
Setelah kejadian siang tadi di kantornya, Elvano merasa seperti ada perasaan yang berbeda. dia tak bisa fokus bekerja. apalagi dia bisa melihat Putri dari balik jendela. entah kenapa dia memiliki feeling bahwa Putri itu Alexa. karena bagaimanapun tidak segampang itu dia merasakan jatuh cinta lagi. karena hatinya sudah penuh dengan nama Alexa.
Namun entah mengapa saat bersama Putri, dia merasakan perasaan yang sama seperti saat bersama Alexa. Dia merasa tak bisa jauh dari Putri dan ingin selalu menjadi bagian hidup Putri. hingga suatu ide terlintas dalam benaknya. Kemudian dia menelfon asisten pribadinya.
"Robi kamu keruangan saya sebentar." kata Elvano lalu menutup telfonnya.
Selang beberapa saat Robi datang. dengan sigap dia menerima perintah dari bosnya itu. perintah yang sedikit membuatnya penasaran. karena selama empat tahun menjadi asisten pribadi bos yang paling lama, belum pernah sekali ini bos senakal itu. Doa langsung keluar dan kembali keruangan nya.
"Pak Robi kenapa mukanya datar kaya gitu setelah dipanggil bos? dipotong bonusnya ya?" ledek Alexa.
"percaya deh yang barusan naik gaji mah gitu. jadi songong ya." kata Robi membalas.
"hehehehe rezeki anak-anakku pak." kata Putri tersenyum kecut.
"ohh iya Put, besok lusa pak bos mau berangkat perjalanan bisnis selama satu minggu ke Maldives. dia akan mengunjungi resort disana. tapi aku gak bisa ikut karena aku ada acara keluarga 3hari lagi yang gak mungkin bisa aku tinggalkan. aku bisa minta tolong gak buat kamu yang nemenin pak bos?" kata Robi berbohong.
"aku sih mau-mau aja pak, tapi anak-anakku bagaimana? masak iya mau tak titipin ke tetangga? kalau cuma tak tinggal kerja kan sore aku pulang. lah ini satu minggu full. gimana coba? orang tuaku kan berangkat umroh. baru tadi pagi berangkatnya." kata Putri kebingungan.
Namun siapa sangka, diluar ada Elvano yang menguping pembicaraan mereka. saat mendengar penuturan Putri, dia jadi mempunyai rencana yang matang. kebetulan dia teringat nanti malam akan ada acara makan malam rutin tiap weekend, keluarganya dan keluarga Alexa. ini saatnya dia menggiring domba ke pekarangan.
"kamu tenang saja. nanti sepulang kerja kamu kemasi semua bajumu yang akan kamu pakai selama satu minggu disana, juga pakaian kedua anakmu. walaupun kamu tak bisa membawa mereka, tapi aku punya satu tempat yang bisa membuat kamu merasa aman jika anakmu berada disana." kata Elvano.
"baiklah pak kalau begitu. saya mau ikut bapak perjalanan dinas." kata Putri. ini kesempatanku untuk mengisi waktu bersamamu kak El. maafin bunda ya anak-anakku. bunda harus ninggalin kalian. tapi bunda akan membawa ayah kalian pulang kembali nak." batin Putri.
Malam harinya.
"wuah... ini rumah siapa om?" kata Key.
__ADS_1
"ini rumah Om sayang." kata Elvano lembut.
"wuah.. seperti kerajaan. bunda bunda.. kalau Kevin tinggal disini, Kevin bisa jadi pangeran dong bunda." kata Kevin.
Bukannya menjawab, Putri hanya bisa tersenyum mendengar anaknya berbicara. justru dia bingung kenapa malah dibawa kerumah Elvano.
Melihat Putri yang kebingungan, Elvano mendekat dan berbisik.
"kamu malam ini harus akting sebagai kekasih yang akrab. karena selama satu minggu kedepan, anakmu akan berada disini bersama orang tuaku dan mertuaku. dan nanti kamu ikut aku pulang ke apartemen ku. paham!" kata Elvano lalu berlalu mendahuluinya.
"ohh jadi ini rencanamu kak. baiklah. aku gak harus berakting cuek kepadamu lagi. itu yang membuatku senang. juga aku akan bertemu kedua orang tuaku meski masih menjadi orang lain." gumam Putri pelan.
