
***
Keesokan hari nya, saat aku akan pergi kerja ke laundry mereka menyindir ku lagi.
Mungkin karna mama si Ertos sudah menceritakan perkelahian kami kemarin.
Yaa seperti biasa yang bertugas untuk menyindir adalah si putri. Si anak gadis tukang gosip.
Aku pun memesan ojek online, saat ojek nya sudah tiba aku berpamitan dulu ke anak ku yang sedang di gendong adik ipar ku
"Hmm shopping yuk, belanja-belanja kita, kan kita banyak uang" ucap si putri.
Aku tersenyum aku akan membalas sindiran mu, ucap ku dalam hati
"Dek, aku berangkat dulu yaa. Jaga Gabriel di rumah yaa... Mendingan kerja cari uang yang halal, daripada menggosip terus dari pagi sampai malam yang datang dosa bukan uang" ucap ku sedikit keras agar mereka mendengar.
Mereka terdiam saat aku mengatakan itu.
Lalu ojek ku berjalan meninggal kan rumah, saat melewati rumah mereka ku dengar teriakan mereka "eh orang miskin" yang ku tau itu adalah suara si Putri.
"Eh orang miskin" ucap suara yang ku kenali bahwa itu adalah suara si Putri.
Aku tak menoleh ke arah mereka, jijik saja rasanya harus melihat wajah mereka.
Saat di tempat laundry aku serius bekerja, aku selalu semangat. Karna penghasilan ku sangat lah lumayan, bisa lepas jajan anak ku dan lepas untuk bumbu dapur.
Jam 6 sore pekerjaan ku sudah selesai, pendapatan ku pun sudah lumayan. Tapi aku tak langsung pulang, aku duduk-duduk sambil bermain ponsel di laundry.
Bos ku yang melihat aku tidak langsung pulang pun merasa heran.
"Kak tumben gak langsung pulang? Biasa nya selesai kerja langsung pesan ojek" ucap kak Angel .
"Malas pulang kak" ucap ku seadanya
"Loh kenapa? Bukan nya kakak slalu bilang jauh dari Gabriel beberapa jam aja udah rindu, kok sekarang malas pulang? Lagi ada masalah yaa sama suami ?" Ucap kak Angel yang merasa bingung
"Bukan kak, aku lagi ada masalah sama lingkungan tempat tinggal ku"
Aku pun mulai menceritakan semua yang ku rasakan selama tinggal di kontrakan ini.
Mereka merasa geram saat mendengar cerita ku, tak jarang mereka mengumpat dan berkata kotor karna kesal dengan sifat tetangga ku ini.
__ADS_1
Tak jarang juga mereka memuji ku yang sudah terlalu sabar menghadapi tingkah laku para tetangga ku ini.
"Aku sih gak terlalu bawa ke pikiran kak, aku takut jadi penyakit nanti nya.
Lebih baik aku instrospeksi diri, memperbaiki diri menjadi lebih baik agar bisa membuktikan bahwa aku tidak serendah yang mereka hina selama ini" ucap ku panjang lebar "aku juga malas pulang karna malas melihat muka mereka kak, dan pasti saat aku pulang mereka pasti bakalan nyindir-nyindir aku" sambung ku lagi
"Iyaa pas itu kak, cuekin aja ya kak anggap orang gila aja" ucap mereka
Aku hanya tertawa menanggapi perkataan mereka.
"Kak kami antar kakak aja yok, naik mobil kita yok" ucap mereka
"Gak usah loh kak, nanti yang jaga laundry siapa?" Ucap ku merasa tak enak hati. Karna laundry ini tutup jam sepuluh malam. Jika mereka ikut mengantar ku lalu siapa yang menjaga laundry.
"Alah laundry mah gampang, tinggal kita tutup aja sekalian kami juga mau cari makan ke luar" ucap kak Angel.
Tidak ku sangka mereka yang ku anggap cuek dan galak saat pertama bertemu ternyata begitu baik pada ku.
"Yaaudah lah kalau kakak maksa, kan jadi enak aku" ucap ku sambil tertawa, dan mereka juga ikut tertawa.
