Hei You, I Love You

Hei You, I Love You
BAB 10


__ADS_3

Alexa berjalan gontai ke kelas. saat tiba di taman sekolah dia melihat sosok yang tak asing baginya. dia tersenyum lebar, ya dia melihat kekasihnya tercinta. namun dia melihat seorang gadis bersamanya.


Gadis itu terlihat senang sekali bergelayut dipundak kekasihnya itu. siapa lagi kalau bukan si Salsa nenek lampir. dan yang bikin emosi, Elvano membiarkannya bergelayut manja di pundaknya. dia asyk dengan laptopnya.


Alexa berjalan menghampiri dengan mata tajamnya. siapapun yang melihat Alexa berjalan seperti itu langsung menyingkir. tak mau berurusan dengan singa betina yang lagi marah melebihi saat dia PMS.


Semua mata tertuju pada siapa yang akan dilabrak oleh Alexa. namun saat mereka tahu yang akan dilabrak Alexa itu Salsa si biang kerok, mereka malah seakan mendukung Alexa. mereka tak lagi kasihan justru tertawa senang.


Alexa melihat ada seorang siswa yang membawa minuman. dia langsung menyerobot saja.


"gue ambil minuman lo." kata Alexa ganas.


"ehh itu punya gue. beli dong lo!" bukannya ngebiarin yang punya malah nyolot. akhirnya dia dapat pelototan ganas dari Alexa. akhirnya dia cuma diem minumannya diambil. sial, gue gak tau kalo itu Alexa, bakalan mati gue hari ini. rutuknya dalam hati.


Sesampainya di bangku tempat Elvano dan Salsa berada, tanpa aba-aba langsung menyiram minuman yang dibawanya tepat dimuka Salsa.


"Dulu lo ngelabrak gue karna dikira lo, gue ngerebut laki lo. sekarang apa yang terjadi? lo kan yang ngerebut laki gue.!" semprot Alexa.


Salsa bukannya membalas balik amarahnya, dia malah memasang tampang manja didepan Elvano.

__ADS_1


"Elvano, lihat. bajuku basah semua karena dia." rengek Salsa.


belum sempat Elvano menjawab, Alexa berkata lagi.


"Gak usah masang tampang sok melas deh lo, Kak Elvano tu gak mungkin simpati sama lo. dan Kakak ngapain sih disini, Alexa cari di kantin tau gak kak." kata Alexa merendahkan suaranya yang awalnya menggebu-gebu menjadi sedikit lembut.


"maafin kakak ya sayang, bukan maksud kakak buat kamu cariin kakak. kakak ada tugas yang harus kakak selesaiin sekarang, dan untuk lo Salsa. gue kan udah bilang kalo jangan deketin gue. gue sekarang udah pacaran sama Alexa. dan lo tau sendiri kan sifat Alexa kalo ngamuk gimana? ya udah sekarang lo trima aja itu akibatnya." kata Elvano kepada Salsa. "ya udah sayang, yuk kakak anter ke kelas, bentar lagi masuk" Elvano merangkul pundak Alexa.


sambil berjalan beriringan dengan Elvano, dia melihat kebelakang, dia tertawa mengejek ke Salsa. Salsa mengepalkan tangannya marah.


"Awas aja lo Alexa. ahh sial, baju gue basah. gue laporin lo ke bokap gue." kata Salsa sembari beranjak pergi dari tempat itu, menghindari puluhan pasang mata yang mengejeknya.


Ruang kantor Kepsek.


dok dok dok.


"masuk." jawab Kepsek.


"pak saya mau lapor. baju saya basah karena Alexa yang menyiram saya. padahal saya gak punya salah apa-apa sama dia. pokoknya dia harus dihukum pak." kata Salsa memohon.

__ADS_1


melihat anak pemilik sekolah dilakukan seperti itu, dia hanya bisa menuruti permintaannya. dia langsung memanggil Alexa melalui speaker sekolah.


Mendengar namanya dipanggil dia pun langsung menuju ruang kepsek, tapi dia tak sendiri. dia ditemani oleh Elvano yang bersikeras ingin ikut.


Sesampainya diruang kepsek, dia melihat Salsa disana. dia berpikir Salsa yang melaporkannya.


"Kamu tau apa kesalahan kamu?“ tanya pak kepsek langsung ke intinya.


" iya tau pak." jawab Alexa enteng tanpa merasa bersalah.


"Karena kamu sudah mengakuinya, kamu bapak skors 3hari. karena kamu sudah mengusik siswa lain."


mendengar keputusan kepsek, Salsa langsung girang. dia bisa bersama Elvano tanpa ada gangguan dari siapapun. namun yang terjadi tak terduga. Elvano tak tega melihat kekasihnya di skors. akhirnya dia ikut mengakui kesalahan kekasihnya itu berharap dia ikut di skors.


"pak maaf saya menyela. sebenernya bukan hanya Alexa yang bersalah pak. saya juga ikut bersalah. jadi saya mau di skors juga pak."



maaf kalau ada typo ya. jangan lupa like dan coment nya😍

__ADS_1


__ADS_2