
Di sekolah.
Ardian mencari Alexa sampai ke pojok sekolah sekalipun. dia tak mendapati Alexa dimanapun. bahkan dia melihat Rahma yang hanya duduk sendirian di kantin. dia mencoba mengorek info dari Rahma.
"Hai, sendirian aja. mana Alexa?" tanyanya.
"ohh Hai, iya nih. Alexa kan mulai hari ini homeschooling."
"homeschooling? kenapa?“
" selain karena besok minggu depan dia menikah, Elvano kan gak mau pisah dari Alexa. mereka itu couple goals deh pokoknya." jawab Rahma pelan. takut ada yang tau.
Ardian hanya manggut-manggut aja. namun dihatinya dia teramat kesal karena rencana yang udah dia susun gagal.
Beberapa hari ini, sepulang sekolah dia memarkir mobilnya berada disamping pekarangan rumah Alexa. berharap bisa melihat Alexa. berharap ada kesempatan untuk mendekatinya.
kini telah H-2 dari pernikahannya Alexa. dan pucuk di cinta ulam pun tiba. dia melihat Alexa dan sopirnya keluar. dia mengikuti Alexa kemanapun dia pergi. saat itu Alexa hendak makan di restoran setelah keliling ke mall. dan bodohnya Alexa, kali itu supirnya dia biarkan pulang dengan alasan Elvano akan menjemputnya. saat ada pundak yang menepuk nya dia langsung menengok ke belakang. dia berfikir bahwa itu kekasihnya. ternyata bukan.
"Kamu...! "
Namun belum sempat meneruskan perkataannya, Ardian sudah menyumpal nya dengan sapu tangan yang sudah dia beri obat bius.
Ardian memapah Alexa ke mobilnya sebelum Elvano datang. dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke tempat persembunyiannya di Bandung.
Diwaktu bersamaan Elvano sampai direstoran itu. dia celingak celinguk mencari Alexa. namun tak kunjung dia dapati wajah orang yang dicintainya itu. dia langsung mengambil HP mendial nomor orang rumah.
"Halo ma, Alexa udah pulang?"
"loh bukannya kata supir dia bakalan pulang sama kamu nak? kok malah tanya mama?"
"Aduh ini ma, Elvano samperin direstoran Alexa gak ada hpnya juga gak bisa dihubungin."
"coba kamu hubungin mami kamu nak. siapa tau ada disana"
__ADS_1
"baik ma." Elvano langsung menutup telfonnya dengan mama mertuanya. kini dia beralih menelfon maminya.
"Halo mi, Alexa dirumah gak?"
"seharian ini Alexa gak kesini sayang. kalau tadi siang sih mami tau dia lagi belanja di mall sama supirnya. tapi gak tau kalau sore ini sayang. emang kenapa?"
"Alexa ilang mi, dirumah mama gak ada."
"hah.. ya udah kamu cari dulu, mami tak hubungin papi."
"iya mi"
Setelah menelfon maminya, dia langsung keinget tentang kakak iparnya.
"Halo Van, ada apa?"
"kakak udah turun dari pesawat? kakak bisa ke Restoran cempaka sekarang gak? ada hal penting disini."
"oke, tunggu 15menit kakak sampai. tuut" Jonathan mematikan telfon Elvano.
Jonathan datang bersama istrinya Reina. saat turun dari pesawat, Jonathan menerima telfon dari Elvano sedangkan Reina menerima telfon dari papa mertuanya mengabarkan tentang Alexa. kini mereka yakin bahwa Elvano ingin menemui mereka membahas tentang hilangnya Alexa. akhirnya mereka hanya mengirim Jojo, Rere beserta orang tua dan keluarga besar Reina ke rumah keluarga Jonathan. mereka berdua langsung menuju ke restoran cempaka.
"Kak."
"udah kamu gak usah jelaskan. kakak udah tau dari mama. kamu tenang aja. sekarang kita harus bertindak dengan kepala dingin." kata Jo menenangkan.
"ohh iya pah, ini kan restoran milik cempaka temen mamah pah. kenapa gak kita minta tolong buat putar CCTV aja pah? biar kita bisa tau siapa dalang dari semua ini." kata Reina meyakinkan.
