HE'S DANGEROUS!

HE'S DANGEROUS!
Tanpa Hazel


__ADS_3

..."Bagaimana rasanya melihat seseorang yang kamu cinta, mencintai orang lain?"...


...***...


"Kenapa ya, hidup ini harus pake nafas?"


Celetukan itu membuat orang-orang yang berada di sekitar nya ingin sekali menabok pantatnya.


"Ya terus lo mau hidup pake kentut?!" sahut Saga sensi.


Memang Satria ini hobinya memancing emosi dan dosa para orang-orang suci ini.


"Yaelah Ga, sensi amat kek cewek," ucap Satria tanpa rasa bersalah.


"Ya lagian lo nanya nya kaga pake otak!" dengus Saga kesal.


"Maklum Ga kan si Satria otaknya udah dijual buat menafkahi para bini-bini nya," sahut Gentala membuat Satria mendelikkan matanya.


"Bini-bini ape maksud lo Gen? Gue cuma punya satu bini yaitu Neisha," ucap Satria sambil mengedipkan matanya ke arah Neisha.


"Eh lo jangan sekate-kate ye kalo ngomong! Gue itu bininya Cha Eun Woo!" balas Neisha yang sedang duduk bersama Hazel.


Saat ini pelajaran Bahasa Indonesia dan gurunya bilang akan pergi sebentar tapi sudah dua jam guru itu tidak balik lagi. Mereka sih tidak masalah karena siapa yang tidak suka jam kosong?


Hazel tertawa mendengar ucapan Neisha. Sementara Satria memandang Neisha dramatis.


"Jahat kamu Nei!" ucap Satria drama seolah-olah menangis.


Melihat itu Gentala memandang Satria pura-pura iba. Ia kemudian mengikuti drama Satria dengan merangkul sahabatnya itu seolah-olah menguatkan Satria.


Saga dan Arthur yang melihat itu akhirnya ikut dalam drama. Mereka ikut merangkul Satria, jadi Mereka saling merangkul satu sama lain.


"Persahabatan bagai kepompong," nyanyi Arthur membuat mereka berempat menggerakkan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri.


"MENGUBAH ULAT MENJADI KUPU-KUPU!" lanjut mereka bernyanyi bersama.


Penghuni kelas yang melihat itu hanya tertawa. Admin kelas telah siap dengan ponsel di tangannya untuk mengabadikan mereka berempat di Instagram kelas mereka.


"PERSAHABATAN BAGAI KEPOMPONG," lanjut Hazel yang ikut bernyanyi di tempat duduknya.


"HAL YANG TAK MUDAH BERUBAH JADI INDAH,"


Satu kelas melanjutkan nyanyian itu dengan semangat. Ada yang mengangkat tangan seolah sedang menonton konser, ada juga yang gendang-gendang meja agar terlihat lebih semangat.


KELAS XII IPA 2 MEMANG ASIK!


Emang boleh seasik itu?


...***...


Nyanyi-nyanyi eh tiba-tiba bel pulang sekolah berbunyi. Semua murid berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Eh kalian mau ikut makan di cafe yang baru buka itu gak?" tanya Arthur kepada Neisha dan Hazel.

__ADS_1


Mata Neisha berbinar, "Wah boleh tuh!"


"Lo ikut kan, Zel?" tanya Neisha kepada Hazel yang masih diam.


"Ya jelas ikut lah! Kan Hazel nanti pulangnya sama Gentala," sahut Satria yang mendekat bersama Gentala.


Gentala yang menatap Hazel sambil memakai jaket nya, "Iya. Jadi lo ikut kan, Zel?"


Hazel tersenyum. Baru saja ia akan menganggukkan kepalanya, tiba-tiba handphone berbunyi pertanda pesan masuk.


+628738*****: *Non Hazel, saya sudah di gerbang sekolah.


Hah?


Hazel mengerutkan keningnya bingung. Nomor siapa ini yang memanggil nya dengan sebutan Non?


Hazel Vellyncia Xavellyn: Lo siapa?


+628738******: *Saya Dimas. Bodyguard yang dikirim tuan Kaivan untuk menjaga Non.


Hah?


Maksud Papanya apa, tiba-tiba menyuruh Bodyguard untuk menjaganya? Dikira dia masih anak kecil apa?


Hazel Vellyncia Xavellyn: Gue mau pergi sama teman-teman gue. Bilang ke tuan Kaivan kalau gue gak butuh Bodyguard!


