
Suara bunyi monitor detak jantung sangat jelas di telinga Aleen, laki-laki itu masih setia duduk di samping Rayana. Sementara Theo sedang dalam suasana mengusut tuntas kasus tersebut, dia bahkan merasa tidak rela melihat wanita itu terbujur lemah tidak sadarkan diri.
Sementara itu di kediaman Calveen masih dilakukan olah tempat kejadian perkara, hal itu di pimpin langsung oleh Theo dan karena sebab itu semua anggota kepolisian yang bertugas di sana tidak ada yang sembarangan bekerja mereka semua bekerja dengan sangat serius dan mematuhi peraturan.
“Komandan aku menemukan sesuatu.” Ucap seorang anggota polisi memanggil atasannya, hal itu membuat orang yang bersangkutan datang di ikuti oleh Theo dan Calveen.
“Hanya serpihan kertas bisa membuktikan apa? Dikamar Rayana ada satu lemari penuh buku.” Ucap Calveen saat dia melihat ke arah serpihan kertas yang di tunjuk anggota polisi tersebut.
“Komandan perhatikan ini, ini adalah bekas atau sisa bubuk mesiu.” Ucap anggota tersebut sambil menunjukkan
sisa-sisa barang bukti tersebut.
Komandan atau pemimpin pasukan tersebut menyuruh anggota itu untuk memungut bukti-bukti tersebut, dan juga
menyuruh anggota yang lain untuk terus mencari bukti-bukti yang lainnya. Sementara itu Theo tengah berfikir keras alasan dari ledakan itu pasti pembunuhan yang di rencanakan jadi dia tidak bisa menuduh seseorang, bahkan cctv di rumah itu pun mati hingga tidak bisa menunjukkan siapa pelaku utama dari kejadian itu.
Theo diam-diam mengambil sebuah memori dari CCTV yang sudah rusak tersebut, karena sekuat tenaga Calveen menyembunyikan semuanya yang berarti itu adalah kelakuan dari keluarga ter sayangnya.
“Aku harus pergi, kalian harus bekerja sekuat tenaga untuk hal ini. Jangan loloskan bukti sekecil apapun sementara anda tuan Calveen jangan coba-coba memusnahkan barang bukti karena anda pasti tau sekali apa akibat dari itu.”
Theo meninggalkan mansion tersebut, dia meninggalkan Calveen dan orang-orang di sana yang sedang mengeluarkan dingin. Setelah itu Calveen juga mengajak anak dan istrinya untuk pergi dengan alasan membiarkan petugas kepolisian fokus untuk bekerja, padahal kenyataannya bukan itu dia hanya ingin berbicara dengan anak dan istrinya tanpa ada satu orangpun yang tahu.
“Apakah ini bukan rencana kalian?”
__ADS_1
tanya Calven kepada istrinya yang tidak lain adalah sandra.
“Sayang kamu kalau mau nuduh harus
ada batasnya, aku tidak pernah menginginkan Rayana mati apalagi sampai merusak mansion ini. Perlu kamu tahu aku tidak akan mengganggu keuntunganmu.”
Sandra mulai berdalih, wanita itu tidak mengaku bahwa dia merencanakan itu untuk membunuh Rayana di malam pernikahan nya, dia melakukan itu untuk membuat Rivana menduduki kursi putri sah dan juga untuk menggagalkan pernikahan antara Rayana dan Aleen hal itu dia gunakan agar Rivana bisa mengambil posisi istri Tuan muda Aleen.
Hening sejenak Calven sedang
berfikir, jika istrinya tidak melakukan itu lantas siapa orang yang melakukan
hal tersebut bagaimana orang tersebut sangat memahami kediaman tersebut, tanpa
Sementara itu orang-orang di luar masih berusaha dengan keras untuk mencari barang bukti lain, karena bubuk mesiu adalah bahan peledak sangat sulit menemukan sisa-sisa dari bahan peledak tersebut.
