
Elvano mengecup bibir Alexa sebentar. Alexa yang kaget sambil malu memukul Elvano dan mengejar sampai ke meja makan. mereka berhenti saat melihat kedua orang tua mereka sudah ingin makan malam bersama. akhirnya mereka bergabung mengikuti.
"Gimana Al, kamu terima kan pertunangan ini?" kata papa Angkasa membuka percakapan setelah mereka semua selesai makan.
"Alexa menerima pa, tapi ada syaratnya." semuanya mengerutkan keningnya, karena tak ada jawaban Alexa meneruskan kata-kata nya. "pertama, jangan panggil kita putra dan putri lagi, kita udah gak anak kecil lagi."
"baiklah" kata Elisabeth
"yang kedua, Alexa pengen tunangannya setelah kelulusan Kak El setengah tahun lagi. yang artinya selama setengah tahun ini Alexa cuma ingin pacaran dulu sama Kak El." lanjut Alexa.
"Baik. terus ada lagi?“ kata papa Angkasa.
" Ada om. Elvano pengen nikahnya kalau Alexa udah lulus SMA aja. jangan nunggu sampai dia jadi sarjana ya om. Biar nanti waktu kuliah Alexa bisa jaga mata dan hatinya. karena karisma dia besar banget. tiap lewat pasti tiap mata langsung menatapnya tanpa berkedip seperti melihat bidadari yang turun dari langit." goda Elvano, dia makin suka saat melihat kekasihnya itu tersipu malu.
"Apaan sih Kak El. yang ada tu kakak yang jangan ganjen, tiap kakak lewat pasti banyak cewek yang histeris." kata Alexa sambil manyun.
Melihat kedua anaknya tampak saling goda, mereka berempat pun hanya bisa tersenyum
bahagia. Mereka sangat bahagia karena merekan akan menjadi besan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Pagi hari.
"Sayang, udah selesai belom nak? itu udah ditungguin sama Nak Elvano dibawah. katanya kalian udah janjian?" teriak mama Jessica dari meja makan.
"Iya mah." sambil menuruni tangga. "Alexa berangkat ya ma, Al sarapan di mobil aja." sambil mencium pipi mama dan papanya lalu menyambar 2 roti bakar di mejanya.
Di depan rumah.
"Maaf lama ya nunggunya?" kata Al sambil memberi roti yang satunya untuk Elvano.
"Lumayanlah." kata Evan sambil pura-pura cemberut dan langsung masuk ke mobil.
"Ya maaf Kak. Jangan marah gitu dong kak. jelek tau." goda Alexa.
"Cuma gitu doang minta maafnya?" ucap Elvano.
Perlahan Elvano menepikan mobilnya dan berhenti. dia menatap muka Alexa lama. sedangkan Alexa yang mukanya ditatap terlalu lama merasa malu dan akhirnya dia menundukkan mukanya.
" Ternyata seorang Alexa putri bisa juga ya tersipu malu." kata Elvano sambil menahan tawanya.
"ihh apaan sih Kak El, Alexa kan ja... "
__ADS_1
Belum sempat meneruskan omongannya tiba-tiba Elvano mencium bibirnya dengan lembut. Alexa kaget bibirnya di cium lagi oleh Elvano. ini ciuman keduanya, dia tidak tahu harus bagaimana karena sebelumnya dia memang belum pernah berciuman. Meskipun dia terkenal bar-bar, namun dia tak pernah berciuman dengan lelaki manapun. Elvano merupakan orang pertama yang menciumnya.
"Ya! itu ciuman kedua ku kak. semalam kamu sudah merebut ciuman pertamaku." kata Alexa ketika Elvano melepaskan ciuman mereka.
"Sungguh? berarti aku menjadi lelaki yang begitu beruntung. Kalau untuk hal yang lebih jauh lagi apa kamu juga belom pernah?" tanya Elvano.
"Belum lah kak. emangnya aku wanita seperti apa. tunggu, kakak tanya tanya seperti itu kenapa? jangan bilang kalau kakak udah pernah melakukan hal lebih dari sekedar ciuman?" selidik Alexa dengan menatap Elvano sambil memicingkan matanya.
"Mau aku jawab jujur apa bohong nih?" goda Elvano.
"Ya jujur lah kak. masak mau bohong." kata Alexa.
"Jujur aja, aku juga belum pernah melakukan hal lebih selain berciuman. Bahkan kamu juga wanita pertama yang aku cium. emangnya kamu tidak ingat? aku kan belum pernah berpacaran. bagaimana aku bisa ciuman dengan wanita lain?" kata Elvano.
"Ya siapa tahu kakak sering ke club malam gitu. anak jaman sekarang siapa sih yang gak pernah ke club malam. pasti kakak udah pernah kan ya." kata Alexa.
"Terserah kamu lah sayang. mau percaya atau gak. sekarang kita berangkat ya. kamu makan gih bekalmu. daripada nanti kamu sakit." ucap Elvano sambil mengemudikan kembali mobilnya menuju ke sekolah.
Jangan lupa likenya ya😍
__ADS_1