+628738*****: Maaf Non tapi saya sudah di beri tugas dari tuan Kaivan. Jika Non keberatan, silahkan komplain dengan Papa Non sendiri.


"Siapa?" tanya Gentala.


"Tante gue. Sorry ya gue gak jadi ikut," bohong Hazel.


"Yah kok gak jadi?" keluh Neisha.


"Tante gue sama suaminya mau pergi, jadi gue disuruh jagain sepupu gue itu,"


Ya Allah, maafin Hazel ye. Batin Hazel.


"Yaudah biar gue antar," tawar Gentala sambil mengambil kunci motornya di atas meja.


"EH GAK USAH!" refleks Hazel membuat mereka tersentak kaget.


"Biasa aja anjir!" ucap Arthur sambil memegang telinga yang terasa mendengung.


Hazel cengengesan sambil menggaruk keningnya, "Maaf maaf."


"Kenapa gak mau di anterin?" tanya Gentala bingung.


"Sopir Tante gue udah jemput soalnya. Udah ya gue duluan. Bye!"


Hazel langsung lari terbirit-birit meninggalkan mereka. Bisa gawat kalau mereka terus bertanya. Itu akan menambah dosa Hazel saja.


"Hazel jadi aneh gak sih?" tanya Neisha membuat mereka menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Kita jadi pergi?" tanya Satria.


"Yaudahlah kita-kita aja. Mau gimana lagi?" ucap Saga yang diangguki yang lain.


Gentala terdiam sejenak, "Gue... boleh ajak Kinar?"


Mereka langsung menoleh ke arah Gentala. Dengan tampang mengejek, Saga menyenggol Gentala.


"Ciee, lo mau PDKT ya?" goda Saga.


Mereka semua tertawa mengejek Gentala kecuali Neisha yang hanya diam. Entahlah mendengar Gentala akan mengajak Kinar, ia langsung memikirkan Hazel.


"Gue cuma gak mau Neisha cewek sendiri disini. Biar dia ada temannya juga kan?" balas Gentala sambil mendengus kesal. Padahal kan niatnya baik.


"Yaudah deh boleh," jawab Satria.


"Bentar gue gue telpon dia dulu. Kalian duluan aja ke parkir. Ntar gue nyusul," ucap Gentala yang diangguki yang lain.


Mereka semua akhirnya pergi ke parkiran kecuali Gentala yang berjalan ke arah lain.


"Nei, lo sama gue ya?" tawar Satria sambil tersenyum ketika mereka telah sampai di parkiran.


"Iya," jawab Neisha singkat.


Satria yang melihat itu sedikit aneh karena biasanya Neisha akan membalas ucapannya dengan sewot tapi ini kenapa pasrah? Ah mungkin karena Neisha tidak terbiasa dengan ketidakadaan Hazel disini.


"Eh itu mereka," ucap Arthur sambil melihat ke arah dua sejoli yang berjalan bersama.


"Loh, kok lo belum pulang, Nar?" tanya Saga berusaha akrab.


Kinar tersenyum lembut, "Iya tadi ada rapat dulu sama anak ekskul dance."


"Eh tapikan Hazel kaga ikut. Emang bisa ya rapat tanpa ketua?" bingung Saga.


"Bisa lah! Kinar kan wakil ketua dan dimana-mana kalau ketua kaga masuk ya bisa di gantiin sama wakilnya," jelas Gentala.


Kinar tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Ia kemudian menatap ke arah Neisha yang hanya menatap mereka diam.


"Eh hai! Kamu Neisha kan? Temennya Hazel?" sapa Kinar kepada Neisha.


Neisha tersenyum singkat dan tipis sekali, "Iya."


Melihat jawaban singkat dari Neisha membuat Satria langsung menatap Kinar tidak enak, "Maklumi ya, Nar. Soalnya kembaran nya kaga ada disini jadi dia agak bete."


Kinar tersenyum tidak masalah. Tapi tak lama ia mengerutkan keningnya bingung, "Neisha punya kembaran?"


Mendengar pertanyaan polos dari Kinar membuat mereka tertawa kecuali Neisha.


"Hazel maksudnya," jawab Gentala.


Kinar menganggukkan kepalanya paham. Ia tersenyum canggung ketika Neisha meliriknya sekilas lalu membukanya muka. Neisha ini tipikal orang yang tidak mudah berbaur dengan orang baru, jadi tak heran kalau teman dekat Neisha hanya Hazel.


"Yaudah ayo jalan!" ajak Arthur yang diangguki yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2