
Pagi ini aku sangat sibuk menyusun barang-barang kami.
Tentu aku harus menyusun sendiri, karena suami ku sedang bekerja.
Sedikit info kalau suami ku bekerja di sebuah hotel berbintang 5 di kota Batam
Memang suami ku hanya seorang engineer di hotel tersebut, tapi gaji suami ku sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami.
Sudah 2 tahun tinggal di kontrakan ini sejak kami baru nikah sampai anak ku berusia 13 bulan, dan sebenarnya aku sudah sangat nyaman tinggal di kontrakan kami yang sekarang, tapi saat ini perekonomian kami sangat tidak stabil.
Di karenakan pandemi Corona, membuat banyak hotel di kota Batam tutup..
Tapi untung saja hotel tempat suami ku bekerja tidak tutup, tapi gaji nya hanya di bayar setengah setiap bulan nya.
Jujur aku sangat pusing, gaji suami ku hanya setengah dari gaji pokok yaitu hanya 2jt, sedangkan bonus dia hanya mendapat 600rb saja setiap bulan.. sangat jauh dari pendapatan suami ku sebelum Corona, yang setiap bulan bisa mencapai 9-10 jt.
Sedangkan harga sewa kontrakan kami yang sekarang 900rb, itu belum termasuk biaya air dan listrik sehingga setiap bulan kami harus membayar 1,5 jt.
Jangan tanya kenapa biaya listrik dan air bisa sampai 600rb, sebenarnya biaya air hanya 98rb tapi biaya listrik yang mahal karna walaupun tidak di pakai tetap harus bayar beban sekitar 150rb.
Dan kebetulan kontrakan kami ini di fasilitasi dengan 2 AC, dan jadilah biaya listrik bisa sampai 500rb... sehingga kami harus mencari kontrakan baru yang jauh lebih murah.
Sekarang aku harus melanjutkan packing-packing barang sambil menjaga anak ku yang berusia 13 bulan...
Semoga saja di kontrakan yang baru nanti aku bisa mendapatkan tetangga yang baik seperti lingkungan tempat tinggal ku yang sekarang.
Tak terasa hari sudah berlalu hingga sore, suami ku sudah pulang dari kerja..
Aku sudah sangat lelah, karna barang-barang yang ku packing tidak lah sedikit apalagi sambil menjaga anak..
"Bang, aku capek banget deh hari ini. Rasanya semua badan aku remuk" ucap ku merengek ke suami ku
"Yasudah nanti abang pijitin kamu, tapi kamu mandi dulu kita makan diluar saja.
Kamu gak usah masak makan malam kita lagi" ucap suami ku
"Makasih yaa bang, kalau gitu kamu temani Gabriel main dulu aku mau mandi"
"Cepetan mandi nya yaa dek, Abang udah laper banget" ucap suami ku, kulirik jam padahal masih pukul setengah 6 sore, tidak biasanya nya dia sudah lapar jam segini
__ADS_1
"Kok tumben bang, ini baru jam berapa lho kok sudah lapar? Biasanya juga makan malam jam 7" ucapku merasa keheranan
"Iya abang tadi gak selera makan siang di hotel, kerjaan banyak banget padahal gaji sedikit" ucap suami ku mengeluh
Aku tak menjawab lagi, kasihan memang melihat suami ku tapi aku hanya bisa menyemangati nya saja, aku pun bergegas pergi ke kamar mandi.
15 menit aku mandi, ternyata aku lupa membawa handuk..
"Bang tolong ambilkan handuk di jemuran " teriak ku dari dalam kamar mandi agar suami ku dengar
"Nih handuk nya dek" ucap suami ku
Aku pun membuka pintu kamar mandi, seketika aku melihat mata bang Martin melotot. Btw Martin itu nama suami ku yaa guys.
"Dek, Abang pengen" ucap suami ku sambil mata nya tak lepas memandang tubuh ku yang tanpa ditutup sehelai benang.
