
Mata ku melotot "Haa lima puluhan ?" Ucap ku sedikit tak percaya "tapi kenapa aku terima email cuma enam orang yaa kak? Sambung ku lagi sambil menunjukkan email yang ku terima di ponsel ku.
"Kakak ikut test nya kapan ya?" Tanya si Dila itu lagi
"Tiga hari yang lalu kak" jawab ku
"Oalah, kami udah seminggu yang lalu" ucap nya
Ternyata bukan hanya kami ber enam saja yang mendapatkan email. Lalu setelah selesai interview kami di suruh pulang.
Hasil nya akan di umumkan dari email juga katanya.
Aku pun pulang, tapi tetap dengan perasaan aneh, kenapa hasil nya tidak langsung saja di umumkan. Lalu aku pulang lagi kerumah dan mendapat email lagi dari perusahaan tersebut.
Tetapi ada yang berbeda, di email tersebut untuk mengikuti interview ke dua.
Setau ku interview ya satu kali, lantas mengapa di email ini tertulis interview ke dua????
Aku pun mulai bingung, kenapa interview ada dua kali? Apa mungkin kemarin pihak HRD nya bingung kali yaa?
Tapi kali ini berbeda, kami di suruh membawa hasil pemeriksaan kesehatan dan hasil pemeriksaan kondisi mata dari klinik, dan kondisi mata tidak boleh lebih dari minus satu. Untung saja kondisi mata ku normal.
Tetapi untuk membayar biaya pemeriksaan aku harus membayar sekitar dua ratus ribu.
Lalu saat hari interview ke dua tiba, ternyata pertanyaan yang di ajukan jauh lebih banyak dan tentu lebih sulit.
Bahkan memakan waktu yang sangat lama, dari jam sebelas pagi hingga jam setengah tujuh malam baru selesai.
Setelah selesai interview aku juga tak lupa meminta beberapa nomor dari para peserta saat itu agar bisa saling bertukar informasi.
Kami di suruh menunggu selama seminggu jika mendapat kan email maka lolos dan akan di bawa ke tahap medical check up.
__ADS_1
Seminggu berlalu tapi tidak ada email masuk, aku pun mulai menanyakan ke beberapa teman yang ku mintai nomor telepon nya, ternyata ada satu orang yang lolos dan sudah mendapat kan email di hari ke tiga, bahkan dia sudah melalui tahap medical check up kata nya.
Aku bertanya ke teman ku tersebut, ternyata dari sekitar lima puluhan orang yang mengikuti tahap interview hanya lima orang yang lolos.
Air mata ku tak bisa ku bendung lagi. Jika pihak perusahaan hanya membutuhkan sedikit calon pekerja baru, lantas mengapa membuka kandidat sangat banyak? Apa mereka tidak berfikir jika melakukan test kesehatan dan periksa mata tidak membutuhkan biaya?
Aku sangat kecewa, lalu suami ku menenangkan agar aku tidak terus menangis
"Sudah lah dek, berarti itu bukan rezeki mu. Gak usah nangis lagi, yang penting kan kita sudah berusaha. Kalau kamu tidak lolos yaa mungkin Tuhan sedang menyiapkan rencana yang lebih indah buat kamu." Ucap suami ku menenangkan aku.
Hari-hari berlalu, aku sudah mendapat kan panggilan untuk test tertulis dua perusahaan lagi.
Tapi semua nya nihil, aku hanya sampai di tahap interview saja. Aku selalu di suruh menunggu hasil nya selama dua Minggu .
Dan semua tetap sama, aku tetap tidak mendapat kan panggilan untuk bekerja.
Aku merasa rezeki ku seperti tertutup untuk bekerja lagi. Mungkin Tuhan menginginkan aku untuk fokus menjadi ibu rumah tangga yang seutuh nya dan menjaga anak ku full time.
Sore hari saat sedang bersantai dengan suami, anak dan adik ipar ku, kami melihat ada orang yang membuka pagar rumah di samping kontrakan ku ini.
Sedikit informasi, bahwa rumah yang ada di sebelah kanan kontrakan ku ini yang ber nomor 24 sudah kosong, dua bulan yang lalu sudah di tinggalkan pemilik asli nya karna sempat berkelahi dengan tetangga ku bernomor 21, iya siapa lagi kalau bukan si inang yang suka mencampuri urusan orang lain. Menurut informasi yang ku dengar pemilik asli rumah nomor 24 tidak tahan dengan sikap tetangga ku yang julid-julid ini hingga dia memilih membeli rumah baru dan mengontrakkan rumah nya yang di samping ini.
Ku lihat ternyata ada yang akan menempati, seperti nya mereka pasangan pengantin baru.
Semoga saja mereka tidak jadi bahan julidan para tetangga ku ini.
Ku senyumi mereka, sebagai tanda ramah tamah pada tetangga baru.
Aku lihat mereka sepertinya belum memiliki anak.
Keesokan harinya saat aku baru pulang belanja dari warung dekat rumah ku, aku melihat mama si Nowel, mama si Ertos, sedang berkumpul di rumah si inang.
__ADS_1
Disitu juga terlihat ada si inang beserta ke dua anak gadis nya.
Mereka sedang biasa lah lagi ngomongin tentang orang lain.
"Dia gak punya lemari, aku lihat kok mereka saat mengantar barang-barang nya" ku dengar itu suara mama si Nowel tapi aku bingung siapa yang mereka omongi
"Mungkin masih pengantin baru, biasanya kan belum lengkap barang-barang nya" ucap si putri, anak gadis si inang yang sulung.
"Alah aku juga dulu waktu masih gadis sudah punya lemari kok" sambung mama si Ertos.
Hanya itu saja yang ku dengar pembicaraan mereka karna aku langsung masuk kerumah, aku sekarang sudah tau mereka sedang membicarakan tentang tetangga baru yang ada di sebelah kontrakan ku.
Aku juga melihat saat mereka mengangkat barang saat pindahan, tapi aku tidak terlalu memperhatikan barang apa-apa saja yang tidak di miliki tetangga baru ku ini.
"Hebat juga jiwa kepo mama si Nowel ini" monolog ku dalam hati.
Bahkan jika tetangga baru ku ini meletakkan pakaian nya di atas kompor pun, tak akan jadi masalah dengan mereka lantas mengapa mereka sampai ikut mencampuri urusan lemari pakaian orang lain??
Aku merasa ini sudah ke lewat batas, aku pun mulai mengajak ngobrol tetangga ku ini dan ternyata istri nya baik menurut ku.
Memang dia baru menikah tapi umur nya tetap lebih tua dari ku maka dari itu aku tetap memanggil nya kakak.
Aku sudah tidak ingat apa saja pembicaraan kami, yang jelas kami sudah kompak saat ini.
Saat suami nya sedang bekerja pun aku sering main ke kontrakan nya, lalu bertukar nomor wa dan saling berbagi makanan yang ada di rumah.
Sampai satu ketika, aku pun mengetahui perihal lemari.
Saat akan pindah ke kontrakan ini, pemilik rumah mengatakan jika di rumah ini sudah di sediakan 3 kamar dan masing-masing kamar memiliki lemari pakaian, jadi tetangga baru ku ini memutuskan untuk memberikan lemari pakaian nya ke salah satu teman kost nya yang masih gadis.
Sungguh sangat jauh berbeda bukan dari tuduhan para tetangga Julid ku ini???
__ADS_1