"iya bener kak Rein. kenapa Elvano gak mikir kesitu ya?"
Akhirnya mereka bertiga meminta izin ketemu pemilik restoran. dan setelah tau yang ingin ketemu itu Reina teman lamanya, Cempaka langsung menyuruh mereka masuk.
"Ada apa kamu nyari aku Rein?" tanyanya to the point. dia tak pernah basa basi.
__ADS_1
"Adik ipar aku hilang disini. tadi sekitar jam setengah 5 yang lalu. aku pengen minta tolong puterin CCTV bisa?"
"kenapa gak bilang dari tadi. ya udah ayo keruangan security." ajak Cempaka.
Mereka langsung mengikuti kemana arah Cempaka pergi. saat mencapai ruangan security, mereka langsung diputarkan rekaman kejadian hampir 1 jam yang lalu dimana Alexa masuk sendiri. Tiba-tiba ada seorang cowok yang menggunakan topi menghampirinya. dan setelah itu langsung membawa Alex ke mobilnya. namun sialnya mereka tak bisa melihat plat mobilnya dan juga wajah sipengemudinya. Tiba-tiba HP Jonathan berbunyi. saat melihatnya ternyata nomor baru yang masuk.
"Hallo siapa ini?"
"halo kak Jonathan. apa kabar? masih ingat dengan aku? adik kecilmu?" kata seseorang yang ada diseberang sana.
"ada apa kamu hubungin aku? aku udah pernah bilang jangan ganggu hidupku lagi." kata Jonathan yang hafal dengan suara diseberang sana. dan Reina pun juga paham dengan siapa suaminya telfon karena dia tau, hanya dengan satu orang dia akan seperti itu.
"tenang kakak, jangan panik begitu. apa kakak lagi kelimpungan mencari adik kesayangan kakak?"
"apa yang kamu katakan? jangan bilang Alexa ada ditanganmu?" kata Jonathan semakin memanas.
"tepat sekali kakak. tapi kakak jangan takut, Alexa gak bakalan kenapa - kenapa. karena sebentar lagi aku akan membawa adikmu kesurga kenikmatan yang tak pernah kamu bayangkan. hahahaha..."
"kamu... tut tut tut.. " belum sempat meneruskan perkataannya telfonnya telah diputus.
"Ayo kita cari Alexa. tolong lacak nomor ini." katanya sambil meminta tolong anak buah Cempaka.
"pah, mamah gak tenang pah. dia itu gila. dan bagaimana bisa rumah sakit mengeluarkan dia.?" resah Reina.
"tunggu. Elvano belom paham? siapa yang menculik Alexa kak? dan kakak bilang dia gila?" tanya Fano.
"Iya dia adalah Dian. Adik Luna. mantan kekasih kakak. dia pasti ingin balas dendam kepada kakak yang udah meninggalkan Luna. karena menikahi Reina. dan Luna bunuh diri. dulu dia pernah akan balas dendam dengan ingin mencelakai Reina ketika dia hamil Jojo dan Rere. namun bisa kakak gagalkan. dan dia pura-pura gila untuk meringankan hukuman. dan akhirnya dia dimasukkan ke rumah sakit jiwa. aku pikir dia bakalan taubat, namun nyatanya gak. dan sekarang kakak merasa bersalah sama Alexa. dia harus menanggung semua ini." sesal Jonathan.
"udah papah gak usah menyesal begitu. sekarang papah sama Elvano menyusul Alexa. ini alamatnya yang dikasih anak buah Cempaka. dan mamah bakalan pulang diantar Cempaka. mamah bakalan ngabarin orang rumah dan minta bantuan sama mereka." kata Reina mencoba menenangkan suaminya itu.
"iya kak. ayo kita bergegas." ajak Elvano.
__ADS_1
Maaf ya kemarin gak up. soalnya kemarin itu dikerjaan sibuk, gak sempat buat nulis naskah. tapi hari ini aku kembali guys.. jangan lupa like dan coment ya. i love you guys😍**