
Pesta di mulai namun calven belum menyadari jika Rayana berada di tempat itu, pesta itu cukup meriah namun bahkan tidak ada orang yang menyebut rayana di sana, betapa menyedihkannya gadis itu bahkan dirinya dengan sengaja di tutupi dari publik kenapa itu terjadi, apakah ayahnya benar-benar tidak ingin memberikan posisi pewaris kepada Rayana, jika iya maka Rayana harus mendapatkan posisi pewaris tersebut dengan tangannya sendiri.
Rayana menggenggam erat gelas anggur di tangannya, tidak ada yang boleh menggunakan selembar pun uang dari perusahaannya jika mereka tidak menginginkan dirinya mereka bisa cabut dari tempat itu, mereka sudah memanfaatkan kekuasaan melebihi batas. Jika di biarkan terus-terusan maka mereka bisa saja lupa diri, namun itu bukan bisa saja, namun sudah lupa diri. Dan benar saja sekarang mereka sudah lupa diri, mungkin cukup untuk 20 tahun hidupnya seperti ini.
Rayana masih di tempat semula di dampingi oleh Yaya, hiruk pikuk orang ramai membuat suasana tidak nyaman di hati Rayana namun dia harus terus menahannya karena ada trik besar yang akan dia lakukan malam ini jadi dia tidak ada waktu untuk berurusan dengan situasi dan kondisi.
Semua orang tiba-tiba menjadi hening pandangan mereka tertuju pada pintu masuk ke ruang perjamuan tersebut, dan benar saja tokoh utama mereka datang malam ini yaitu Aleen dan Theo presiden direktur sekaligus wakil yang merangkap jadi asisten di grub JL. Benar-benar kesombongan yang sempurna jika orang-orang itu datang karena semua orang selalu ingin selangkah lebih dekat dengan Aleen ataupun Theo dan mungkin saja perjamuan ini selangkah lebih maju untuk mereka.
Walaupun Aleen dan Theo terkenal tidak mudah di dekati namun setiap orang khususnya yang baru saja mendirikan perusahaan atau perusahaan -perusahaan menengah kebawah pasti ingin mendekatinya untuk mencari keuntungan.
“Nyonya aku izin permisi sebentar, ada sesuatu yang harus saya katakan kepada tuan Theo. Oh iya Nyona jangan pindah dari tempat ini, disini banyak serigala berbulu domba.” Ucap Yaya.
Gadis yang memiliki potongan rambut pendek itu bergegas pergi, dia bahkan tidak memberikan kesempatan untuk rayana mengetahui siapa yang harus dia waspadai di perjamuan itu seakan-akan memberikan ruang bagi Rayana untuk berfikir sendiri, namun dari peringatan yang di berikan
oleh Yaya membuat dirinya harus selalu waspada dengan orang-orang di sekitarnya.
__ADS_1
Orang-orang bertepuk tangan ketika Aleen memasuki ruangan perjamuan itu, dan secepat kilat Rivana mendekati laki-laki bertubuh kekar itu berharap mendapat perhatian calon suami Rayana tersebut.
"Memang benar, anak yang lahir dari rahim seorang wanita liar akan tumbuh sama dengan ibunya. Sesuai dengan pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." ucap Rayana sambil terus menggoyangkan gelas berisi wine di tangan kanannya.
Tak lama kemudian karena hari sudah cukup malam sambutan demi sambutan di ucapkan, sambutan yang di ucapkan langsung oleh Calven sebagai pembuka acara.
"Tuan kenapa bukan nona Rivana yang menikah dengan tuan Aleen, kenapa harus putri ke dua? Bukankah seharusnya putri pertama lebih baik." tanya salah satu tamu undangan yang di jawab dengan sangat hati-hati dan tenang oleh Calven.
