
ALEXA.
"Selamat malam semuanya.. perkenalkan saya.. " belum sempat putri mengenalkan diri, Jessica dan Elisabeth langsung memeluk putri.
"kamu pulang nak, mami kangen sama kamu." kata Elisabeth.
"mama juga kangen banget sama kamu nak. kemana aja kamu selama ini." kata Jessica sambil membawa Putri duduk. Dia semakin canggung dan bingung bagaimana mau menahan aktingnya.
Semua terlihat bahagia saat ada putri yang mereka anggap Alexa. namun berbeda dengan Sisilia yang masih syok dengan adanya putri yang dia yakin sekali wajahnya seratus persen mirip seperti Alexa.
Tidak mungkin kalau dia masih hidup. aku harus selidiki. batin Sisilia.
Dia diam-diam mengambil gambar dan mengirim ke anak buahnya. namun Alexa sadar akan hal itu. dia justru tersenyum lebar didepan Sisilia.
"kalian semua kenapa mengambilkan ayam asam manis untuk putri? kita kan gak tau dia suka atau gak? sekali lagi Vano jelasin kalau ini tu Putri bukan Alexa."
"udah Kak El gak papa. aku gak ada alergi makanan apa aja kok." senyum Putri kepada Elvano.
Namun Elvano salah fokus. dia justru fokus sama panggilan Kak El yang Putri sebutkan. karena selama ini hanya satu orang yang menyebutkan itu.
Setelah makan malam selesai, Putri diajak pulang oleh Elvano. saat dalam perjalanan pulang, Elvano beranikan diri bertanya kepada Putri.
"Tadi kenapa kamu panggil aku kak El?"
Putri tersadar, namun dia mencoba untuk tenang.
"lah tadi bapak bilang kalau aku disuruh sandiwara, ya udah aku coba buat sandiwara. dan gak mungkin kan kalau aku ngaku jadi pacar bapak tapi kok manggilnya tetep bapak. kan gak mungkin pak." kata putri.
"jadi kamu serius mau sandiwara sama aku? aku udah hindarin cewek tadi semenjak kehilangan istriku. kalau ada kamu mungkin dia gak berani deketin aku." kata Elvano.
__ADS_1
"lah kenapa pak? dia kan cantik pak." kata Putri memancing.
"dia emang cantik. tapi hatiku sudah terpatri dengan istriku. aku gak akan berpaling dari dia. semenjak dia pergi, aku tak pernah sentuh wanita manapun." kata Elvano sendu.
"tapi tadi bapak mau megang tangan saya." kata Putri.
"karena kamu mirip istri saya."
Kata itu buat Putri yang aslinya Alexa sempat menitikkan air mata. dia bisa mengetahui betapa cintanya Elvano kepada dirinya. sungguh dia menyesal harus berbohong seperti ini. namun hanya ini satu - satunya cara agar anak - anaknya bisa aman sebelum dia menjebloskan Sisilia kedalam penjara.
Diwaktu yang bersamaan dikamar Sisilia.
"bagaimana hasilnya. apa yang kalian temukan?" kata Sisilia ditelfon.
"aman bos. dia bukan Alexa. dia hanya anak tunggal dari sepasang suami istri yang berkerja sebagai petani dikampung. namun empat tahun lalu, mereka merantau ke kota dan membuka warung makan kecil-kecilan sedangkan Putri menyelesaikan kuliahnya disini. dia seorang janda bos. suaminya meninggalkan dia setelah sebulan menikah. dia hamil diluar nikah bos."
"Kamu yakin itu informasi udah pasti?"
"Oke kalau gitu. terimakasih."
Sisilia langsung menutup telfonnya. dia berpikir sejenak. bagaimana mungkin orang yang berbeda namun mukanya benar-benar sama persis. entah ini kebetulan mirip atau emang Alexa?
Dia benar-benar tidak bisa mempercayai perkataan anak buahnya yang sudah mencari tahu data diri dari Putri tadi.
"aku harus bertindak. aku sudah mendekati Kak Vano selama tujuh tahun. aku gak mau semua ini menjadi sia-sia. kalau bisa aku harus kembali melenyapkan musuh yang akan menjadi penghalangku dengan Kak Vano." gumam Sisilia.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari di kantor.
__ADS_1
Elvano datang dengan senyuman yang mengembang. dia berniat menaikkan jabatan Putri. karena jika Putri berada di dekatnya pasti itu akan menjauhkannya dari Sisilia. Namun tingkah laku Elvano yang bahkan membalas sapaan dari para karyawannya. setelah Elvano lewat, semua karyawan mulai berbisik.
"ehh kalian lihat gak, pak Vano berbeda hari ini. dia tersenyum. gak biasanya dia kaya gini."
"iya, jangan-jangan dia udah ketemu sama istrinya?"
"iya ya, kan cuma dia yang bisa bikin pak Vano bahagia begitu."
Sekiranya begitulah omongan yang tak sengaja Putri dengar saat masuk lobi. dia segera menuju lift. namun saat akan menuju lift dia dipanggil oleh resepsionis.
"Mbak Putri, tunggu sebentar."
"iya ada apa?" kata Putri ramah.
"kamu dipanggil pak bos di ruangannya. nanti langsung kesana dulu ya. jangan sampai telat. takutnya nanti mood pak bos berubah lagi." kata Resepsionis itu.
"oke" jawab Putri singkat.
Dia langsung menuju ke lantai paling atas tempat ruang presdir. saat dia mengetuk pintu dan masuk, ternyata disana sudah ada orang HRD dan asisten pribadi Elvano. dia langsung duduk setelah dipersilahkan.
"Ada apa pak, Anda manggil saya?" kata Putri.
"Ini, saya cuma mau kasih tahu kamu, mulai hari ini kamu saya naikkan jadi Sekretaris pribadi saya. kamu akan bekerja sama dengan Asisten saya, Robi. karena Sekretaris saya yang lama pindah keluar kota tadi pagi. jadi kursi Sekretaris kosong. dan dari semua karyawan, aku hanya cocok kamu sebagai sekretaris saya."
"tapi apa ini tidak terlalu ketinggian untuk saya pak?" kata Putri.
"tidak. dan saya juga sudah siapkan kontraknya. tolong kamu keluarkan kontraknya." katanya kepada HRD.
"baik Pak. ini Mbak Putri, mulai hari ini kamu akan dikontrak menjadi Sekretaris pribadi pak Vano. dan dia gak pernah mau main-main mencari Sekretaris. jadi mbak harus tanda tangani ini. karena gajinya besar lho mbak." kata Kepala HRD.
__ADS_1
Benar saja gajinya sungguh besar. lima kali lipat dari gajinya yang sekarang. dia tidak menyangka akan dinaikkan jabatannya. namun tanpa pikir panjang dia langsung menyetujuinya. karena dia berpikir inilah cara agar dia makin dekat dengan suaminya.