Hinaan Tetangga Julid

Hinaan Tetangga Julid
Siapapun akan ku lawan jika berani menghina anak ku!


__ADS_3

Siapa pun akan ku lawan jika berani menghina anak ku


"Yaa aku kan cuma menasehati kamu sebagai ibu baru, yaa anggap saja ini sebuah ilmu gak usah marah" sambung si inang itu lagi


Astagaaa ku pikir perdebatan ini sudah berakhir, ternyata masih berlanjut ucap ku dalam hati.


"Aku gak marah kok inang, lagian aku tau kok mana yang terbaik untuk anak ku." Ucap ku malas berdebat lagi.


"Iyaa bagus lah kalau kamu gak marah" lalu si inang mengalihkan pandangan ke anak ku "Gabriel bilang ke mama mu, jangan di rumah-rumah aja terus biar kamu jadi anak pintar"


Seketika emosi ku memuncak, saat dia bilang supaya anak ku bisa jadi anak pintar. Jadi maksud dia anak ku bodoh gitu???


Oh ini tidak bisa di biarkan, bisa-bisa nanti makin menjadi-jadi kalau di biarkan batin ku.


"Anak yang belum lancar bicara dan belum lancar berjalan bukan anak yang bodoh inang. Hanya belum waktu nya saja." Ucapku sedikit meninggikan suara. Tapi dalam hati aku selalu menenangkan diriku agar jangan sampai berkelahi dengan mereka, karna bagaimana pun aku masih orang baru di lingkungan ini.


"Gak ada yang bilang bodoh kok" tiba-tiba mama si Ertos membuka suara


Oh ternyata mereka memang sehati, sama-sama suka mengurusi hidup orang lain ucapku dalam hati.


"Setiap anak itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing kak mungkin memang anak ku belum lancar bicara dan berjalan tapi sejak usia 8 bulan anak ku sudah pintar pipis sendiri, sudah tidak pernah lagi pakai Pampers baik siang maupun malam" ucap ku untuk membungkam mulut mereka


"Anak kakak usia nya 20 bulan kan? Itu masih pakai Pampers kan? Kelihatan kok dari bentuk celana nya" tambah ku lagi.


"Dan juga anak ku sudah ku ajari makan sendiri di usia 11 bulan tidak mesti harus di suapin lagi, dan satu lagi anak ku selalu ku didik kalau makan harus duduk gak boleh sambil lari-larian kesana kemari karna itu tidak sopan" ucap ku sedikit melirik anak nya yang sedang berlarian sambil mengunyah makanan nya.


Kulihat muka mama si Ertos mulai terlihat kesal "yesss rasain tuh, emang enak gue sindir balik" ucap ku dalam hati hehehehe.


Ku gendong anak ku yang sedang duduk sambil bermain pasir


"Aku mandiin Gabriel dulu yaa kak, soalnya matahari nya udah mulai tinggi. Gabriel nya mau mandi dulu" ucapku sedikit tersenyum agar perdebatan ini tidak semakin panjang


"Kok cepat banget sih mandi nya ma Gabriel? Ini baru jam 9 loh, nanti saja lah sekitar jam 10 atau jam 11. Kita ngobrol-ngobrol saja dulu di sini" ucap ibu-ibu lain yang tinggal di no 20.


Yang ku tahu dia juga punya anak laki-laki usia 4 tahun dan nama anak nya nowel.


"Hehehe mandi pagi yaa jam segini kak, kalau jam 10 atau jam 11 itu nama nya mandi pagi yang kesiangan "

__ADS_1


"Ahh anak-anak kami biasa kok mandi jam segitu, yang penting puas dulu main-main nanti baru mandi" ucap mama si Ertos


"Gabriel gak biasa mandi jam segitu kak, lagian jam 10 Gabriel biasa nya udah minta tidur kak" ucap ku lagi karna jujur saja aku sudah mulai muak dengan mereka


"Loh kok cepat banget tidur siang nya jam 10? Anak kita tidur siang jam 1 atau jam 2" sambung mama si nowel lagi.


Hadeuhh ini kapan selesai nya sih ucapku dalam hati "iya nanti tidur siang lagi kok kak, Gabriel tidur siang dua kali sehari. Jam 10 sampai jam 12, nanti makan siang dulu habis itu dari jam 2 sampai jam 4 tidur siang lagi"


"Udah dulu yaa kak, besok-besok kita ngobrol lagi" sambil tersenyum aku bergegas meninggalkan mereka


Sampai di rumah aku langsung memandikan anak ku dan mengajak nya bermain di kamar agar saat anak ku mengantuk bisa langsung tidur saja.


Dan benar saja tidak lama bermain dengan ku dia langsung ketiduran di kasur, karna pekerjaan ku sudah selesai akhirnya aku memainkan ponsel ku, tak terasa sudah hampir satu jam aku bermain ponsel ku intip dari jendela kamar ternyata mereka masih di tempat tadi padahal sudah jam setengah sebelas dan matahari sudah mulai panas .