"Apaan sih bang" ucapku menolak permintaan suami ku. Bukan karna aku tak ingin, hanya saja badan ku sedang lelah. "Kata nya Abang udah laper banget tadi, kok sekarang malah minta jatah?"
"Abang pengen makan kamu aja hehehe "
"Ahh nanti malam aja deh bg, lagian Gabriel lagi main di kamar kan?? Ntar dia lihat"
Aku hanya mengangguk, lalu aku terkejut saat suami ku menggendong ku ala bridal.
Waktu berlalu hingga sekarang sudah pukul 7 malam, kami juga sudah selesai makan malam dan sudah pulang kerumah.
Kami sedang menunggu mobil pick-up di teras rumah, karna memang kami pindahan malam ini juga. Beberapa tetangga ikut memberangkat kan kami pindahan.
Aku bersyukur sekali mempunyai tetangga baik seperti mereka batin ku.
"Kami pergi yaa kak, makasih udah baik sama kami selama 2 tahun ini" ucapku berpamitan ke beberapa tetangga ku
"Iyaa dek, hati-hati kalian yaa.. nanti sesekali main kesini lagi" ucap salah satu tetangga samping rumah ku.
Kulirik suami ku juga sedang berpamitan dengan tetangga yang bapak-bapak nya.
Selesai berpamitan, kami pun menuju kontrakan yang baru.
Perjalanan nya tidak jauh, hanya menempuh waktu sekitar 20 menit dari kontrakan lama ku.
__ADS_1
Kontrakan ku yang baru ini di area tanah kavling, bukan area perumahan makanya harga sewa nya jauh lebih murah. Hanya sebesar 600rb saja, itu lain biaya listrik dan air..
"Dek kata pemilik kontrakan itu biaya listrik dan air kita bagi dua dengan kontrakan sebelah nya" ucap suami ku saat di perjalanan
"Maksud nyaa gimana bang? Aku kurang ngerti" ucapku sedikit berteriak karna sangat bising saat di jalan apalagi kami naik motor saat ini
"Iya katanya kontrakan kita satu meteran dengan kontrakan sebelah kita, jadi nanti biaya listrik di bagi dua saat pembayaran"
"Trus kalau mereka punya alat² elektronik lebih lengkap dari kita gimana bang? Apa iya harus bagi dua juga? Ucap ku sudah mulai tersulut emosi, kenapa dari awal suami ku tidak bicarakan hal ini batin ku
"Yasudah gakpapa lah dek, kata nya biaya listrik di area kavling jauh lebih murah dari pada di perumahan"
"Terserah kamu lah bang, kalau kamu ngomong dari awal aku gak akan mau pindah kesitu"ucapku
"Udah gak usah merajuk, doakan saja semoga pandemi ini cepat berlalu biar kita bisa nabung buat beli rumah biar kita gak ngontrak terus" suami ku mulai membujuk
Aku tidak menjawab lagi, aku hanya mengamini dalam hati ucapan suami ku yang terakhir.
Tapi jujur saja aku sudah punya feeling yang tidak enak, baru mau pindahan aja udah kesel gini. Mudah-mudahan aku betah nanti tinggal di kontrakan yang baru ini batin ku.
***
Sesampai nya di kontrakan baru
Aku terkejut melihat kontrakan kami saat ini, mungkin karena yang menempati sebelum nya adalah pria lajang, sehingga keadaan rumah ini sangat kotor.
Semua stock kontak pun rusak, dan keadaan lantai, tembok, dan kamar mandi sangat kotor. tidak hanya itu saja, aku juga melihat hal-hal yang membuat hati ku resah.
Rasanya ingin teriak ke suami ku saat aku melihat......????
Haii.... Ini cerita pertama ku lho, ini juga pengalaman pertama ku menjadi seorang penulis..
Jika ada penulisan yg kurang tepat atau typo aku minta saran dan kritikan dari teman-teman semua yaa.
Tetap ikuti cerita ku, karna ini adalah kisah nyata ku hehehe....
__ADS_1