
Ku baca juga untung nya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Dan yang terbakar juga tidak keseluruhan pabrik nya, hanya bagian gudang penyimpanan barang yang terbakar.
Ada 5 mobil petugas pemadam kebakaran di kerahkan dan juga pemadam kebakaran tiba tepat waktu sehingga api belum sempat menyebar luas.
Tapi tetap saja, jika gudang terbakar maka mereka tetap tidak akan bisa bekerja, lebih tepat nya apa yang akan di kerjakan mereka?
Ku baca nama pabrik nya, berapa terkejut nya aku saat membaca nama pabrik dan ternyata itu adalah pabrik dimana si inang bekerja.
Astaga batin ku.
Aku langsung masuk kerumah.
Seperti biasa, jika suami ku sedang masuk malam maka aku akan tidur lama dan bangun juga pasti lama.
Pagi ini aku terbangun pukul tujuh lewat, ku dengar di luar suara tetangga ku ngerumpi lagi.
Karna letak kamar kami di depan maka suara mereka terdengar sangat jelas dari kamar kami.
"Kebakaran pabrik tempat aku kerja, jadi untuk sementara waktu semua karyawan di liburkan untuk waktu yang tidak di tentukan" ucap si inang pada teman-teman nya yang lain.
Huh alamat makin sering di sindir nih batin ku. Bagaimana tidak? Dia masih bekerja saja tiap jam menyindir ku saat sudah pulang bekerja, apalagi saat dia menganggur? Bisa bisa tiap detik aku saja yang akan jadi bahan Bullyan mereka.
Ternyata firasat ku tidak pernah salah.
Semenjak dia kehilangan pekerjaan, waktu untuk menggosip nya jadi semakin banyak.
Bahkan setiap hari dari pagi hingga malam mereka menggosip, pulang pun hanya sekedar untuk makan dan menidurkan anak mereka.
Bisa yaa ada manusia seperti mereka di dunia ini? Kenapa Tuhan juga menciptakan manusia yang memiliki sifat seperti mereka?
Astaga kenapa aku malah menyalah kan dan meragukan kehebatan Tuhan? Ucap ku dalam hati
Maaf kan hamba ya Tuhan sudah menyalahkan Engkau dan meragukan kehebatan mu, aku tau kok jika ini semua boleh terjadi karna sudah campur tangan Tuhan, karna Tuhan pasti ingin aku bisa lebih kuat dalam menjalani hidup.
Dengan Tuhan hadirkan persoalan dalam hidup ku, arti nya Tuhan percaya aku mampu me7lewati itu semua.
Entah ini hari ke berapa mereka menyindir ku dengan kata kata pedas dan menghina ku.
__ADS_1
Aku sudah mulai kebal dan tahan banting hehehehe.
Aku mendapatkan notifikasi dari akun sosial media ku yang logo nya berwarna biru, sa nat ku klik ternyata si serli meminta nomor ku.
Lalu ku kirim no wa ku pada nya.
Setelah sekian lama kami tidak berkomunikasi, hari ini kami sudah mulai kompak lagi.
Hingga beberapa hari kemudian dia mendatangi kontrakan ku untuk bermain main .
Tetapi saat sedang di rumah, si Serli justru bingung karna dia mendengar bahwa aku di sindir oleh mereka.
Akhirnya aku mulai mengakui apa yang sebenarnya terjadi, dia juga meminta ku untuk pindah ke daerah tempat kost-kost an nya.
Untuk saat ini, jika suami ku sedang sibuk bekerja, aku akan pergi ke tempat kost-an si Serli.
Ternyata si serli sudah tidak bekerja lagi, dia sekarang sudah menganggur dan sedang membutuhkan pekerjaan.
Aku mulai kompak lagi dengan nya, bahkan kami sering janjian untuk masak-masak. Kadang kami melakukan nya di kontrakan ku dan kadang di kost dia.
Suami ku tidak pernah melarang aku harus berteman dengan siapa pun itu. Selama aku merasa nyaman dan tidak terluka maka dia akan selalu mengantarkan kemana pun yang aku minta.
Kurang lebih satu tahun tidak pernah berjumpa lagi membuat kami memiliki banyak hal yang akan kami ceritakan.
Sudah banyak perubahan yang terjadi pada diri kami berdua.
"Eh dulu masih ingat gak kau, kita nonton konser Wali band sama cowok?" Ucap ku sambil tertawa.
Sambil tersenyum "Astaga dulu kita nakal banget yaa" ucap si serli sambil mencoba mengingat hal-hal kenangan kami dulu.