Sementara itu Theo kembali ke rumah sakit untuk melaporkan kejadian hari ini dan hasilnya, dia tidak memberitahukan lewat telepon karena itu merupakan hal penting yang harus mereka bicarakan secara langsung, namun ada yang terlupa. Theo lupa untuk mengirimkan jenazah bibi Sui ke rumah duka, mereka juka belum merencanakan untuk memberikan kompensasi kepada keluarga korban.
Theo mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman mansion keluarga Calven, dia bergegas untuk ke rumah sakit menemui tuannya. Dalam perjalanan ada banyak hal yang mengganjal dalam otaknya namun entah apa itu dia bahkan tidak tahu apa yang di pikirkan nya.
sesampainya di rumah sakit, setelah dia memarkirkan mobilnya dengan baik, dia bergegas menuju bangsal tempat Rayana di rawat, dia tidak ingin membuang-buang waktu karena waktu adalah uang.
Theo mengetuk pintu, Aleen mempersilahkan laki-laki itu masuk, setelah Theo masuk dia menutup pintu dengan perlahan.
__ADS_1
"Tuan ada kejanggalan yang terjadi di sana, polisi menemukan serpihan kertas bercampur bubuk mesiu dan dugaan adalah percobaan pembunuhan." ucap Theo sambil duduk di depan Aleen.
"Lalu siapa pelakunya, apakah tidak ada titik terang walaupun itu sudah sehari?" tanya Aleen dengan nada dingin.
"Belum ada tuan, cctv-nya tidak bisa kita periksa karena rusak, sementara itu aku sudah membawa memori nya dan akan berusaha untuk memulihkannya." jawab Theo masih dengan tenang
"Baik, lakukan secepatnya."
"Tuan apa yang harus kita lakukan untuk jenazah bibi Sui?" tanya Theo.
"Itu bukan ranah kita untuk ikut campur, biarkan Calven dan keluarganya menyelesaikan hal itu." jawab Aleen.
Theo mengangguk Memang benar hal tersebut bukan ranah mereka untuk ikut campur yang saat ini perlu mereka lakukan adalah mengatasi dalang di balik semua ini. Setelah itu Theo pamit untuk pulang dan melakukan semua termasuk memperbaiki rekaman CCTV tersebut. Padahal Rayana sudah berada di rumah sakit seharian penuh namun ayahnya justru tidak terlihat batang hidungnya, betapa kaget nya Rayana nanti ketika dia mendapati kenyataan satu-satunya orang ter dekatnya yaitu bibi Sui justru pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Aleen tersenyum menatap wajah Rayana yang dalam keadaan tidak sadarkan diri tersebut, dia ingin berjanji
untuk menemani rayana namun dia tidak punya kualifikasi untuk itu karena dia dan nyawanya bisa melayang sewaktu-waktu. Siapa yang tidak mengenal Aleen, semakin terkenal seseorang semakin berbahaya juga hidupnya namun Aleen berjanji untuk sisa hidupnya bertahan bersama dengan Rayana, dia tidak ingin gadis itu menderita lagi di hari-hari selanjutnya.
Malam telah datang sang mentari telah di gantikan oleh bulan dan bintang, namun cahaya terang itu tidak terlihat dengan jelas karena tertutup awan yang mendung, mendung seperti kisah rayana dan Aleen.
"Gadis kecil, ingat janjimu kamu hendak menikah denganku ketika kamu dewasa. Kamu tidak di izinkan kabur jika kamu tau anak laki-laki itu adalah aku."
Aleen berkata seperti itu di samping Rayana, dia bukan laki-laki arogan, namun pekerjaan nya mennutut nya untuk di segani semua orang. Namun sebenarnya ada apa tentang dia dan Rayana di masa lalu dan apakah benar gadis itu adalah Rayana, bagaimana jika gadis yang di maksud adalah kakak tiri Rayana. Bukan hal mudah untuk mengungkapkan semuanya, namun dalam hati kecil Aleen sudah berkata bahwa wanita itu sudah pasti adalah Rayana Calveen.
__ADS_1