Karena saat itu ada Aleen dan Theo di sana jadi mereka tidak mungkin mengatakan bahwa Aleen adalah seorang psikopat seperti yang beredar di lingkungan perusahaan saat ini. Banyak orang yang mengetahui bahwa Rivana adalah anak haram, namun tidak ada yang berani membuka suara karena kebanyakan orang yang mengatakan rivana adalah anak haram akan menghilang dari dunia bisnis oleh karena itu entah berapa banyak dana yang di gunakan oleh perusahaan MW demi menutup semua itu, lagi dan lagi uang yang berasal dari sumber daya ibunya di gunakan untuk menutup gosip miring tentang putri tercinta nya.
“Oh itu karena putri keduaku menyukai tuan Aleen sementara rivana dia hanya ingin menjadi kakak ipar Aleen tidak lebih dari itu.” Ucap Calveen sambil mengajak rekan-rekan bisnisnya bersulang mereka hanya mengangguk-angguk berpura-pura paham, walaupun menurut kata Calven Rivana tidak menyukai Aleen namun orang-orang di sana bukan orang-orang bodoh yang tidak bisa membedakan antara suka atau tidak.
"Oh hari ini putriku sedang tidak enak badan jadi dia beristirahat di rumah."
"Lalu tuan apakah sudah selesai di renovasi mansion itu, kabarnya terjadi ledakan berbetapa hari yang lalu."
__ADS_1
Calven kebingungan untuk menjawab apa, dia tidak tahu bahwa pertanyaan orang itu sebanyak itu Bagaimana dia hendak menjawab pertanyaan- pertanyaan itu, kini sudah saatnya bagi rayana untuk maju ke depan menunjukkan citra dan wajah
cantiknya.
“Anda terlalu banyak bertanya tuan, relasi bisnis mungkin penting namun privasi orang lain selalu ada. Perkenalkan saya Rayana Calven tuan putri perusahaan sekaligus calon istri tuan muda Aleen.”
Rayana mengulurkan tangannya, laki-laki di depannya itu melongo menatap wajah mungil nan cantik Rayana. Dia menerima uluran tangan Rayana sambil berkata “Bukankah kamu tidak enak badan
dan sedang beristirahat di rumah bagaimana anda bisa di sini? Satu kehormatan bisa berjumpa dengan anda.”
“Benar tuan, namun seperti yang anda lihat sebagai calon istri Aleen dan pewaris tunggal Milky White Company bagaimana aku bisa tidak hadir di perjamuan ini, lagian masakan di rumah sakit tidak se nikmat kue yang ada di sini.”
Rayana menjawab dengan tenang dan anggun namun dari perkataan nya itu menyimpulkan bahwa dia di rawat di rumah sakit tapi kenapa Calven berbohong dan mengatakan dia beristirahat di rumah, hal itu bisa membuat orang-orang membicarakan ayahnya, namun kenapa juga Rayana mengatakan jika dirinya adalah pewaris tunggal dari MW bagaimana itu bisa terjadi, ada dua putri namun pewaris nya tunggal.
“Kenapa anda bisa yakin jika perusahaan ini akan di wariskan kepadamu, bukan kepada kakakmu?” tanya orang itu di seling dengan candaan semakin penasaran, dari pertanyaan itu Rayana langsung tahu jika laki-laki itu adalah paparazzi yang sedang menyamar untuk mendapatkan trending topik hal itu justru bisa di manfaatkan oleh Rayana.
__ADS_1
“itu karena perusahaan ini milik ibuku yang di titipkan kepada ayah, bukankah sangat lucu jika perusahaan milik istri pertama justru di wariskan kepada putri dari istri kedua, oh ya tuan-tuan jika dulu saya tidak mengerti apa-apa karena masih terlalu kecil namun saat ini saya sudah bisa memimpin perusahaan, lagian ada suami seperti Aleen apakah saya perlu khawatir jika perusahaan akan down atau bangkrut.”
Pernyataan itu benar-benar masuk akal walaupun di utara kan dengan candaan.