Hei You, I Love You

Hei You, I Love You
BAB 47


__ADS_3

Alexa membuka matanya. dilihatnya sekeliling sudah gelap. dia menyalakan lampu tidur diatas nakas samping tempat tidurnya. Lagi-lagi dia kelelahan karena ulah suaminya yang tak berhenti - berhenti memasukinya.


"yang bangun yang. udah malam, pulang yuk. nanti kita pasti dicariin orang rumah." kata Alexa membangunkan suaminya yang masih pulas. namun sedikitpun Elvano tak bergeming.


"Yang ayo bangun." kini Alexa menggoyangkan lengan Elvano. Elvano hanya menggeliat.


"kayanya harus begini deh biar bangun." gumam Alexa. dia beranjak dari sisi Elvano dan duduk diatas tubuh Elvano. menggesek-gesekkan miliknya dengan milik suaminya.


"emmmhhh.. sayang kamu ngapain?" kata Elvano. "kamu mau lagi?" lanjutnya setelah melihat apa yang dilakukan Alexa. Alexa hanya tersenyum miring. namun senyuman itu Elvano anggap iya.


Yes berhasil. kata Alexa.


Ketika dirasa junior milik suaminya sudah mengeras dan membesar, Alexa memasukkannya ke dalam miliknya. dia bergerak naik turun dengan perlahan. lama-lama ritme nya semakin cepat semakin cepat. membuat Elvano sudah berada diujung tanduk ingin keluar. namun, tiba-tiba dengan cepat Alexa turun dari tubuh suaminya dan beranjak ke kamar mandi.


"loh loh loh kenapa sayang kok berhenti." kata Elvano gelagapan karena sudah berada di puncak.


"Selesaiin sendiri. itu hukuman buat kamu yang gak mau beri aku kesempatan istirahat dan susah dibangunin." kata Alexa sambil beranjak pergi ke kamar mandi.


Namun sial, saat dirinya mau keluar, dia lupa bahwa bajunya telah terkoyak tadi siang saat suaminya hendak menjamah nya. dengan terpaksa dia keluar menggunakan handuk kecil untuk menutupi tubuhnya.


"yang, kamu gak beliin aku baju?" kata Alexa.


"kamu kaya gitu bagus kok." kata Elvano dengan senyum mesumnya.

__ADS_1


"Kya! kamu tega sama aku yang?" rengek Alexa.


"siapa suruh kamu kerjain suamimu ini yang. ya kalau kamu mau nuntasin hasrat yang sudah tertunda ya aku bakalan membelikan kamu baju yang." kata Elvano semakin mendekat dan memegang dagu Alexa.


"ohh gak mau beliin baju ya. ya udah aku panggil room service kesini. aku suruh dia beliin baju dan sebagai imbalannya dia dapat pemandangan indah gratis dari tubuhku ini aja. pasti dia mau belikan." gumam Alexa yang bagi Elvano seperti ancaman.


"Berhenti disitu!" bentak Elvano saat Alexa hendak menuju pintu. "selangkah lagi kamu maju, aku gak segan-segan seret kamu dengan kasar yang." kata Elvano dengan amarah cemburunya.


"bodo amat. siapa suruh gak mau beliin baju. beliin aku baju sekarang atau no jatah selama sebulan." ancam balik Alexa.


"Yang, kok gitu sih." kata Elvano yang mendekat dan memeluk tubuh Alexa. "kamu tahu gak yang, sehari aja kamu gak kasih aku jatah, udah berasa kaya biksu yang bertapa 10 tahun tahu gak yang. jangan dong yang." rayu Elvano.


"ya buruan beliin aku baju sekarang." bentak Alexa dengan kesal.


"ya, oke. satu kali lagi. tapi habis itu puasa seminggu." kata Alexa dengan duduk dipinggir ranjang dan melipat kedua tangannya.


"oke oke oke. aku beliin yang." kata Elvano cepat dan langsung menelfon Robi. dia gak mau kalau harus disuruh puasa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Saat didalam mobil menuju jalan pulang.


"yang, mampir restoran bentar ya, aku lapar." kata Elvano.

__ADS_1


"boleh yang, aku juga lapar."


Akhirnya mereka mampir sebentar di restoran terdekat. namun tanpa sepengetahuan mereka, ada sepasang mata yang melihat mereka masuk ke restoran. dan sepasang mata itu tak henti menatap mereka.


Saat melihat Alexa yang berjalan sendiri kearah kamar mandi, orang itu mengikutinya dan mengunci pintu kamar mandi.


Namun siapa sangka, Alexa sudah mengetahui siapa yang mengikutinya. ya siapa lagi kalau bukan Sisilia. Dia menyiapkan sebuah alat untuk menjebak balik Sisilia.


"ohh ada nona Sisilia. apa kabar nona?" kata Alexa dibuat seramah mungkin.


"Aku gak mau basa basi. kamu mau uang berapa untuk menjauhi Kak Vano?" kata Sisilia galak.


"sayangnya aku tak butuh uang. yang aku butuhkan cinta kak El. jadi aku gak akan pergi meninggalkannya." kata Alexa santai.


"kamu..! oke, kamu diajak baik-baik ternyata tidak bisa. kalau begitu jangan salahkan aku jika aku mencelakakan dirimu." ancam Sisilia.


"oh.. jadi gini cara mainmu? jangan-jangan istri pertamanya Kak El bisa meninggal itu gara-gara kamu?" tanya Alexa seolah takut.


"kalau iya, emang kenapa? itu akibat dari dia gak mau meninggalkan kak Vano. dan aku juga gak segan-segan melenyapkan kamu dari dunia ini seperti istri pertama kak Vano." gertak Sisilia.


"ohh terimakasih sudah memberi tahuku." kata Alexa kemudian meninggalkan Sisilia keluar dari kamar mandi.


akhirnya berhasil. bukti ini sudah cukup untuk menangkap Sisilia. besok permainan babak akhir dimulai, Sisilia. batin Alexa.

__ADS_1


__ADS_2