
Hari ini aku tidak ada panggilan ke laundry, aku berencana akan berkunjung ke kost si serli.
Dia menyuruh ku bermain ke kost nya dan kami berencana akan memasak seblak.
Saat aku sedang menunggu ojek online di depan rumah ku, tiba-tiba ku dengar suara si inang mulai menyindir ku lagi.
"Huh ternyata belum tobat dia kak" ucap adik ipar ku yang duduk di teras.
"Mungkin nunggu sampai operasi ke dua baru tobat" ku tutup mulut ku lalu kami tertawa.
Tidak ku hiraukan sindiran mereka..
Rasanya malas meladeni orang seperti mereka. Buang-buang waktu dan tenaga.
Tak lama kemudian ojek online pesanan ku datang, lalu aku berpamitan dengan ipar ku.
Ini kedua kali nya aku bermain ke kost si serli semenjak dia sudah habis kontrak kerja.
Seperti biasa, kami saling mengobrol dan saling curhat.
"Kepala ku pusing banget loh ma biel, kenapa ya ini?" Ku lihat tatapan mata nya yang sayu.
__ADS_1
"Mungkin kecapekan aja itu, minum obat pereda sakit kepala aja dulu. Siapa tau agak mendingan" ucap ku mencoba memberi solusi sebisa mungkin
"Iya mungkin sih, soalnya semalam aku pulang kursus kehujanan"
Btw saat aku bekerja full time di laundry, si serli pernah bercerita pada ku bahwa dia ingin mengikuti kursus menjahit kebaya.
Sebagai teman nya aku tentu akan selalu mensupport apa pun yang akan dia lakukan.
Jika dia sukses dan berhasil menjadi penjahit tentu aku akan sangat bangga.
"Apa mungkin karna ini hari pertama aku datang bulan yaa, makanya rasa sakit kepala ku ini seperti menyebar" ucap si Serli lagi
Aku memberikan nya air hangat dan meminta dia supaya banyak minum air putih.
Hari sudah semakin sore, tidak terasa waktu sudah hampir gelap.
Setelah puas ngobrol aku akan langsung pulang ke rumah
"Banyak minum air putih, kalau ada apa-apa kabari ya" ucap ku sambil naik ke atas ojek .
"Iya makasih udah mampir, hati-hati "
__ADS_1
Hari-hari kembali seperti semula, ternyata mereka bukan bertobat. Mungkin kemarin mereka tidak menyidir ku karna jahitan sisa operasi nya belum kering. Buktinya seminggu berhenti, sekarang mereka sudah mulai menyindir ku lagi.
Kalo dijahati, senyum aja. Ingat ada karma.
Semua yang baik belum tentu dilupakan, jadi jangan berhenti berbuat baik.
"Hmm untuk saat ini aku diam dulu, akan ku biarkan kalian merasa diatas angin dulu" ucap ku dalam hati.
Empat hari setelah aku pulang dari kost si serli, aku mendapat chat masuk dari dia.
Katanya sakit kepala nya belum juga hilang, bahkan semakin menjadi-jadi.
Mata nya juga tidak bisa di tutup yang sebelah kiri.
Tentu aku sangat khawatir dan menyuruh dia untuk periksa ke dokter. Sekedar berjaga-jaga.
Tiba-tiba aku teringat cerita mama si Serli empat tahun yang lalu, dia mengatakan bahwa sejak kecil si Serli memang memiliki fisik yang lemah dan mudah sakit.
"Mudah-mudahan gak ada penyakit yang serius, segera periksa ke dokter. Aku gak bisa nemenin kamu ke dokter, tau sendiri aku punya anak kecil kan? Gak mungkin aku bawa ke klinik" ucap ku pada si serli
"Sakit apa kamu sebenarnya? Apapun hasil nya nanti semoga tidak ada penyakit yang serius" doa ku dalam hati.
__ADS_1
Buat temen-temen tetap setia baca yaa, karna beberapa bab setelah ini akan ada perdebatan lagi.