
Tak ku jawab lagi ucapan adik ipar ku itu, aku langsung masuk ke kamar.
"Semoga lancar operasi nya, semoga setelah ini bisa berperilaku lebih baik lagi, dan jangan suka mengucapkan kata-kata yang menyakiti orang lain" ucap ku dalam hati.
Ku lihat info di grup bahwa si inang akan di rawat tiga hari di RS.
Selama tiga hari juga hidup kami tenang dan tentram, tidak ada si inang yang bermulut pedas, anak gadis nya juga tidak berani menyindir ku lagi, mama si Ertos dan mama si Nowel tidak usah di tanya. Mereka itu cuma berani di kandang saja. Jika tidak ada induk semang nya mereka tidak akan berani melawan.
Setelah Operasi, hari ini adalah hari ke dua si inang di rawat, malam ini ku lihat mama si Ertos dan mama si Nowel akan pergi menjenguk induk semang nya ke RS.
"Kak jenguk lah mertua kakak tu ke Rumah Sakit, bawa mangga dua kilo" ucap adik ipar ku sambil tertawa
"Ihh males, kamu lah jenguk itu kan maktua kamu" ucap ku mencibir balik
Adik ipar ku menggidikkan bahu "ogah itu karma buat dia, semoga cepat tobat"
Keesokan hari nya, saat sore hari ku lihat taksi online berhenti di depan rumah si inang.
Pasti itu si inang yang sudah pulang dari Rumah Sakit.
***
Pagi ini aku di panggil bekerja part time lagi di laundry, aku akan pergi pukul sepuluh pagi agar aku bisa lebih cepat pulang nya.
Sebelum aku pergi ke laundry, aku akan menyiapkan pekerjaan rumah dulu. Seperti memasak dan menyapu rumah.
Saat aku akan pergi ke warung untuk belanja ikan, ku lihat si inang sedang di papah oleh si Putri.
Mungkin dia ingin duduk di teras rumah nya.
Saat melewati rumah nya aku sengaja tidak menoleh kearah mereka, malas saja rasanya.
Entah kenapa melihat muka mereka aku rasanya ingin memaki.
Setelah pulang dari warung, dari kejauhan ku lihat si inang sedang duduk di kursi teras nya.
Tapi ku lihat seperti nya dia melamun dan pandangan mata nya kosong.
"Tumben juga mereka tidak menyindir" batin ku.
Melihat wajah nya yang sendu aku jadi merasa tidak tega dan kasihan.
__ADS_1
Pasti rasanya sakit sekali setelah operasi apalagi sekarang dia sudah kehilangan pekerjaan nya karena pabrik tempat dia bekerja kebakaran.
Saat melewati depan rumah nya sengaja lagi aku tidak menoleh , aku sengaja membuang muka.
***
Siang hari nya di laundry
"Kak kami dua hari lagi mau berangkat ke Singapura, ada kerjaan. Kami titip laundry sama kakak yaa" ucap kak Angel.
Aku yang sedang sibuk menyetrika pun seketika melotot "haa? Aku gak bisa loh kak. Aku mana pandai, kan selama ini kerjaan aku cuma nyetrika-nyetrika saja. Mana pernah aku nyuci atau packing"
"Ooh kakak tetap nyetrika aja kok, nanti ada teman kami nama nya Wulan, dia udah pengalaman di laundry. Nanti dia yang nyuci dan packing. Tapi kakak setiap hari datang ke laundry nemenin dia dan nyetrika yaa" ucap kak Angel lagi.
"Oke kalau gitu mah aman lah kak, kirain tadi aku semua nya" ucap ku sambil nyengir
"Eh tau gak kak, tetangga ku kemarin operasi Usus Buntu loh. Kasihan padahal belum ada seminggu yang lalu kehilangan pekerjaan karena pabrik nya kebakaran"
Kak Yuyu yang sebelumnya sibuk bermain ponsel langsung menoleh ke arah ku "Tetangga kakak yang mana?" Ucap nya sedikit bingung
"Itu loh si inang, yang paling tua dari semua nya. Yang ada anak gadis nya itu" ucap ku
"Ooh, ya ngapain juga kakak ngerasa kasihan. Bagus lah biar cepat tobat dia" ucap kak Yuyu sambil tertawa
"Emang kakak doa apa sih? Sampai kakak merasa bersalah gitu" ucap kak Angel yang dari tadi ikut mendengarkan pembicaraan ku dan kak Yuyu.