"Yang nakal itu kau, aku mah cuma korban mu" ucap ku membela diri tapi tetap tertawa
"Iyaa bener loh, masih ingat gak tiap malam minggu aku slalu punya kenalan cowok yang akan membawa kita jalan-jalan?" Tanya si serli sambil menunjukkan ekspresi wajah penasaran
"Hahahaha coba ingat-ingat deh, udah berapa cowok yang kita buat nyaman lalu kita tolak cinta mereka dan kita tinggal kan? Kalau ingat itu aku merasa bersalah banget.
Bahkan ada beberapa cowok yang dengan sengaja hanya kita manfaatin buat ngajak kita jalan aja" sambil tersenyum aku coba kembali menerawang kenangan absurd ku bersama dia dulu.
"Jaman dulu kita lagi cantik-cantik nya, kita masih langsing dan mungil-mungil. Beda dengan sekarang, kita udah sama-sama membengkak.
__ADS_1
Bahkan jaman dulu yang lebih montok kau, tapi kenapa sekarang jadi aku yang lebih gendut dari dirimu ma Gabriel?" Ucap si serli sambil memukul lengan ku.
"Seandai nya kau belum menikah dan punya anak, rasanya pengen kembali ke masa dulu bersama mu" sambung nya lagi.
"Udah, syukuri aja apa yang sudah terjadi. Anggap kenangan masa lalu itu adalah pelajaran buat kita supaya kita semakin dewasa lagi dalam menjalani hidup."
Tak terasa entah siapa yang memulai dluan, aku pun mulai menceritakan kesedihan apa yang aku alami sekarang.
Tadi nya aku tak ingin menceritakan kisah ku ini pada siapa pun, tapi hati tidak bisa di bohongi.
"Mulut ku mungkin bisa saja berkata aku tidak memperdulikan seperti apa hinaan mereka terhadap ku, tapi hati ku berkata lain kak. Sudah terlalu banyak yang aku pendam sendirian, bahkan rasanya dada ku sudah semakin sesak" akhirnya air mata ku tak dapat lagi ku bendung dan tumpah.
"Setiap hari loh kak aku harus berhadapan dengan orang orang TOXIC seperti mereka. Bahkan aku harus pura pura tuli saat mereka menghina ku. Aku gak sekuat itu kak" sambung ku lagi sambil terus menangis tersedu-sedu.
Di peluk nya aku, lalu di tenangkan nya "gakpapa nangis aja, aku ngerti gimana perasaan mu. Aku harus akui kalau dari dulu kau sangat kuat." Ucap nya menenangkan ku "fisik dan batin mu sangat kuat. Kau selalu sehat beda dengan aku yang sering sakit dari kecil. Bahkan batin mu jauh lebih kuat daripada fisik mu. Aku saja bahkan gak yakin masih bertahan atau tidak jika aku berasa di posisi mu sekarang"
Bukan nya semakin tenang aku malah semakin terisak mendengar setiap kata kata yang di ucap kan nya.
"Aku hancur, sangat hancur, tapi harus tetap berpura-pura baik baik saja di hadapan semua orang.
Bahkan perekonomian keluarga ku pun sedang di uji habis-habisan selama dua tahun ini. Sekarang penyemangat ku hanya anak ku kak" ucap ku lagi
"Orang seperti mereka mah gak bakalan lama, sebentar lagi juga dapat karma. Inti nya kau harus terus melanjutkan hidup mu.
Tidak usah pedulikan komentar dan hinaan mereka, tunjukkan kalau kau lebih berkualitas dan bahagia hingga kau tidak selevel lagi dengan mereka" ucap kak serli pada ku
Ku hapus air mata ku, aku merasa sedikit lega karna aku sudah membagi sedikit kisah ku pada orang lain, hingga aku tidak perlu menahan nya sendirian lagi.
Hidup adalah perjalanan yang harus dilalui, tidak peduli seberapa buruk jalan yang harus dilewati.
Akan ada pelangi sehabis hujan. Akan ada kebahagiaan setelah penderitaan.
Aku percaya, setiap doa orang yang bersungguh-sungguh meminta pertolongan Tuhan maka orang itu akan menerima kekuatan di luar dari yang dia bayang kan.
Setiap orang pasti punya kesedihan nya tersendiri, berbeda orang maka berbeda pula jalan hidup nya.
Tetap bersyukur dan tetap andalkan Tuhan dalam setiap langkah kita.
Tidak selamanya kita dapat menjalani hidup dengan penuh semangat. Terkadang ada saja situasi dan kondisi tertentu yang membuat semangat dalam diri kita tersebut tiba-tiba menguap. Di saat-saat seperti itulah biasanya kita perlu men-charge ulang diri kita, mengisi kembali tangki-tangki motivasi yang tadinya hampir kosong dengan sedikit energi untuk kembali beraksi.
__ADS_1