Ku lihat anak-anak mereka masih bermain mobil-mobilan di bawah panas nya matahari "astaga gak kasihan apa lihat anak nya udah gosong gitu hihihi" ucapku sambil sedikit terkekeh..


Bodo amat lah dengan mereka, mendingan aku baca novel di aplikasi Fizzo. Bisa dapat uang juga hehehehe...


Jujur saja aku sangat malas mengurusi kehidupan orang lain, apalagi sampai ikut campur dengan rumah tangga orang lain.


Aku juga tipe orang yang tidak terlalu banyak bicara saat bersama dengan orang yang tidak sefrekuensi dengan ku. Aku lebih suka ketenangan dan suasana sepi tapi bukan berarti harus selalu menyendiri.


Jika berada di tempat keramaian energi ku seperti tersedot dan aku jadi cepat merasa capek, obat nya hanya satu yaitu masuk ke kamar dan tidur cukup itu saja.


Tapi aneh nya saat aku masih gadis aku tidak seperti ini, aku tipe orang yang suka berorganisasi dan suka jalan-jalan dengan teman kerja ku... Aku bahkan sangat suka berada di keramaian . Sejak menikah dan punya anak kepribadian ku berubah hampir 180 derajat.


Awal nya ku pikir ini sebuah penyakit, sampai aku coba cari di internet tentang perubahan sikap ku ini. Ternyata ini bukan penyakit, ini adalah ciri-ciri orang yang Introvert .


Semakin dewasa semakin membatasi pergaulan, lebih baik fokus mengurusi keluarga kecil ku.


Hp ku berbunyi, suara notifikasi masuk sebuah chat


["Dek kalian siap-siap yaa, nanti kita nongkrong diluar"] ternyata chat dari suami ku.. beruntung nya aku punya suami yang tidak neko-neko dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak istri


["Ok siap bos"]


Saat di tempat nongkrong aku bertemu dengan salah satu teman ku sewaktu bekerja dulu, ralat bukan hanya sekedar teman tapi aku sudah menganggap nya kakak ku.

__ADS_1


Flashback sewaktu bekerja


 


Saat ini aku bekerja di Batam, tapi sebelum aku ke Batam aku mengikuti perekrutan di DISNAKER Medan, aku asli Riau dan semalam aku naik bus ke Medan ini.


Saat sampai di DISNAKER aku tidak punya teman sama sekali, aku sudah mengikuti test tertulis, test lisan, dan interview .


Lalu kami disuruh menunggu sampai hasil nya keluar, berhubung aku tidak punya teman lalu aku melihat satu circle ada 4 orang dan mereka menggunakan bahasa Batak.


Akhirnya aku mengikuti mereka sambil ku ajak ngobrol hehehe siapa tau mereka mau jadi teman ku batin ku.


Saat hasil di umum kan ternyata aku lolos, dan di antara mereka ber empat tadi hanya satu yang lolos.


Iya dia nama nya Serli, dia juga yang berbaik hati menawarkan aku tinggal di rumah nya selama seminggu, karna satu Minggu lagi kami harus Medical check up .


"Kamu lolos gak kak?" Tanya si serli kepada ku.


"Lolos kak, kamu gimana ?"


"Lolos juga, tapi teman-teman ku yang tadi gak lolos"


"Yah kasihan banget ya..." Ucap ku merasa iba karna aku merasa teman-teman nya itu sangat baik kepada ku


"Trus kakak gimana? Apa langsung balik ke duri setelah ini?" Tanya kak serli kepada ku.


"Gak mungkin balik lah kak, aku udah bawa baju-baju ku nih, rencana nya mau tinggal di rumah salah satu anggota Disnaker tadi, udah aku omongin juga kok tadi walaupun bayar yaa gapapa sih" ucapku


"Gak usah lah, kamu tinggal di rumah ku saja.


Lagian bapak ku gak dirumah kok lagi kerja di Pekanbaru, dirumah hanya ada aku,mama ku dan ke dua adik laki-laki ku" ucap nya meyakinkan ku


"Serius nih kak?" Ucap ku merasa tidak percaya. Karena kami baru kenal tapi dia sudah baik mau mengajak ku tinggal dirumah dia.


"Iya, Ayuk aku telfon mama ku dulu biar kita di jemput"ucap nya


Saat aku sampai dirumah nya, dan selama aku tinggal dirumah nya selama seminggu keluarga nya juga sangat hangat bersikap kepada ku. Bahkan saat aku akan berangkat ke Batam pun mereka menolak saat aku Ingin membayar biaya makan ku selama seminggu.

__ADS_1


Karena itu aku merasa berhutang Budi dengan nya dan keluarga nya, "aku berjanji suatu saat aku akan membalas kebaikan kalian" ucap ku dalam hati.


__ADS_2