"Yaa gak doa macem-macem sih, aku cuma minta semoga mereka cepat dapat kesadaran"
"Gini yaa kak, apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai. Kalau kejahatan yang kita tanam maka kejahatan juga yang akan kita terima, begitu juga sebaliknya. Jadi musibah yang di alami tetangga kakak itu cuma kebetulan aja, mungkin Tuhan emang mau kasih hukuman buat mereka. Mudah-mudahan setelah ini mereka cepat bertobat. Jadi kakak gak perlu merasa bersalah" ucap kak Yuyu dengan panjang lebar
Aku hanya diam saja, sambil merimangi kata-kata dari kak Yuyu tadi.
"berarti kakak ini tipe orang yang gampang kasihan sama orang" ucap kak Angel lagi "masa udah sebegitu parah nya dia di hina dan disindir, masih merasa kasihan sama mereka. Kalau aku mah udah ngucap syukur sama Tuhan. Hahahha" ucap kak Angel sambil tertawa terbahak-bahak.
"Hmm mudah-mudahan lah mereka cepat berubah kak, soalnya sejak si inang di Rumah Sakit dan saat udah pulang ke rumah juga mereka gak pernah nyindir lagi" ucap ku pasrah.
***
Aku sudah tiba di rumah, hari ini karna aku mulai kerja jam sepuluh pagi maka aku lebih cepat pulang, pukul lima sore aku udah pulang dari laundry.
Malam hari nya saat sedang bermain ponsel, aku mendapat chat dari kak Yuyu ["Kak kami berangkat besok, tiba-tiba banget dapat info. Aku titip laundry sama kakak yaa. Oh iya bisa tidak besok sebelum kami berangkat ke Singapura kakak datang ke laundry dulu? Ada yang mau aku sampaikan"]
__ADS_1
["Astaga gak jadi dua hari lagi kak? Besok jam sepuluh aku ke laundry yaa kak, kalian berangkat jam berapa?"] Balas ku lagi
["Kami berangkat jam satu siang kak, aku tunggu besok yaa kak, Makasih banyak kak"]
["Okee sama-sama kak"]
"bang besok kak Angel dan kak Yuyu pergi ke Singapura" ucap ku sambil berbaring di samping suami ku.
"Trus yang jaga laundry siapa?" Ucap suami ku.
"Mereka bilang ada kawan nya, tapi mereka suruh aku datang setiap hari buat bantu-bantu"
"Oh yaudah kalau gitu, kapan berangkat mereka?"
"Besok bang, aku disuruh ke laundry juga besok pagi"
"Oh yasudah, aku besok libur kok. Besok aku anter ya" ucap suami ku.
***
Keesokan hari nya aku bangun cepat, aku melakukan aktivitas seperti biasanya.
Jam setengah sepuluh aku di antar suami ku ke laundry, kak Angel memberi tahu cucian mana saja yang akan di ambil hari ini dan beberapa cucian yang akan di ambil besok.
Dia juga mengajari ku melakukan pembukuan, jika ada yang bayar langsung di tulis di buku dan pelanggan-pelanggan yang lain. Begitu seterusnya.
Mereka di Singapura selama 14 hari.
Mereka juga mengatakan kalau teman nya tidak bisa datang hari ini, besok dia baru bisa datang.
Hari ini juga aku di suruh untuk menyelesaikan setrikaan yang ada saja.
Lalu jam dua belas mereka berangkat, jam satu pekerjaan ku juga sudah selesai.
Aku bingung harus melakukan apa, karna aku pun sama sekali belum di ajari cara mencuci dan packing.
Suami dan anak ku menemani ku di laundry, sampai jam sepuluh malam .
Dari tadi pun aku hanya duduk-duduk saja, karna gabut aku pun tadi sempat bersih-bersih di laundry.
Setelah para bos ku pergi pun banyak yang mengantar pakaian kotor hari ini, ku hitung sudah hampir 40 kg pakaian kotor.
__ADS_1
"Bagaimana ini, kasihan besok kak Wulan kalau harus nyuci semua ini sendirian, tambah lagi di belakang ada pakaian kotor beberapa orang" batin ku