Di perjalanan pulang dan sudah hampir tiba di kontrakan ku mereka sengaja membuka kaca jendela agar tetangga ku bisa melihat kami yang ada di dalam mobil.
Dan kebetulan juga pada tetangga Julid ku sedang menggosip di teras rumah si inang.
"Makasih yaa kak, hati-hati di jalan" ucap ku saat sudah turun dari mobil mereka
"Iyaa kak, langsung istirahat yaa, langsung bobo cantik, jangan dengar kan anjing menggonggong" teriak kak Angel dari dalam mobil. Dia sengaja berteriak sekalian menyindir.
"Hahaha pasti lah kak, hati-hati yaa kak" ucap ku lagi.
Keesokan hari nya tidak ada lagi kudengar suara mereka pagi-pagi menggosip, mungkin selama seminggu ini si inang kerja masuk pagi, karna sore jam 4 dia pasti sudah berada di rumah nya.
Sore ini ku lihat mereka sedang tidur-tiduran di teras rumah mama si Ertos. Bisa sangat jelas terlihat karna tepat di sebelah rumah ku.
Aku yang biasa senam zumba di dalam rumah pun melakukan nya sore ini, suami ku melihat ku. Dia memang selalu mendukung ku saat berolahraga.
Walaupun aku sudah punya anak, aku tetap harus merawat badan ku, aku memang agak berisi, tapi tidak segemuk para tetangga ku hehehehe.
Kalau mereka mah pakai baju udah size XXL, kalau aku masih ukuran L .
Aku harus rajin berolahraga, selain menyehat kan badan, aku juga ingin terlihat cantik di mata suami ku hihihi
__ADS_1
"Ayo Abang anter ke lapangan SP" ucap suami ku saat keluar dari kamar
Aku mengerut kan dahi "Loh ngapain bang?"
"Yaa nganter kamu joging lah ke SP" ucap nya lagi, lapangan SP itu memang tempat nya orang nongkrong, banyak angkringan makanan, banyak juga orang senam dan lari sore di situ..
"Serius mau anter? Ayo let's go!" Ucap ku penuh semangat sambil mengepalkan pergelangan tangan
Mereka semua melihat ku pergi dengan berpakaian sport jacket dan Jogger pants lalu ditambah dengan sepatu olahraga berwarna putih, rambut ku kuncir kuda. Mereka sudah bisa menebak aku akan pergi jogging.
Yaa seperti biasa mereka tidak akan menyindir ku karna ada suami ku.
Ku cueki saja mereka, tidak ku lirik sama sekali.
Rasanya malas melihat muka mereka.
Sepulang nya dari jogging, suami ku langsung makan, mandi dan langsung tidur.
Karna hari ini dia akan masuk malam.
Biasanya kalau dia masuk malam berangkat dari rumah jam setengah dua belas.
Jam sepuluh malam aku duduk di teras rumah ku, sambil menonton video dari ponsel.
Anak ku juga sudah tidur bersama ayah nya di kamar.
Aku sengaja tidak tidur karna takut akan ketiduran dan suami ku akan telat bekerja.
"Jogging yok gaes, jogging. Biar langsing biar gak langsung" tiba-tiba si Putri berteriak dan aku tau dia sengaja menyindir ku.
Ku cueki saja, ku naikkan volume ponsel ku agar aku tak mendengar suara nya.
Tiba-tiba saat aku melihat video di Instagram ada informasi kalau salah satu pabrik di Batam kebakaran.
Ku tonton beberapa video yang menunjukkan kobaran api dan kepulan asap yang sangat besar.
Ada juga video yang menunjukkan beberapa karyawan nya yang sedang menangis sambil berpelukan dengan teman-teman nya.
Mungkin mereka menangis karna merasa bersyukur karna bisa selamat dari kebakaran tersebut atau bisa juga mereka menangis karna akan kehilangan pekerjaan?
Gaess sekali lagi aku ingat kan, bahwa ini adalah kisah nyata yaa..
__ADS_1
Ini adalah pengalaman pribadi ku, hanya nama tokoh tetangga ku saja yang ku ubah.
Selain itu semua cerita nya adalah murni dari kisah hidup aku...