
"Halo om ganteng. aku Keysha. dan ini adikku Kevin." kata Keysha.
"iya om. tapi cuma selang 10menit aja kok om." kata Kevin.
"kalian lucu banget sih." kata Elvano. "Kalian lagi main apa? Om boleh ikut main?" lanjutnya.
"boleh om." jawab mereka serempak.
"bapak mau minum apa? biar saya buatkan." kata Putri.
"apa aja, yang segar ya. " kata Elvano sambil duduk dilantai bersama anaknya.
Putri masuk, dari dalam pak Ahmad dan bu Ani melihatnya. dia langsung menghampiri Putri dan bertanya.
"Nak, apa dia suamimu?" kata Bu Ani.
"iya buk, tapi aku belum bisa keluar sebagai Alexa. aku takut nanti Sisilia nyakitin anak-anak buk." kata Putri.
"kamu tenang saja. pokoknya bapak sama ibu gak akan biarin orang nyakitin cucu kita." kata pak ahmad.
"makasih ya pak, buk, aku berhutang budi sama kalian. pokoknya nanti kalau aku sudah kembali sama keluargaku, kalian harus ikut tinggal bersamaku." kata Putri.
"pasti nak." kata bu Ani sambil memeluk Putri.
Tak terasa sudah memasuki waktu makan malam. Elvano keasyikan bermain dengan anaknya sampai lupa waktu. bahkan dia melupakan bahwa malam ini ada makan malam dengan keluarga Sisilia. Hingga sebuah nada dering HP berbunyi.
__ADS_1
"Nak kamu ada dimana sih? ini sudah pada datang. kenapa kamu belum juga datang." kata maminya.
"apa ada keluarga papa Angkasa juga disana mi?"
"ada nak."
"ya sudah, sebentar lagi El akan meluncur."
Elvano menutup telfonnya dan berlalu menghampiri Putri yang kini tengah bermain dengan anaknya.
"Put, kamu mau bantu aku tidak?"
"bantu apa pak?"
"kamu sekarang dandan yang cantik dan ikut aku makan malam." kata Elvano yang membuat Putri tak percaya.
"udah itu biar kita aja yang jagain, kamu pergi saja sama nak Vano." kata pak ahmad.
"ya sudah kalau begitu. titip anak-anak ya pak."
Putri masuk kedalam kamarnya untuk ganti baju. selang 10menit Putri sudah keluar dari rumahnya. Elvano begitu terpana melihat Putri yang begitu mirip dengan istrinya itu. hanya beda di kacamatanya.
Mereka melaju dengan kecepatan sedang. didalam mobil tak ada percakapan apapun. mereka berdua terdiam dengan pikiran masing-masing. setengah jam kemudian mereka sudah sampai di restoran mewah. saking gugupnya bahwa akan bertemu dengan keluarganya, Putri ijin sebentar kekamar mandi.
Tadi sebelum berangkat, putri dikasih tahu oleh Elvano bahwa dia akan makan bersama tiga keluarga besar. itu membuat Putri belum menyiapkan mental bertemu dengan orang tuanya.
__ADS_1
Saat keluar dari kamar mandi dia berjalan sambil menunduk. dia tak mengetahui bahwa Sisilia juga berada di toilet yang sama. saat Sisilia melihat punggung Putri, Sisilia terlihat syok lalu berlari keluar kamar mandi hendak mengikuti namun ternyata Putri lebih dulu menghilang.
"gak mungkin, aku pasti halusinasi. Alexa sudah mati. dia gak mungkin hidup lagi. dia gak mungkin selamat dari kecelakaan itu." gumam Sisilia. dia langsung melangkah menuju meja makan melewati ruangan yang berbeda.
Tenyata yang sampai disana Sisilia duluan. dia langsung berbinar saat melihat sudah ada Elvano disana. sedangkan Putri masih mencari - cari Elvano dari ruangan satu keruangan yang lain. ruangan disitu begitu banyak sampai susah untuk mencarinya.
Kembali ke meja makan.
"nah karena sudah berkumpul, disini kami para tetua ingin bilang sesuatu pada kalian berdua." kata Angkasa kepada Elvano dan Sisilia. "Disini papa sebagai orang tengah, papa ingin bilang sama kamu bahwa kamu dan Sisilia akan bertunangan. papa ingin kamu keluar dari lingkaran itu. papa gak mau kamu terus larut dalam kesedihan. semoga dengan adanya Sisilia kamu jadi bisa bangkit dan bahagia lagi seperti dulu." lanjut Angkasa yang membuat Elvano marah. sedangkan Sisilia tersenyum bahagia.
"nggak pa. aku masih menantu papa. aku masih suami Alexa. aku gak akan menikah dengan siapapun."
Tanpa mereka sadar Putri sudah berada tak jauh diantara meja mereka. Putri mendengar itu merasa terharu namun dia harus berakting agar rencananya lancar.
"Tapi papi sama mami ingin kamu menikah nak. kami ingin segera menimang cucu." kata Elisabeth.
Elvano jengah mendengar maminya berteriak hampir menangis. dia memalingkan wajahnya dan seketika dia melihat Putri yang menunduk.
"baik, aku akan menikah." semua mata menatap senang mendengar perkataan itu. keluarga Sisilia berbinar. mereka harap segera menjadi keluarga orang kaya.
"tapi tidak dengan Sisilia melainkan dengan orang lain." kata Elvano yang membuat semua yang ada disana kaget bukan main.
Terlebih saat Elvano berjalan menghampiri Putri yang masih bingung lalu mengenalkan kepada keluarganya. Putri masih menunduk takut berhadapan dengan keluarganya.
"ini Putri, kekasih Elvano. kalau Elvano harus menikah, aku hanya mau sama Putri." kata Elvano mengenalkan. "tolong ikuti akting ku, dan sapa calon orang tuamu sayang" bisik Elvano ditelinga Putri.
__ADS_1
Putri mempersiapkan hatinya. lalu mendongak melihat papa dan mamanya. semua menatap tak percaya pada pandangan mereka. dengan serentak mereka memanggil...
ALEXA.