Hati Yang Terjual

Hati Yang Terjual
jackpot


__ADS_3

“Astaga nyonya lukamu terbuka,” teriak Yaya sambil berlari mendekati rayana, punggungnya mengeluarkan darah. darah itu merembes membasahi gaun putihnya, hal itu meninggalkan kesan mengerikan kepada tamu undangan apalagi  orang-orang yang phobia dengan darah.


Yaya mendekati Rayana, dia begitu panik berusaha untuk menyeka darah yang mengalir itu. Lukanya terbuka, namun dia tidak punya pengalaman dalam menangani luka, dia menatap Theo berharap laki-laki itu memberitahu dirinya apa yang harus di lakukan.


Aleen dengan sigap melepas jasnya kemudian bergegas untuk menghampiri Rayana, dia menutupi punggung Rayana dengan jas tersebut kemudian mengangkat tubuh Rayana dan pamit untuk membawa Rayana ke rumah sakit.


Astaga mungkin itu Jackpot yang dikirim tuhan, jika tidak bagaimana bisa tiba-tiba luka itu terbuka, oh tidak itu bukan tiba-tiba namun dilakukan oleh Calveen saat memeluk Rayana. Namun dari kejadian itu orang - orang tahu betapa pentingnya Rayana untuk seorang Aleen hingga tidak mungkin suatu hari ada yang berani merendahkan Rayana.


"Kamu terlalu berani sampai kamu lupa dengan luka di tubuhmu sendiri." ucap Aleen sambil membawa Rayana masuk ke dalam mobil, di ikuti oleh Theo dan Yaya.


Mobil melesat dengan kencang karena jalanan saat itu sepi, maklum lah orang-orang sedang berkumpul di MW demi pesta itu, namun ketika Aleen sudah pergi entah bagaimana akhirnya dari perusahaan tersebut.Kini Sandra dan putrinya sedang di ruang istirahat perjamuan tersebut, mereka menghela nafas kesal karena kejadian hari ini dan selalu berharap jika Rayana akan terkena sial karena mengganggu hidupnya, anak yang biasanya hanya diam saja ketika mereka sentuh itu kini serasa punya tenaga ekstra untuk melawan ada apa dan kenapa apakah itu karena dia sudah memiliki backing yang kuat.


Harusnya mereka tidak menyetujui pernikahan itu namun sekarang nasi sudah menjadi bubur tidak ada gunanya mereka melawan yang harus mereka lakukan saat ini adalah mengembalikan citra baik mereka di depan orang-orang atau kolega mereka.


Bahkan Calven yang sudah tahu jika Rayana tidak mendapatkan uang sepeserpun justru berpura-pura tidak tahu san menutup mata dengan kejadian tadi, uang ratusan juta harus mereka keluarkan untuk membayar bon yang ada di She Beauty tersebut.


Senyum puas Rayana, walaupun kini darah masih mengalir dari punggung nya tapi dia masih tersenyum dengan sangat puas. Tapi kenapa di saat-saat yang genting selalu saja Aleen yang datang untuk menolong nya, apakah itu hanya semata-mata karena bisnis atau untuk menyiksa dirinya ketika sudah sah jadi suami istri.


"Terima kasih tuan." ucap Rayana dengan ragu-ragu.

__ADS_1


"Jangan libatkan dirimu pada hal-hal yang berbahaya Rayana, bahkan kasus tentang ledakan itu belum selesai kamu hendak membuat kasus baru." ucap Aleen.


"Aku hanya ingin memiliki apa yang harusnya aku miliki tuan, MW bukan milik Sandra namun milik ibuku, lantas kenapa mereka yang berkuasa." ucap Rayana keras.


"Aku bisa membantumu mengambil semuanya." Aleen menjawab dengan tenang di samping Rayana


"Seorang pebisnis pasti tidak mau rugi tuan, lalu apa yang kau inginkan sebagai imbalan." ucap Rayana keras, entah kenapa Rayana menjadi seperti itu apakah itu efek alkohol yang di minum. Bukankah sebelumnya dia sangat membenci Aleen.


"Tidak ada cukup kamu jadi istri dan ibu rumah tangga yang baik." jawab Aleen.


Mobil telah sampai di rumah sakit, sudah saatnya bagi mereka untuk turun namun tiba-tiba saja Rayana tidak sadarkan diri entah itu efek dari alkohol atau efek dari lukanya. Aleen bergegas menggendong tubuh tersebut kemudian berteriak -teriak memanggil dokter.


"Gadis liar ini adalah gadis yang ku tunggu selama 18 tahun mana mungkin aku membiarkan dirinya terluka begitu saja." batin Aleen.


Rayana masuk ke dalam ruang ICU sementara Aleen, Yaya dan Theo sedang duduk di ruang tunggu.


"Ceritakan dari awal sampai akhir tentang yang terjadi hari ini." ucap Aleen kepada Yaya.


"Anu tuan Presdir maaf, awalnya nona Rayana meminjam uang ke tuan dokter kemudian keluar dari rumah sakit. Sudah ku tawarkan untuk memakai uangku tapi dia bilang dia tidak mau menggunakan apapun yang berkaitan dengan kamu, dan mungkin saja dia juga tidak tahu rumah sakit ini dibawah perusahaan anda." ucap Yaya mempersingkat ceritanya.

__ADS_1


"Lalu uang dokter itu dari mana , aku yang menggajinya." ucap Aleen.


Yaya hanya menggeleng, berada di tengah-tengah hubungan mereka jauh lebih memusingkan daripada puluhan berkas yang harus selesai hari ini juga, satunya tom dan satunya Jerry satunya kasar satunya usil astaga bagaimana air dan minyak bisa bersatu.


Ahh sudahlah bukan kodratnya untuk ikut campur, sekarang yang harus dia lakukan adalah bekerja dengan baik.


"Lucu juga kamu dengan gaun ini." ucap Theo keceplosan, hal itu membuat Yaya menoleh sementara Theo justru berpaling. Blush pipinya memerah, ini pertama kalinya dia mendapat pujian dari orang tersebut.


"Maksudnya gaunnya lucu." ucap Theo mengelak.


"Iya tuan benar, gaun dan sepatu ini di pilih oleh nona Rayana. Kapan lagi bisa memiliki nyonya sebaik itu, dia bahkan sampai bisa menebak aku tidak nyaman dengan sepatu ber hak tinggi dan memberikan aku flat shoes ini." ucap Yaya.


mendengar hal itu Aleen jadi tahu dia mendapatkan Jack pot ketika menikahi gadis itu, gadis yang sangat pandai bergaul dan membaca suasana memang paling pantas untuk menjadi istri seorang Aleen Abercio.


Pemeriksaan masih terus di lakukan luka yang terbuka di bersihkan dan di jahit ulang, namun begitu hingga saat ini belum ada tanda-tanda Rayana hendak sadarkan diri. Aleen Theo dan Yaya masih setia berada di ruang tunggu, dia sedang menunggu Rayana untuk di pindahkan ke ruang rawat.


"maafkan kami tuan, kami masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut mungkin untuk malam ini belum bisa di pindah ke ruang rawat." ucap dokter tersebut.


"Tidak apa-apa, lakukan saja tugasmu dengan baik." Aleen menjawab dengan lembut nadanya sudah tidak lagi menakutkan, dia sudah seperti bukan dirinya, nada dingin dan mendominasi seperti nya lenyap saat itu, yang dia inginkan hanya kesembuhan Rayana bagaimana bisa dia menakuti dokter yang memeriksa Rayana.

__ADS_1


__ADS_2