mendapatkan bos yang lebih baik dari bosnya itu.
Malam telah datang mentari telah pergi, bahkan rembulan pun tidak berniat untuk menampakkan dirinya ada apa dengan hari ini kenapa gelap sekali, bukankah ini belum musim hujan kenapa langit begitu gelap Rayana segera memanggil taksi kali ini dia benar-benar menguatkan mentalnya untung saja uang yang di pinjam dari dokter itu masih cukup untuk membayar biaya taksi ke perusahaannya.
Sebenarnya rayana tidak ingin berebut harta apalagi dengan ayahnya namun kejadian akhir akhir ini benar-benar tidak bisa di maafkan mereka benar-benar tidak peduli dengan hidupnya lantas kenapa Rayana mesti peduli dengan hidup mereka.
Harusnya rayana merupakan putri tunggal namun sejak perselingkuhan ayahnya dengan Sandra terbongkar dia justru menjadi putri ke dua yang sah, dan status putri pertama ayahnya justru menjadi milik Rivana. Sejak saat itu dunianya menjadi tidak baik-baik saja, neneknya meninggal karena serangan jantung sebab kaget sementara ibunya meninggal karena sakit sebab mentalnya
terganggu karena tidak bisa menerima kenyataan itu, namun satu hal yang pasti seluruh aset keluarganya sudah di berikan kepada Rayana karena harta mereka milik ibu rayana bukan milik ayah Rayana sehingga jika di logika harta tersebut
__ADS_1
memang pantas menjadi milik Rayana.
Persiapkan mental karena hari ini rayana ingin membongkar segala kebusukan yang di lakukan oleh ayah dan ibu tirinya bahkan rayana sendiri tidak pernah mendapatkan uang dengan nominal yang pantas, jangankan kartu kredit bahkan kartu debit pun dia tidak punya.
Mobil yang mereka tumpangi melaju melesat dengan kecepatan sedang menembus dinginnya malam di kota itu, Rayana menatap keluar dengan tatapan sendu sama mendungnya dengan cuaca hari itu.
Mobil sudah sampai di depan pintu, Rayana bergegas turun untuk masuk ke dalam gedung perusahaan MW namu baru sampai di depan pintu
mereka sudah di hadang oleh dua orang satpam. Di minta untuk menunjukkan kartu undangan mereka, tentu saja hal itu menyulut emosi Rayana bagaimana bisa putri dari CEO harus menyerahkan kartu undangan di sebelum masuk ke dalam perusahaannya sendiri.
“Mohon untuk menunjukkan kartu undangan sebelum masuk.” Ucap Scurity tersebut dengan arogan. Kata mohon maaf dengan tatapan merendahkan, bagaimana bisa ada Scurity setidak sopan itu.
“Apa-apaan kamu? Bagaimana bisa ada Scurity se -tidak sopan kamu? aku masuk ke perusahaan menggunakan undangan. Ini perusahaanku.” Ucap Rayana ketus.
alasan untuk mereka bersikap arogan, harusnya mereka melayani tamu dengan pantas dan tidak kasar namun mereka justru melayani dengan kasar.
“Yaya catat mereka dan pecat.” Ucap Rayana kepada yaya.
“Atas dasar apa anda memecat kami?” tanya salah satu dari mereka.
__ADS_1
“Atas dasar apa? Mungkin alasan aku adalah putri Calven dan calon istri Aleen sudah cukup.”
Ini adalah pertama kalinya Rayana membanggakan statusnya hal itu membuat kedua scurity itu saling berbisik-bisik.
“Oh jadi ini nona yang di korbankan demi perusahaan. Dia di korbankan untuk tuan yang konon katanya psikopat.”
Brrr... yaya yang tengah meneguk air dalam kemasan tiba-tiba tersedak mendengar kata-kata itu. Psikopat? Bahkan belum pernah ada kabar jika aleen membunuh orang bagaimana bisa menjadi
Psikopat.
"Wkwk kalian ngelawak ya, Lelucon dari mana itu? kamu pernah mendengar dia membunuh orang? kamu pernah mendengar dia mematahkan kaki atau tangan orang, jika iya mungkin kalian yang pertama." ucap Rayana.
"Ku beritahu kalian gosip besar, Aku menikah dengan Tuan Aleen bukan karena aku tumbal perusahaan namun karena tuan Aleen tidak mau dengan nona Rivana yang kenyataannya adalah putri haram. Kenapa kalian diam? apakah status tuan putri kamu tidak pernah di sebar di sini. Ku katakan dengan jelas dia adalah anak haram di luar nikah." lanjut Rayana sebelum akhirnya masuk begitu saja ke dalam tanpa memperdulikan dua laki-laki yang terpaku di depan pintu.laki-laki yang mencerna ucapan Rayana dan juga merenungkan nasib jika benar-benar terjadi.
Di dalam sebuah ruangan yang cukup besar, para tamu sudah berkumpul dengan baik dan sedang mengobrol bersama antara satu orang dan orang lainnya, sementara itu Calven sandra dan Rivana belum terlihat batang hidungnya. Kemana mereka, bahkan mereka belum menampakkan diri di pesta mereka.
Rayana mencicipi kue yang ada di atas meja, dia juga meneguk sedikit anggur merah. Sudah lama rasanya dia tidak makan kue-kue enak itu, memang beda rasanya cukup manis.
tepuk tangan meriah ketika orang-orang yang ada di benak Rayana muncul, ayahnya dan istrinya yang tidak tahu malu itu muncul dengan wajah cerah ceria di ikuti oleh Rivana yang menggunakan gaun warna merah mencolok.
__ADS_1
"Astaga dia menghadiri pesta seperti ini dengan gaun seperti itu, memang tidak ada bedanya dengan pelacur." ucap Yaya, perkataan itu tidak sengaja terlontar dari mulutnya hal itu membuat Raya tertawa memang buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.
Namun dimana Aleen kenapa tokoh utamanya justru belum datang saat ini.