Elvano sudah sampai diruang tengah dimana dia pasangan yang umurnya menginjak tua itu berkumpul. terlebih disana ada Jo dan keluarganya, Hans dan istrinya, Tomi dan Rahma, juga teman-teman masa SMAnya dulu, Edy, Roy, Jack dan Julie.
Semua yang berada disana kaget saat melihat gadis cantik berdiri disamping Elvano dengan membawa dua anak yang tampan dan cantik. mereka mulai melankolis saat wajah Putri begitu mirip dengan Alexa.
Berbeda dengan Jessica dan Elisabeth yang langsung mendekati mereka.
"Pasti, kami pasti akan mendukung kalian. terlebih juga dengan cucu laki-laki ku ini." kata Jessica yang suka dengan Kevin. "halo ganteng, nama kamu tadi siapa?" katanya lembut.
"Kevin oma Jess." kata Kevin.
"Oma Jess?" semua yang ada disitu mengulang percakapan Kevin.
"iya, kata Om Elvano, ehh maksud Kevin Ayah. mulai hari ini Key sama Kevin manggil Oma Jess dan Opa Angkasa." kata Kevin.
"iya, dan kita juga di suruh manggil Grandma Elisabeth dan Grandpa Diwangkara." kata Key menimpali.
__ADS_1
Melihat itu, Elisabeth langsung memeluk Key dan Jessica memeluk Kevin. dibelakang sana ada Angkasa dan Diwangkara yang melihat dengan penuh harus. tak disangka akan datang kebahagiaan bagi Elvano. mereka datang menghampiri istri mereka yang sedang berpelukan.
"mulai hari ini kamu akan menjadi bagian keluarga kami nak." kata Diwangkara dan Angkasa kepada Putri bebarengan. semua yang ada disana menatap penuh haru.
Namun berbeda dengan Hans dan Jo yang justru sepakat menyingkir dari keramaian orang yang mulai mengerumuni Elvano dan Putri.
"pasti yang kamu pikirkan seperti yang aku pikirkan Hans." kata Jo membuka suara. kini mereka sampai disamping kolam hingga tak ada yang akan menguping pembicaraan mereka.
"iya Jo. aku yakin 100% bahwa dia itu Alexa yang hilang. bagaimana mungkin kalau dia orang yang berbeda dia akan semirip itu dengan Alexa."
"benar sekali kamu Hans" kata Jo. "aku tadi juga sempat sekilas melihat sayatan dibahu kirinya yang terbuka itu. hanya aku dan Alexa yang tahu jawabannya karena kita berdua memiliki tanda yang sama bahkan kedua orang tuaku pun tak ada yang tahu. bagaimana jika kita coba selidiki itu lewat bekas luka itu?" kata Jo memberi saran.
"oke aku setuju."
Setelah selesai makan malam, mereka semua bercanda ria ditaman karena waktu masih belum terlalu malam. semua menanyakan tentang Putri. juga tentang keluarganya. mereka semua masih terlalu penuh curiga akan identitas orang yang sangat mirip dengan alexa. Jo kini berdiri dibelakang Putri tanpa sepengetahuan Putri. dan melihat itu, ini saatnya Hans bereaksi.
"Ehh Putri, itu ada bekas luka dibahu tirimu? luka apa itu?" tanya Hans berpura-pura penasarann.
Putri kaget mendengar pertanyaan itu, namun saat dilihatnya sekeliling, karena tidak melihat Jonathan, dia menjawab dengan jujur. karena bagaimanapun hanya dia dan Jonathan yang tahu.
"ohh ini, dulu aku pernah main bareng sama abang sepupuku. nah saat itu tanganku tergores besi pagar taman. karena takut dimarahi ibu, jadi abang sepupuku berpura-pura ikut terkena pagar besi itu. jadi tanpa sengaja kita memiliki bekas luka yang sama."
Mendengar jawaban itu, Jo langsung pergi kedapur. dia menitikkan air mata. tak lama, Hans pun datang menghampiri.
"kenapa kamu menangis." kata Hans menghampiri. "apa benar dia adalah Alexa?" katanya perlahan.
"bener Hans. dia Alexa ku."
__ADS_1